Suara.com - Direktur Eksekutif Polmark Indonesia Eep Saefullah Fatah menilai kurang lebih 70 persen warga Jakarta adalah pemilih berkarakter independen. Yaitu pemilih yang menentukan pilihan politiknya sendiri, tanpa intervensi dari pihak luar.
"Jakarta, sejak tahun 2012 merupakan tempat berkumpulnya pemilih otonom, independen. Kalau ditempat lain, yang memilih sendiri di bawah 50 persen," kata Eep di DPP Partai Gerindra, Jalan RM. Harsono, Ragunan, Jakarta Selatan, Kamis (16/2/2017).
Kata Eep, pernyataan tersebut bukan berarti mendiskreditkan peran partai politik. Katanya, partai politik tetap memiliki peran yang sangat besar dalam pertarungan politik di Jakarta, namun peran tersebut lebih ranah lain.
Pernyataan Eep di atas menanggapi pertanyaan wartawan terkait pengaruh partai politik dalam Pilkada DKI Jakarta.
Lebih lanjut, Eep bahwa ada tiga hal yang menjadi refrensi pemilih otonom dalam menjatuhkan pilihan. Pertama, yaitu rekam jejak calon pemimpin itu sendiri.
"Ini kaitannya dengan apa yang sudah dikerjakan. Seberapa berpengalaman kandidat," ujar Eep.
Kedua, yaitu janji kerja. Program yang ditawarkan kepada publik. Sedangkan yang ketiga yaitu karakter, kepribadian kandidat itu sendiri.
"Seberapa mampu dia berkomunikasi, seberapa dekat masyarakat secara emosional dengan dia, seberapa layak diteladani, itu penting banget," kata Eep.
Menurut konsultan politik pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta nomor urur tiga, Anies Baswedan-Sandiaga Uno itu, terdapat
92,7 persen pemilih Jakarta mengatakan menginginkan pemimpin yang mampu berkomunikasi dengan baik.
Baca Juga: Disindir Anies Soal Banjir, Ahok Kini Menjawab Secara Elegan
"Ini adalah salah satu faktor yang mereka timbang dalam memilih gubernur. Kemudian seberapa berpengalaman," ujar Eep.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat