- Menko PMK Pratikno mengungkapkan masa kecil akrab dengan petani tembakau di Bojonegoro, Jawa Timur.
- Ia pernah mencoba merokok saat anak-anak dan membantu menghaluskan klobot tembakau untuk uang saku.
- Pratikno berhenti merokok sepenuhnya saat mulai tinggal di kos ketika memasuki usia 12 tahun.
Suara.com - Menteri Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengungkap kisah masa kecilnya yang akrab dengan kehidupan petani tembakau. Ia bahkan mengaku pernah mencoba merokok saat masih anak-anak karena tumbuh di lingkungan yang dekat dengan industri tembakau.
Cerita itu disampaikan Pratikno saat memberikan sambutan dalam forum uji publik hasil kajian penentuan batas maksimal kadar nikotin dan tar di kantor Kemenko PMK, Jakarta, Selasa (10/3/2026).
Pratikno mengatakan dirinya lahir dan besar di Desa Dolokgede, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang sampai tahun 90-an belum ada akses listrik.
"Itu di pelosok dalam. Sebagai ilustrasi, kampung saya itu baru ada listrik pada tahun 1997 ketika saya sudah lulus PhD," cerita Pratikno.
Pratikno kecil tumbuh dalam keluarga yang ikut menanam tembakau. Ayahnya yang berprofesi sebagai guru kerap dipinjamkan sawah dari kepala desa setiap musim kemarau untuk ditanami tembakau.
"Bapak saya guru, setiap musim kemarau kami mendapatkan pinjaman sawah dari Pak Lurah, kita tanami tembakau," ungkapnya.
Tumbuh di lingkungan tersebut membuat Pratikno tak asing dengan rokok sejak kecil. Ia mengaku seperti anak-anak lain di desanya yang pernah mencoba merokok.
"Saya seperti anak-anak kecil yang lain, kita juga nyoba-nyoba rokok," tuturnya.
Selain itu, Pratikno juga bercerita bahwa anak-anak di desanya kerap membantu industri rokok linting untuk mendapatkan uang saku. Salah satu pekerjaan yang ia lakukan adalah menghaluskan klobot tembakau.
Baca Juga: Merokok di Ruang Publik, Aturan Kurang Ketat atau Kesadaran yang Minim?
"Kalau kita mau dapat uang saku, kita harus menghaluskan klobot tembakau. Karena banyak industri rokok linting dulu itu," katanya.
Ia mengingat sejumlah merek rokok linting yang populer di masa kecilnya, seperti rokok ulung, rokok kretek, hingga rokok sukun.
Namun kebiasaan tersebut tidak berlangsung lama. Pratikno mengatakan dirinya berhenti merokok setelah mulai tinggal di kos saat duduk di bangku SMP.
"Untungnya saya kemudian kos di usia 12 tahun, ketika saya SMP saya kos. Sudah habis itu nggak kenal rokok lagi, sampai sekarang," ujarnya.
Ia bahkan berseloroh ketika ditanya soal kapan mulai merokok. Menurutnya, ia pernah merokok hanya sampai usia 12 tahun.
"Jadi kalau ditanya kapan Anda mulai merokok, jawabannya pernah. Kapan? Sampai umur 12 tahun. Bukan setelah umur 12 tahun, tapi sampai umur 12 tahun saya merokok," ucap Pratikno sambil tertawa.
Berita Terkait
Terpopuler
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- 8 Rekomendasi Moisturizer Terbaik untuk Mencerahkan Wajah Jelang Lebaran
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Siapa Istri Zendhy Kusuma? Ini Profil Evi Santi Rahayu yang Polisikan Owner Bibi Kelinci
Pilihan
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
-
BREAKING NEWS: Mantan Pj Gubernur Sulsel Tersangka Korupsi Bibit Nanas
-
Trump Cetak Sejarah di AS: Presiden Pertama yang Berperang Tanpa Didukung Warganya
-
IHSG Keok 3,27 Persen Terimbas Konflik Iran-AS, Bos BEI: Kita Sudah Kuat!
Terkini
-
Bongkar Bentuk Kekerasan Seksual Eks Pelatih Panjat Tebing, Bareskrim: Meraba hingga Persetubuhan
-
Kena Sentil Menteri LH, Pramono Anung Setop Praktik Open Dumping di Zona Longsor Bantargebang
-
Pernyataan Donald Trump Perang Iran Akan Berakhir Jadi Olokan, Katanya Begitu Tapi Jawabnya Begini
-
Bupati Rejang Lebong Fikri Thobari Terjaring OTT KPK, 9 Orang Dibawa ke Jakarta
-
Soal Harga Minyak Melonjak hingga Rupiah Sempat Tembus Rp17 Ribu per USD, Puan Beri Respons Begi
-
Pakar UGM Soroti Ketahanan Nasional, Konflik Global Tak Boleh Bebani Rakyat
-
Dampak Hebat Perang AS-Iran: Minyak Meroket hingga Harga BBM RI Terseret!
-
Pakar Pertahanan: Kesiapan Negara Hadapi Perang Modern Tercermin dari Kehidupan Sehari-hari
-
Presiden Prancis Ingatkan Donald Trump, Menggulingkan Rezim Iran Tak Semudah Menjatuhkan Bom
-
Demi Jaga Hukum Internasional, Puan Desak PBB Segera Bertindak Atasi Konflik AS-Israel Vs Iran