- Kemenkes menemukan ratusan ribu anak Indonesia bergejala gangguan kecemasan dan depresi dari program skrining 2025–2026.
- Langkah tindak lanjut mencakup perluasan skrining, penambahan psikolog, dan layanan krisis melalui platform Healing119.id.
- Sembilan kementerian/lembaga menandatangani SKB untuk sistem penanganan kesehatan jiwa anak yang terintegrasi.
Suara.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menemukan ratusan ribu anak di Indonesia mengalami gejala gangguan kesehatan mental seperti kecemasan dan depresi.
Temuan ini berasal dari pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) periode 2025–2026 yang telah menjangkau jutaan anak di berbagai daerah.
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, dari sekitar 7 juta anak yang telah menjalani skrining kesehatan, hampir 10 persen di antaranya terindikasi mengalami masalah kesehatan jiwa.
Budi merinci, sebanyak 4,4 persen atau sekitar 338 ribu anak menunjukkan gejala gangguan kecemasan (anxiety disorder). Sementara itu, 4,8 persen atau sekitar 363 ribu anak lainnya menunjukkan gejala depresi (depression disorder).
“Ini menunjukkan masalah kesehatan jiwa itu besar sekali,” ujar Budi dalam konferensi pers di Kantor Kemenkes, Jakarta, Senin (9/3/2026).
Menurutnya, persoalan kesehatan mental pada anak perlu mendapat perhatian serius karena berpotensi berujung pada tindakan bunuh diri.
Data Global School-Based Student Health Survey bahkan menunjukkan tren peningkatan anak yang mencoba bunuh diri dalam beberapa tahun terakhir.
Pada 2015, angka percobaan bunuh diri pada anak tercatat sebesar 3,9 persen. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi 10,7 persen pada 2023.
Budi menjelaskan, masalah kesehatan jiwa pada anak tidak hanya dipengaruhi oleh faktor individu, tetapi juga dipengaruhi lingkungan di sekitarnya, seperti keluarga, pertemanan, hingga kondisi di sekolah.
Baca Juga: Kasus Suspek Campak Naik Tajam Awal 2026, Kemenkes Minta Warga Waspada dan Kenali Gejalanya
“Yang perlu diperbaiki bukan hanya anaknya, tetapi juga pola asuh keluarga serta lingkungan belajar. Kita perlu mensosialisasikan life skill dan Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP). Semua orang pasti menghadapi tekanan, namun yang terpenting adalah bagaimana meresponsnya dengan baik,” kata Budi.
Menindaklanjuti temuan tersebut, Kemenkes menargetkan perluasan skrining Program CKG hingga menjangkau 25 juta anak di seluruh Indonesia. Hasil skrining nantinya akan ditindaklanjuti oleh fasilitas layanan kesehatan tingkat pertama.
Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes Maria Endang Sumiwi mengatakan, anak-anak yang terdeteksi memiliki gejala akan mendapatkan tindak lanjut dari Puskesmas.
Di sisi lain, pemerintah juga tengah mempercepat pemenuhan tenaga psikolog klinis di Puskesmas yang jumlahnya saat ini masih terbatas, yakni sekitar 203 orang.
Selain itu, pemerintah juga menyiagakan layanan krisis kesehatan jiwa melalui platform Healing119.id untuk memberikan dukungan intervensi cepat bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan psikologis.
Upaya penanganan kesehatan mental anak juga melibatkan sektor pendidikan. Kemenkes mendorong peran guru Bimbingan Konseling (BK) serta guru kelas untuk mendampingi siswa yang terdeteksi memiliki gejala gangguan kesehatan mental.
Berita Terkait
-
Tak Hanya Puasa, Kemenkes RI Sarankan Kurangi Garam, Gula, dan Lemak saat Ramadan
-
Kemenkes Minta Masyarakat Tak Asal Sentuh Bayi Saat Lebaran, Risiko Penularan Campak Tinggi
-
Kemenkes Ingatkan Potensi Penyebaran Campak Meningkat di Tengah Libur Lebaran
-
Kasus Suspek Campak Naik Tajam Awal 2026, Kemenkes Minta Warga Waspada dan Kenali Gejalanya
-
WNA Australia Terinfeksi Campak Usai Kunjungi RI, Kemenkes Percepat Imunisasi MR untuk Anak PAUDTK
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
Pilihan
Terkini
-
Menaker Ajak Negara Asia Pasifik Perkuat Pelatihan Tenaga Kerja, Hadapi Pekerjaan Tergeser AI
-
CENTCOM: Amerika Serang Pertahanan Udara Iran, Stasiun Kendali Darat dan Radar Pengintai
-
Serangan AS ke Iran, Gelombang Ledakan Terjadi di Kota Jask dan Kouhe Mobarakeh Hingga Pulau Qeshm
-
Dirjen Imigrasi Minta Jajaran Fokus Kerja dan Hilangkan Budaya Kerja Lama yang Tidak Patut
-
Vonis Kasus Andrie Yunus Digelar Hari Ini, Nasib Empat Anggota BAIS TNI Akan Ditentukan
-
DPR: Jangan Terus Salahkan The Fed dan Perang Teluk Saat Rupiah Tertekan
-
Perang Pecah Lagi! Amerika Serang Iran Lagi, Luncurkan Rudal ke Dekat Jalur Minyak Dunia
-
Pengesahan Revisi UU Polri Dikritik, Dinilai Terlalu Terburu-Buru dan Tidak Transparan
-
Hari Ini, Empat Prajurit TNI Jalani Sidang Putusan Kasus Penyiraman Andrie Yunus
-
Bukan Cuma Megathrust, Sesar Misterius Ini Membentang dari Jakarta ke Surabaya, Seberapa Bahaya?