Suara.com - Tim bulutangkis Indonesia sukses mencapai ambisi menjuarai Grup B Asia Mixed Team Championships 2017. Sukses itu menyusul kemenangan tipis 3-2 atas Malaysia pada laga terakhir, Kamis (16/2/2017).
Hasil ini membuat tim Merah Putih lolos ke babak berikutnya, dengan catatan dua kali menang setelah di laga pertama menang mudah 5-0 atas Sri Lanka, Rabu (15/2/2017).
Bermain di Nguyen Du Cultural Sport Club, Ho Chi Minh, Vietnam, Indonesia membuka kemenangan atas Malaysia lewat pasangan ganda putra Ade Yusuf/Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira.
Ade/Yusuf mendapat perlawanan sengit dari pasangan Teo Ee Yi/Ong Yew Sin sebelum menuntaskan perlawanan dengan skor 21-11, 17-21, 22-20.
Di partai kedua, Indonesia yang menurunkan pebulutangkis tunggal putri, Gregoria Mariska, juga tak kalah sengitnya mendapat perlawanan dari wakil Malaysia, Lee Ying Ying.
Butuh 50 menit bagi Gregoria untuk menyudahi perlawanan Lee, juga lewat pertarungan rubber game 21-8, 16-21, 21-15.
Tim Merah Putih sempat kecolongan pada partai ketiga setelah Firman Abdul Kholik takluk dari tunggal putra Malaysia, Lim Chi Wing, 19-21, 15-21.
Terkait kekalahan ini, Firman mengaku telah mengevaluasi kesalahannya. Salah satunya karena banyak ragu-ragu dalam mengambil keputusan.
"Saya tadi banyak terlambat mengambil keputusan di lapangan. Harusnya saya bisa lebih berani di lapangan. Kalau diturunkan lagi, saya harus bisa tampil lebih maksimal," ujar Firman dalam keterangan elektronik yang diterima Suara.com, hari ini.
Baca Juga: Hasil Lengkap Hari Kedua Tes Pramusim MotoGP Australia
Sementara itu, kemenangan Indonesia atas Malaysia ditentukan dari sektor ganda putri. Indonesia yang menurunkan pasangan Anggia Shitta Awanda/Tiara Rosalia Nuraidah, menang atas Lee Meng Yean/Chow Mei Kuan, dengan skor 21-19, 21-18.
“Senang akhirnya bisa jadi penentu Indonesia menjadi juara grup. Sebenernya saya pernah menang lawan Malaysia ini, tapi saat itu berpasangan dengan Suci (Rizki Andini). Sementara sekarang, dengan Anggi juga bukan pasangan tetap. Jadi sempat tegang dan takut-takut di lapangan. Untungnya kami bisa menang,” kata Tiara usai bertanding.
Sayangnya pada partai terakhir, tim bulutangkis Indonesia gagal mengunci kemenangan setelah pasangan Edi Subaktiar/Gloria Emanuelle Widjaja menyerah di tangan ganda campuran Malaysia, Goh Soon Huat/Shevon Jemie Lai, 16-21, 16-21.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
IHSG 'Kebakaran' di Awal Februari, Menkeu Purbaya: Ada Faktor Ketidakpastian!
-
Pupuk Indonesia Pugar Pabrik Tua, Mentan Amran Bilang Begini
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
Terkini
-
Kasus Dugaan Penghinaan Suku Toraja Naik Penyidikan, Status Hukum Pandji Tunggu Gelar Perkara
-
Semeru Erupsi Dini Hari, Kolom Abu Capai 700 Meter di Atas Puncak
-
Keluarga Habib Bahar Balik Lapor, Istri Anggota Banser Korban Penganiayaan Dituding Sebar Hoaks
-
Prabowo Minta Kepala Daerah Tertibkan Spanduk Semrawut: Mengganggu Keindahan!
-
Prakiraan BMKG: Awan Tebal dan Guyuran Hujan di Langit Jakarta Hari Ini
-
Apresiasi KLH, Shanty PDIP Ingatkan Pentingnya Investigasi Objektif dan Pemulihan Trauma Warga
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana
-
Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Rp701 Juta dari Pemenang Tender Chromebook
-
Skandal Suap Jalur Kereta Api, KPK Cecar Direktur Kemenhub Jumardi Soal Aliran Dana dan Tender