Suara.com - Anggota KPU Jakarta Pusat, Ferid Nugroho menjelaskan penyebab digelarnya pencoblosan ulang di TPS 01 Kelurahan Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat, hari ini, Minggu (19/2/2017). Kata dia, pencoblosan ulang ini dilakukan atas rekomendasi panitia pengawas pemilu karena menemukan pelanggaran di TPS tersebut.
"Menurut Panwas Cam Kemayoran, ada dua orang pemilih yang menggunakan hak pilihnya pakai C6 orang tuanya. Dua orang ini suami istri, mereka tidak terdata sebagai warga di sini," kata Ferid ditemui di TPS 01.
Salah satu warga itu bernama Diki Aulia Rahman. Diki dan istrinya kata Ferid, berdomisili di Kelurahan Kebun Kosong yang letaknya tak jauh dari Kelurahan Utan Panjang.
"Setelah kami cek, dia juga nggak ada di DPT mana-mana di Jakarta," ujarnya.
Menurut Ferid, kesalahan ini bisa terjadi karena diduga ada kelalaian dari petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) yang tak mengecek surat C6 secara detil. Selain itu, kedua warga itu juga tak mengetahui aturan yang berlaku.
"Setelah diperiksa, orangtuanya sedang di kampungnya. Jadi C6 sampai ke dia (Diki). Di wilayah Jakarta Pusat ini mungkin yang dimaklumi dalam satu rumah itu kadang ada dua, tiga keluarga," ujarnya menjelaskan.
Ferid menambahkan, untuk pencoblosan ulang hari ini, semua petugas KKPS di TPS 01 diganti.
Sementara itu, Ketua Panitia Pemilu Kecamatan (PPK) Kecamatan Kemayoran, Sutedjo mengatakan kasus ini terjadi karena kurangnya sosialisasi mekanisme dalam menggunakan hak pilih sehingga ada warga yang belum paham.
"Jadi ini ada unsurnya ketidaktahuan atas mekanisme dalam menggunakan hak pilih," ujarnya.
Berita Terkait
-
Anies Mau Pantau Pencoblosan Ulang di TPS 29 Kalibata
-
Pelanggaran di TPS Kalibata, 2 Orang "Nyoblos" Lebih dari Sekali
-
Pencoblosan Ulang, Warga Kemayoran Masih Sedikit Datangi TPS
-
Diguyur Hujan, Warga Kalibata Tetap Antusias "Nyoblos" Ulang
-
Warga Kepulauan Seribu Paling Berminat Ikuti PIlkada DKI Jakarta
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Dugaan Skandal PT Minna Padi Asset Manajemen dan Saham PADI, Kini Diperiksa Polisi
-
Epstein Gigih Dekati Vladimir Putin Selama Satu Dekade, Tawarkan Informasi 'Rahasia AS'
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
Terkini
-
Pramono Anung 'Gaspol' Perintah Gentengisasi Prabowo, Hunian Baru di Jakarta Tak Boleh Pakai Seng
-
Dibatasi 35 Orang, Ada Apa Jajaran PKB Temui Presiden Prabowo di Istana Siang Ini?
-
Golkar Lakukan Profiling Calon Wakil Ketua Komisi III DPR, Sarmuji: Ada Dua atau Tiga Kandidat
-
Jual Beli Jabatan Jerat Bupati Sadewo, KPK Sorot 600 Posisi Perangkat Desa Kosong di Pati
-
Pramono Anung Bakal Babat Habis Bendera Parpol di Flyover: Berlaku Bagi Semua!
-
Tak Sekadar Kemiskinan, KPAI Ungkap Dugaan Bullying di Balik Kematian Bocah Ngada
-
Viral! Aksi Pria Bawa Anak-Istri Curi Paket Kurir di Kalibata, Kini Diburu Polisi
-
Kasus Bunuh Diri Anak Muncul Hampir Tiap Tahun, KPAI: Bukan Sekadar Kemiskinan!
-
Masalah Kotoran Kucing di Skywalk Kebayoran Lama Mencuat, Gubernur DKI Instruksikan Penertiban
-
Nyawa Melayang karena Rp10 Ribu, Cak Imin Sebut Tragedi Siswa SD di NTT Jadi 'Cambuk'