Massa demonstrasi di depan Auditorium Kementerian Pertanian [suara.com/Adi Prasetyo Nugroho]
Polisi mengimbau dua kelompok massa yang demonstrasi di depan Auditorium Kementerian Pertanian, Jalan R. M. Harsono, Jakarta Selatan, membubarkan diri dengan tertib karena sidang keenam perkara dugaan penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sudah selesai.
Tetapi agar kedua kelompok tidak bersinggungan, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polres Metro Jakarta Selatan Komisaris Purwanta mengatakan petugas akan mengatur mereka bubar secara bergiliran. Massa pendukung Ahok diimbau terlebih dulu bubar dengan melalui arah Jalan T. B. Simatupang.
"Kontra Ahok sekarang yang itu nunggu dibuka di sana dulu (massa pendukung Ahok)," kata Purwanta di luar gedung Kementerian Pertanian.
Purwanta mengatakan pengaturan kelompok massa penting agar di jalan mereka tidak saling berpapasan dan beresiko terjadi keributan.
"Menjaga antisipasi jalanan ditutup di sana itu biar bisa jalan ke sana. Biar nggak berpapasan dan bersinggungan antara massa," kata dia.
Setelah kedua kelompok massa meninggalkan area, polisi akan kembali memuka rusa Jalan R. M. Harsono arah Taman Margasatwa Ragunan.
"(Nanti) jalanan dibuka R. M. Harsono akan dibuka, semuanya halte busway juga akan dibuka," kata dia.
Menurut pengamatan Suara.com, massa pendukung Ahok saat ini sudah mulai membubarkan diri menuju ke arah Jalan T. B. Simatupang.
Sementara kelompok kontra Ahok juga terlihat mulai membubarkan diri ke arah Ragunan.
Tetapi agar kedua kelompok tidak bersinggungan, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polres Metro Jakarta Selatan Komisaris Purwanta mengatakan petugas akan mengatur mereka bubar secara bergiliran. Massa pendukung Ahok diimbau terlebih dulu bubar dengan melalui arah Jalan T. B. Simatupang.
"Kontra Ahok sekarang yang itu nunggu dibuka di sana dulu (massa pendukung Ahok)," kata Purwanta di luar gedung Kementerian Pertanian.
Purwanta mengatakan pengaturan kelompok massa penting agar di jalan mereka tidak saling berpapasan dan beresiko terjadi keributan.
"Menjaga antisipasi jalanan ditutup di sana itu biar bisa jalan ke sana. Biar nggak berpapasan dan bersinggungan antara massa," kata dia.
Setelah kedua kelompok massa meninggalkan area, polisi akan kembali memuka rusa Jalan R. M. Harsono arah Taman Margasatwa Ragunan.
"(Nanti) jalanan dibuka R. M. Harsono akan dibuka, semuanya halte busway juga akan dibuka," kata dia.
Menurut pengamatan Suara.com, massa pendukung Ahok saat ini sudah mulai membubarkan diri menuju ke arah Jalan T. B. Simatupang.
Sementara kelompok kontra Ahok juga terlihat mulai membubarkan diri ke arah Ragunan.
Komentar
Berita Terkait
-
Tanggapi Isu Penistaan Agama yang Serang JK, Sudirman Said: Saksi Hidup Beliau Terlalu Banyak
-
Viral Lafaz Allah di Tokong, Polisi Tangkap Pemilik Toko Bangunan
-
Soroti Laporan Terhadap JK, KAHMI Khawatir Sudah Jadi 'Mainan Politik'
-
Pemuda Katolik Soroti Klarifikasi JK, Dinilai Perlu Lebih Efektif dan Tak Perlu Berulang
-
Ketua API Kritik Pernyataan JK Soal Konflik Agama
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari
-
Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan
-
Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan
-
Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos
-
Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban
-
Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi
-
Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik
-
Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?
-
Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo
-
Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis