Suara.com - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD, mengatakan belum ada pernyataan secara resmi dari tim advokasi Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI untuk meminta dirinya menjadi saksi ahli dalam perkara yang membelit Habib Rizieq Shihab terkait dugaan penodaan lambang negara dan pencemaran nama baik mantan Presiden Sukarno.
"Intinya, saya sudah mendengar itu dari media massa, tapi resminya belum ada yang menghubungi," kata Mahfud saat dihubungi melalui pesan singkat, Kamis (23/2/2017).
Belum dihubungi, Mahfud sudah menyatakan menolak. Alasannya, Mahfud sudah tidak lagi menjabat ketua MK dan tidak ingin mengajukan diri menjadi saksi ahli dalam setiap kasus di pengadilan
"Saya sendiri sejak pensiun sebagai Ketua MK tak bersedia menjadi saksi ahli di pengadilan," kata dia.
Menurutnya terakhir kali dirinya bersedia menjadi saksi ahli ketika ada gugatan di MK. Pihak yang meminta dirinya menjadi saksi ahli ketika itu adalah Komisi Yudisial.
"Pernah dulu hadir sebagai ahli di MK dalam perkara pengujian UU-KY karena diminta oleh KY sebagai lembaga negara dan dalam pengujian UU yang sifatnya abstrak. bukan dalam kasus hukum yang konkret. Untuk yang kasus HR (Habib Rizieq) ini pun saya berpossi seperti itu. Belum bisa mengubah pilihan sikap," jelasnya.
Terkait penolakan itu, dia meminta agar tim pengacara Rizieq untuk memilih orang lain untuk bisa dimintai pendapatnya dalam kasus tersebut.
"Biar ahli-ahli yang lain saja yang dihadirkan. Sejak jadi berhenti dari MK sudah sangat banyak yang meminta saya untuk menjadi ahli atau saksi ahli di pengadilan, bahkan banyak yang hanya meminta mencantumkan nama saya sebagai tim hukum meskipun saya tak bisa hadir," katanya.
Sebelumnya, anggota tim advokasi GNPF MUI Kapitra Ampera mengatakan pihaknya akan menghadirkan saksi ahli dalam perkara yang menjerat Rizieq sebagai tersangka.
Saksi ahli yang akan dihadirkan, di antaranya mantan Ketua MK Mahfud MD dan pakar hukum pidana Yusril Ihza Mahendra.
"Kami akan kirim saksi ahli. Saat ini sedang dikomunikasikan," kata Kapitra.
"Insya Allah Pak Mahfud dan Pak Yusril (bisa dihadirkan sebagai saksi ahli)," sambungnya.
Kapitra menilai pihaknya membutuhkan saksi ahli lantaran kekeliruan dalam memandang kasus Rizieq.
Menurut Kapitra pernyataan Rizieq tidak bermaksud menghina Pancasila dan Sukarno. Kapitra menilai pernyataan kliennya dalam konteks sejarah lahirnya ide pembentukan sila Pancasila.
"Memang Bung Karno tempatkan sila ketuhanan yang maha esa di sila kelima. Itu realitas sejarah. Jadi dibilang hina Presiden. Hinanya dimana?" kata dia.
Berita Terkait
-
Viral Mahfud MD Ungkap Dadan BGN Pantas Dihukum Mati: Potong Tangan Terlalu Ringan
-
Kritik Kunjungan LN Prabowo, Mahfud MD: Terlalu Sering Itu Boros, Produknya Harus Jelas!
-
Mahfud Tegaskan Polisi Tak Bisa Menolak Putusan Praperadilan Kasus Andrie Yunus
-
'Pengadilan Jadi Dagelan', Kritik Keras Mahfud MD di 28 Tahun Reformasi
-
Mahfud MD Ungkap Isi Obrolan dengan Jokowi di Kondangan Soimah: Gak Ada Bahas Politik
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
Terkini
-
Penandatanganan SKB Kemendagri & Menteri PKP Perkuat Peran Pemda dalam Program 3 Juta Rumah
-
Dasco Hubungi Kepala BGN, DPR Sebut Ada Efisiensi Anggaran MBG Rp70 Triliun
-
Respons Tuntutan Mahasiswa, Sufmi Dasco Telepon Kepala BGN dan Menteri ESDM
-
Pimpinan DPR Naik Mobil Komando Temui Massa, Janji Bebaskan 16 Mahasiswa Trisakti dan Bereskan BBM
-
Di Hadapan Mahasiswa, DPR Ungkap Anggaran MBG Bakal Diefisiensikan Rp70 Triliun
-
Mahasiswa Trisakti Beri Peringatan Keras: Jangan Main-Main dengan Isu Perut Rakyat
-
Diangkut Mobil Tahanan ke RS Polri, Roy Suryo Bercelana Pendek, Dokter Tifa Berompi Oranye
-
Tandatangani SKB dengan Menteri PKP, Mendagri Dukung Percepatan Pembangunan 3 Juta Rumah
-
Integrasi Data Kependudukan Perkuat Stabilitas Keamanan di Tengah Volatilitas Global
-
Mahasiswa Trisakti Bubar Usai Audiensi, DPR Janji Tindak Lanjuti Tuntutan