- Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, merespons arahan Menteri Lingkungan Hidup tentang krisis pengelolaan sampah ibu kota.
- Pemprov DKI berencana membangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) seluas 8-10 hektar di Bantargebang.
- Operasional *open dumping* sampah di Zona 4A TPST Bantargebang akan segera dihentikan sesuai instruksi kementerian.
Suara.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan respons cepat terhadap sorotan tajam Kementerian Lingkungan Hidup terkait krisis pengelolaan sampah di ibu kota.
Pramono menegaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta telah bergerak melaksanakan instruksi dari pemerintah pusat guna membenahi polemik tersebut.
"Apa yang menjadi arahan Menteri Lingkungan Hidup, sudah kami jalankan. Kami sekarang ini bekerja sama untuk bisa memanfaatkan tempat-tempat, dan pasti akan dibebaskan tempat baru," ujarnya.
Salah satu strategi utama yang diusung adalah pembangunan infrastruktur modern berupa pembangkit listrik untuk mengurai tumpukan sampah yang kian menggunung.
Pramono menjelaskan bahwa Pemprov telah merencanakan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di area Bantargebang dengan kebutuhan lahan yang cukup luas.
"Bantargebang salah satunya, akan kami putuskan untuk PLTSa, pembangkit listrik tenaga sampah yang beroperasi di sana. Untuk itu, diperlukan lahan kurang lebih 8 sampai dengan 10 hektar. Sementara, lahan ini sudah bisa termanfaatkan untuk menampung tampungan sampah yang ada," jelasnya.
Selain rencana pembangunan PLTSa, Pramono juga memaparkan status operasional terbaru pada beberapa zona di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) tersebut.
Ia memastikan bahwa sistem pembuangan sampah terbuka atau open dumping yang menjadi pemicu kerawanan longsor akan segera dihentikan di titik tertentu.
"Untuk Zona 2 dan 3 kami akan tetap operasikan. Tapi memang apa yang menjadi arahan Pak Menteri di Zona 4A, kami tidak open dumping di situ," tegas Pramono.
Baca Juga: Evakuasi Korban Longsor Sampah Bantargebang, Lima Tewas Empat Masih Hilang
Sebelumnya, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq melontarkan kritik pedas terkait insiden longsor yang terjadi di TPST Bantargebang akhir pekan kemarin.
Hanif menekankan bahwa tumpukan 80 juta ton sampah yang terakumulasi selama 37 tahun di lokasi tersebut kini telah mencapai titik beban yang sangat kritis.
Praktik metode open dumping di sana pun dinilai telah melanggar UU Nomor 18 Tahun 2008 karena sistem yang ada tidak lagi mampu mereduksi risiko keamanan bagi warga.
Berita Terkait
-
Mengurai Benang Kusut Sampah Jakarta di Tengah Duka Bantargebang
-
Evakuasi Korban Longsor Sampah Bantargebang, Lima Tewas Empat Masih Hilang
-
Pramono Dukung Aturan 'Kiamat' Medsos bagi Anak-anak: Sudah Banyak yang Kecanduan
-
Longsor di TPA Bantargebang, DPR Desak Reformasi Total Tata Kelola Sampah Nasional!
-
Pramono Sebut Longsor Bantar Gebang Dipicu Curah Hujan Ekstrem
Terpopuler
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- 8 Rekomendasi Moisturizer Terbaik untuk Mencerahkan Wajah Jelang Lebaran
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Siapa Istri Zendhy Kusuma? Ini Profil Evi Santi Rahayu yang Polisikan Owner Bibi Kelinci
Pilihan
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
-
BREAKING NEWS: Mantan Pj Gubernur Sulsel Tersangka Korupsi Bibit Nanas
-
Trump Cetak Sejarah di AS: Presiden Pertama yang Berperang Tanpa Didukung Warganya
-
IHSG Keok 3,27 Persen Terimbas Konflik Iran-AS, Bos BEI: Kita Sudah Kuat!
Terkini
-
Pernyataan Donald Trump Perang Iran Akan Berakhir Jadi Olokan, Katanya Begitu Tapi Jawabnya Begini
-
Bupati Rejang Lebong Fikri Thobari Terjaring OTT KPK, 9 Orang Dibawa ke Jakarta
-
Soal Harga Minyak Melonjak hingga Rupiah Sempat Tembus Rp17 Ribu per USD, Puan Beri Respons Begi
-
Pakar UGM Soroti Ketahanan Nasional, Konflik Global Tak Boleh Bebani Rakyat
-
Dampak Hebat Perang AS-Iran: Minyak Meroket hingga Harga BBM RI Terseret!
-
Pakar Pertahanan: Kesiapan Negara Hadapi Perang Modern Tercermin dari Kehidupan Sehari-hari
-
Presiden Prancis Ingatkan Donald Trump, Menggulingkan Rezim Iran Tak Semudah Menjatuhkan Bom
-
Demi Jaga Hukum Internasional, Puan Desak PBB Segera Bertindak Atasi Konflik AS-Israel Vs Iran
-
Dampak Harga Minyak Dunia Naik Mulai Terasa, di Sini BBM Sudah Batasi, SPBU Antre, dan Kampus Libur
-
Chappy Hakim: Era Smart War Dimulai, AI dan Drone Ubah Strategi Perang Modern