News / Metropolitan
Kamis, 02 Februari 2017 | 16:03 WIB
Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar konferensi pers terkait pernyataan Gubernur DKI nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kepada ketua MUI KH Ma'ruf Amin, di Jakarta, Kamis (2/2). [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia Zainut Tauhid Saadi mengaku tidak menahu soal rekaman percakapan antara Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan Ketua MUI Ma'ruf Amin.

"Kami tidak tahu itu. Kalau itu benar silakan usut oleh pihak yang berwenang karena, itu merupakan pelanggaran hukum," kata Zainut di gedung MUI, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (2/2/2017).

Kemarin, Yudhoyono menduga disadap setelah dia mendengar pertanyaan pengacara Basuki Tjahaja Purnama di persidangan perkara dugaan penodaan agama kepada Ketua MUI Ma'ruf Amin untuk mengonfirmasi apakah ada telepon dari Yudhoyono kepada Ma'ruf yang intinya untuk mengatur pertemuan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni di PBNU dan meminta segera menerbitkan sikap keagamaan MUI bahwa Ahok menghina ulama dan Al Quran.

Zainut mengatakan karena pengadilan belum memastikan ada bukti rekaman atau tidak, MUI belum membentuk tim bantuan hukum untuk menindaklanjuti.

Zainut pun ikut bertanya-tanya tentang asal muasal informasi telepon Yudhoyono kepada Ma'ruf.

"Saya tidak tahu sumbernya darimana. Bisa beliau (pengacara Ahok) sendiri menyadap. Kalau beliau sendiri menyadap pasti kena aturan UU ITE," katanya.

"Komunikasi tentang apa kemudian substansi tentang apa kita tidak tahu. Tapi oleh pengacara beliau sudah secara pasti mengatakan waktunya jam berapa substansi ini. Itu kan artinya ada proses penyadapan. Sekarang pertanyannya siapa yang melakukan penyadapan itu. Itu adalah tugas kewenangan pihak petugas yang berwenang," Zainut menambahkan.

Yudhoyono mengakui pernah berkomunikasi dengan Ma'ruf, tetapi isinya tidak ada kaitan dengan kasus Ahok dan tugas MUI.

"Bukan saya yang menelepon langsung atau Pak Ma'ruf, tetapi ada staf yang di sana menyambungkan percakapan saya dengan Pak Ma'ruf yang kaitannya seputar pertemuan itu dan bahwa kita suatu saat bisa berdiskusi. Jadi percakapan itu ada," kata Yudhoyono dalam jumpa pers di Wisma Proklamasi, Jakarta Pusat, Rabu (1/1/2017).

Yudhoyono mengatakan pembicaraannya ketika itu hanya untuk meminta doa, restu, dan nasihat.

"Sebelum Agus berangkat, saya pesan, sampaikan salam saya kepada beliau dan kapan-kapan senang kalau saya bisa bertukar pikiran soal Islam dan dunia," kata Yudhoyono.

Load More