Suara.com - Seorang pelaku penjambretan telepon selular di Jalan Chairil Anwar, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, babak belur dikeroyok massa setelah melukai korbannya dengan celurit di bagian kepala.
"Pelaku yang dikeroyok massa bernama M Nuryono (18) berhasil kita tangkap, sedangkan seorang rekannya melarikan diri," kata Kasubag Humas Polrestro Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing Andari di Bekasi, Minggu (5/3/2017).
Kronologi kejadian, berlangsung saat korban bernama Rino Muladi Hasim (14) berdiri seorang diri di sekitar lokasi kejadian depan Ruko Kalimas, Jalan Chairil Anwar, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur pukul 00.30 WIB.
"Saat itu korban sedang manin ponsel di pinggir jalan kemudian pelaku Nuryono dibonceng rekannya M Firdaus (22) menghampiri korban dari arah Jalan Dewi Sartika naik sepeda motor Yamaha Mio biru," terangnya.
Pelaku pada saat itu sudah mempersiapkan celurit panjang dipegang Nuryono dan dihimpit tubuh Firdaus yang dibonceng di bagian belakang.
Secara tiba-tiba, Nuryono langsung mengarahkan celuritnya ke arah kepala korban satu kali dengan tangan kanan, sementara tangan kirinya merebut ponsel korban.
Namun korban sempat memberikan perlawanan dengan menarik pakaian switer Nuryono, sementara pelaku Firdaus terus menancapkan gas motornya, hingga korban terbawa dan terseret beberapa meter.
"Saat itu korban berteriak meminta pertolongan warga sekitar dan segera direspons dengan melakukan pengejaran," ujar Erna.
Di saat bersamaan, petugas Patroli kepolisian setempat melintas di lokasi dan ikut melakukan pengejaran.
Baca Juga: Pengakuan Lelaki yang Berani Cium Raja Salman
"Nuryono berhasil ditangkap warga yang sedang nongkrong di depan minimarket sekitar lokasi kejadian," ungkap dia.
Nuryono sempat membuang ponsel milik korban dan berdalih tidak terlibat dalam aksi kejahatan, namun setelah dipukuli warga, tersanga mengaku.
"Nuryono mengalami memar di bagian wajahnya sedangkan korban mengalami luka robek di kepala dan telah mendapat perawatan sebanyak lima jahitan akibat celurit pelaku," jelasnya.
Sementara pelaku Firdaus berhasil melarikan diri dan kasus hukumnya sedang dalam penanganan Polsek Bekasi Timur. [Antara]
Tag
Berita Terkait
-
Dua Jambret Dibekuk Polisi, Modusnya Ikuti Sepeda Motor Korban
-
Ini Pengakuan Jambret Berjimat Kembang Tujuh Rupa
-
Sudah Pakai Jimat, Tetap Saja Jambret Ini Bonyok Dipukuli Massa
-
Penjambret Wartawati Jakarta Post Dibekuk, Korbannya Selalu Cewek
-
Teriakan Korban Bikin Jambret Panik Sampai Menabrak Motor
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
Pilihan
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
Terkini
-
Transjakarta Minta Maaf atas Insiden Penumpang Tunanetra Jatuh, Janji Perketat SOP dan Pendampingan
-
Titiek Soeharto 'Warning' 3 Kementerian soal Dampak Banjir Sumatera
-
Tanpa Digaji, 1.142 Taruna KKP Dikirim ke Aceh dan Sumatra Jadi Relawan Bencana
-
Sentilan Keras Peter Gontha: Buat Apa Ada KY Jika Hakim 'Bermasalah' Adili Nadiem?
-
Tolak Pembukaan Lahan Sawit di Papua, Paul Finsen: Sampaikan ke Prabowo dan Bahlil, Setop Barang Itu
-
Gaji Pokok Nol Rupiah, Hakim Ad Hoc Curhat Pilu: Meninggal Dunia Pun Harus Urunan
-
KKP Kerahkan 1.142 Taruna ke AcehSumatra, Fokus Bersihkan Lumpur Pascabencana
-
Airlangga Hartarto Mendadak Muncul di Gedung KPK, Ada Apa?
-
KLH Siapkan Gugatan Triliunan untuk 6 Perusahaan Terduga Biang Banjir Sumatra
-
Kamuflase Bus Pekerja: Strategi PT GAN Kelabuhi Bea Cukai demi Keluarkan Barang Tanpa Izin