Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia, menggelar rapat koordinasi dengan sejumlah pihak terkait penyelenggaraan pemilihan kepala daerah di 101 daerah Tahun 2017. Dalam rapat yang mengagendakan pembahasan persiapan pemungutan dan penghitungan suara pemilihan kepala daerah dan wakil Kepala Daerah Tahun 2017 tersebut, hadir sejumlah perwakilan dari partai politik, Kementerian Dalam Negeri, Badan Pengawas Pemilu. Selain itu, ada juga Tentara Nasional (TNI), Polisi, dan dari pihak Kejaksaan.
Berdasarkan pantauan Suara.com, rapat dipimpin langsung oleh Ketua KPU, Juri Ardiantoro yang didampingi oleh komisioner KPU lainnya. Disisi lain, perwakilan dari partai politik, Bawaslu, Kemendagri, TNI, Polisi, dan Kejaksaan mendengakan pemaparan Komisioner KPU.
Adapun yang dibahas dalam rapat tersebut adalah terkait sejumlah daerah yang menggelar Pilkada. Dan dalam penjelasannya, Ketua KPU menyampaikan bahwa dari 101 daerah tersebut, ada sembilan daerah yang pasangan calonnya hanya satu.
"Nanti kita gunakan sistem kotak kosong untuk sembilan daerah ini," kata Juri di gedung KPU, jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (7/2/2017).
Tidak hanya itu, KPU juga menyampaikan Daftar Pemilih Tetap pada Pilkada di 101 daerah tersebut mencapai 41.200.187 pemilih. Namun, yang menjadi persoalan dalam jumlah tersebut, kata Juri adalah masih adanya pemilih yang belum memiliki Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP).
"Bagi pemilih yang belum memiliki e-KTP, negara siap memfasilitasi dengan memberikan surat keterangan dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dari Propinsi, Kabupaten atau Kota," katanya.
Oleh karena itu, untuk memuluskan penyelenggaraan Pilkada Tahun 2017 ini, KPU berharap adanya kerjasama dengan berbagai pihak, seperti Bawaslu untuk memantau adanya kecurangan. Dan kepada pihak Kejaksaan Agung, Kepolisian, dan TNI dapat mengamankan jalannya pesta demokrasi tersebut, sehingga terhindar dari gangguan keamanan.
Baca Juga: KPU DKI Pastikan Isu KTP Ganda adalah Hoax
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
-
DPR RI Ragukan Misi Damai Board of Peace, Desak Pemerintah Tegas soal Serangan AS-Israel ke Iran
Terkini
-
Serangan Kilat AS-Israel di Hari Pertama Gagal Total! 200 Tentara Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Iran Serang Ibu Kota Arab Saudi
-
Iran Meradang 70 Pelajar Jadi Korban, di Negara Timur Tengah Mana AS 'Parkir' Kendaraan Militer?
-
Biang Kerok Perang Pakistan vs Afghanistan, Tehreek-e-Taliban Pakistan Didanai Siapa?
-
Pramono Anung Ingin Pasang CCTV di Hutan Kota Cawang Usai Laporan Penyalahgunaan Fasilitas Publik
-
Pramono Anung Waspadai Dampak Serangan AS-Israel ke Iran: Harga Barang di Jakarta Bisa Melonjak
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS