Presiden Republik Indonesia Ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono memberikan keterangan pers di Wisma Proklamasi, Jakarta, Rabu (1/2). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]
Kapolres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Iwan Kurniawan mengonfirmasi demonstrasi di rumah mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Jalan Mega Kuningan Timur VII, Jakarta Selatan, siang tadi.
"Iya benar ada demo (siang) tadi. Ada sekitar 300 orang," kata Iwan.
Iwan mengatakan demonstrasi tersebut tak berlangsung lama karena langsung dibubarkan anggota polisi. Iwan menegaskan demonstrasi tidak boleh dilakukan di rumah pribadi.
"Tapi saya sudah bubarkan paksa. Karena tidak boleh demo di kediaman pribadi," kata dia.
Mengenai tuntutan demonstran sehingga mereka aksi di rumah Ketua Umum Partai Demokrat, Iwan mengaku belum tahu.
Polisi, katanya, masih menyelidiki apa motif aksi mereka dan siapa yang memimpin.
"Mereka orasi-orasi, tapi saya nggak tahu mereka dan tuntutan orasinya terkait apa. Yang pasti sekarang sudah bubar. Sekarang tim lagi selidiki siapa mereka dan di balik massa itu," katanya.
Setelah didemo warga, Yudhoyono pun curhat di Twitter.
"Saudara-saudaraku yang mencintai hukum & keadilan, saat ini rumah saya di Kuningan 'diguruduk' ratusan orang. Mereka berteriak-teriak," demikian cuitan Yudhoyono lengkap dengan inisial *SBY* yang menandakan bahwa postingan itu ditulisnya sendiri.
"Kecuali negara sudah berubah, Undang-Undang tak membolehkan untuk unjuk rasa di rumah pribadi. Polisi juga tak memberitahu saya," Yudhoyono menambahkan.
Gara-gara demonstrasi, Yudhoyono sampai bertanya kepada Presiden Joko Widodo dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian lewat Twitter.
"Saya bertanya kpd Bapak Presiden & Kapolri, apakah saya tak memiliki hak utk tinggal di negeri sendiri, dgn hak asasi yg saya miliki?" tulis Yudhoyono.
"Iya benar ada demo (siang) tadi. Ada sekitar 300 orang," kata Iwan.
Iwan mengatakan demonstrasi tersebut tak berlangsung lama karena langsung dibubarkan anggota polisi. Iwan menegaskan demonstrasi tidak boleh dilakukan di rumah pribadi.
"Tapi saya sudah bubarkan paksa. Karena tidak boleh demo di kediaman pribadi," kata dia.
Mengenai tuntutan demonstran sehingga mereka aksi di rumah Ketua Umum Partai Demokrat, Iwan mengaku belum tahu.
Polisi, katanya, masih menyelidiki apa motif aksi mereka dan siapa yang memimpin.
"Mereka orasi-orasi, tapi saya nggak tahu mereka dan tuntutan orasinya terkait apa. Yang pasti sekarang sudah bubar. Sekarang tim lagi selidiki siapa mereka dan di balik massa itu," katanya.
Setelah didemo warga, Yudhoyono pun curhat di Twitter.
"Saudara-saudaraku yang mencintai hukum & keadilan, saat ini rumah saya di Kuningan 'diguruduk' ratusan orang. Mereka berteriak-teriak," demikian cuitan Yudhoyono lengkap dengan inisial *SBY* yang menandakan bahwa postingan itu ditulisnya sendiri.
"Kecuali negara sudah berubah, Undang-Undang tak membolehkan untuk unjuk rasa di rumah pribadi. Polisi juga tak memberitahu saya," Yudhoyono menambahkan.
Gara-gara demonstrasi, Yudhoyono sampai bertanya kepada Presiden Joko Widodo dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian lewat Twitter.
"Saya bertanya kpd Bapak Presiden & Kapolri, apakah saya tak memiliki hak utk tinggal di negeri sendiri, dgn hak asasi yg saya miliki?" tulis Yudhoyono.
Komentar
Berita Terkait
-
Mendedah Alasan Demokrat Putar Haluan Buka Pintu Pilkada Lewat DPRD
-
Demokrat Bicara Soal Sikap SBY Terkait Pilkada Dipilih DPRD: Serahkan Ke AHY, Ikuti Langkah Prabowo
-
Dede Yusuf Jelaskan Makna 'Matahari Satu' SBY: Demokrat Satu Komando di Bawah AHY
-
SBY: Matahari di Partai Demokrat Hanya Satu, Mas AHY
-
SBY dan Hoax Ijazah Jokowi, Manuver Demokrat di Pusaran Politik Digital
Terpopuler
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan, RAM 6 GB Performa Jempolan
- 5 Sepatu Skechers Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Cocok Dipakai Lansia
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
Pilihan
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
Terkini
-
Belajar dari Broken String Aurelie Moeremans: Mengapa Korban Sulit Lepas dari Jerat Pelaku?
-
Bupati Bogor Tak Mau Tutup Mata, Rudy Susmanto Janji Telusuri Kabar Korban Jiwa di Pongkor
-
Balik Kampung Bangun Masjid Rp1 Miliar, Haji Suryo Siapkan 3.000 Loker di Lampung Timur
-
Misteri Asap di Nanggung: Video Evakuasi Viral Disebut Hoaks, Tapi Isu Korban Jiwa Terus Menguat
-
Bukan Sekadar Elektoral, Legislator Gerindra Sebut Era Prabowo Sebagai Fase Koreksi Sejarah
-
JATAM Ungkap 551 Izin Industri Ekstraktif Kepung Sumatra, Masuk Kawasan Rawan Bencana
-
Mobil Listrik Terbakar Hebat di Tol Lingkar Luar, Penyebabnya Diduga Korsleting
-
Mayat Pria Tanpa Identitas dengan Luka Lebam Mengapung di Kali Ciliwung, Korban Pembunuhan?
-
Presiden Prabowo Dukung Penuh Sasakawa Foundation Berantas Kusta di Indonesia
-
MBG Selama Ramadan Dianggap Penting Agar Nutrisi Anak Tetap Terpenuhi