Ketua Umum Gerakan Muda Nurani Rakyat Oktasari Sabil dan pengacara Yan Yan [suara.com/Agung Sandy Lesmana]
Ketua Umum Gerakan Muda Nurani Rakyat Oktasari Sabil melaporkan Wakil Ketua Umum Partai Hanura I Wayan Gede Pasek Suardika ke Polda Metro Jaya lantaran diduga menyebar fitnah, Jumat (10/3/2017).
"Kami sudah selesai melakukan proses pelaporan terhadap Bapak Gede Pasek terkait statement yang dikeluarkan oleh beliau pada tanggal 3 Maret 2017 yang menyatakan bahwa ketua umum Gemura itu pernah mencalonkan diri dari partai lain sehingga atas alasan itu Bapak Gede Pasek mengatakan bahwa Gemura sekarang bukan lagi organ otonom dari partai Hanura," kata pengacara Oktasari, Yan Yan, usai membuat laporan di Polda Metro Jaya.
Oktasari bersama pengacara membawa barang bukti berupa transkrip percakapan dan rekaman. Polisi telah menerima laporan Oktasari dengan nomor LP/ 1196/ III/ 2017/ PMJ/ Dit Reskrimum. Dalam laporan tersebut, mereka menduga Pasek melanggar Pasal 311 ayat (1) KUHP tentang dugaan fitnah.
Menurut Yan Yan pernyataan Gede Pasek tak sesuai dengan fakta. Faktanya, kata dia, Oktasari tidak pernah menjadi kader partai lain, selain Hanura.
"Nah hal tersebut tidak sesuai dengan faktanya, karena Mbak Okta ini dua kali mencalonkan diri itu selalu dari partai Hanura dan memperoleh suara terbanyak untuk Partai Hanura di daerah pemilihannya," kata dia.
Selain diduga menyebar fitnah, kata Yan Yan, Gede Pasek diduga mempengaruhi kader Gemura yang kini direkrut menjadi tenaga ahli anggota DPR.
"Gede Pasek ini selain menyebarkan fitnah, dia juga mengintimidasi kader kader Gemura yang sekarang menjadi tenaga ahli di DPR RI. Disuruh memilih apakah mau jadi TA atau keluar dari Gemura dan itu bukan Hanura terhadap TA tetapi terhadap seluruh kader kader Gemura yang ada di Indonesia, begitu tadi laporannya," katanya.
Dia juga menyebut Pasek yang baru saja masuk Partai Hanura telah merusak tatanan organisasi. Yan Yan mengatakan pembentukan organisasi sayap Gemura berbarengan dengan berdirinya Partai Hanura.
"Jangan sampai ada yang baru masuk partai tanpa melihat budaya langsung mengacak-acak sesukanya," katanya.
Yan Yan mengatakan pihaknya juga berencana menggugat ke Pengadilan Negeri Tata Usaha lantaran nama Pasek diduga masih tercatat sebagai kader Partai Demokrat.
"Kami akan mengajukan gugatan ke PTUN terkait dengan kepengurusan Gede Pasek sendiri karena Gede Pasek ini masih tercatat sebagai anggota partai lain (Demokrat)," kata dia.
Oktasari menambahkan hingga kini belum berbicara kepada Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang terkait kasus Pasek
"Sampai detik sekarang dari Bapak Gede Pasek melakukan pencemaran nama baik saya belum ada koordinasi antara Bapak Oso dengan pihak kami yaitu saya sebagai Ketum hari ini berafiliasi dengan Hanura dan belum ada titik temu," kata Oktasari
Oktasari mengatakan akan membawa kasus tersebut ke Mahkamah Kehormatan Dewan DPR karena Pasek saat ini masih menjadi senator.
"Teman-teman perlu ketahui habis ini kami ada ke MKD karena pak Pasek inikan dewan, jadi kami melaporkan juga ke sana supaya ada teguran secara etika dalam berkomunikasi kepada rakyat. Kami kan rakyat, beliau perwakilan dari rakyat harusnya memberikan contoh yang baik," katanya.
"Kami sudah selesai melakukan proses pelaporan terhadap Bapak Gede Pasek terkait statement yang dikeluarkan oleh beliau pada tanggal 3 Maret 2017 yang menyatakan bahwa ketua umum Gemura itu pernah mencalonkan diri dari partai lain sehingga atas alasan itu Bapak Gede Pasek mengatakan bahwa Gemura sekarang bukan lagi organ otonom dari partai Hanura," kata pengacara Oktasari, Yan Yan, usai membuat laporan di Polda Metro Jaya.
Oktasari bersama pengacara membawa barang bukti berupa transkrip percakapan dan rekaman. Polisi telah menerima laporan Oktasari dengan nomor LP/ 1196/ III/ 2017/ PMJ/ Dit Reskrimum. Dalam laporan tersebut, mereka menduga Pasek melanggar Pasal 311 ayat (1) KUHP tentang dugaan fitnah.
Menurut Yan Yan pernyataan Gede Pasek tak sesuai dengan fakta. Faktanya, kata dia, Oktasari tidak pernah menjadi kader partai lain, selain Hanura.
"Nah hal tersebut tidak sesuai dengan faktanya, karena Mbak Okta ini dua kali mencalonkan diri itu selalu dari partai Hanura dan memperoleh suara terbanyak untuk Partai Hanura di daerah pemilihannya," kata dia.
Selain diduga menyebar fitnah, kata Yan Yan, Gede Pasek diduga mempengaruhi kader Gemura yang kini direkrut menjadi tenaga ahli anggota DPR.
"Gede Pasek ini selain menyebarkan fitnah, dia juga mengintimidasi kader kader Gemura yang sekarang menjadi tenaga ahli di DPR RI. Disuruh memilih apakah mau jadi TA atau keluar dari Gemura dan itu bukan Hanura terhadap TA tetapi terhadap seluruh kader kader Gemura yang ada di Indonesia, begitu tadi laporannya," katanya.
Dia juga menyebut Pasek yang baru saja masuk Partai Hanura telah merusak tatanan organisasi. Yan Yan mengatakan pembentukan organisasi sayap Gemura berbarengan dengan berdirinya Partai Hanura.
"Jangan sampai ada yang baru masuk partai tanpa melihat budaya langsung mengacak-acak sesukanya," katanya.
Yan Yan mengatakan pihaknya juga berencana menggugat ke Pengadilan Negeri Tata Usaha lantaran nama Pasek diduga masih tercatat sebagai kader Partai Demokrat.
"Kami akan mengajukan gugatan ke PTUN terkait dengan kepengurusan Gede Pasek sendiri karena Gede Pasek ini masih tercatat sebagai anggota partai lain (Demokrat)," kata dia.
Oktasari menambahkan hingga kini belum berbicara kepada Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang terkait kasus Pasek
"Sampai detik sekarang dari Bapak Gede Pasek melakukan pencemaran nama baik saya belum ada koordinasi antara Bapak Oso dengan pihak kami yaitu saya sebagai Ketum hari ini berafiliasi dengan Hanura dan belum ada titik temu," kata Oktasari
Oktasari mengatakan akan membawa kasus tersebut ke Mahkamah Kehormatan Dewan DPR karena Pasek saat ini masih menjadi senator.
"Teman-teman perlu ketahui habis ini kami ada ke MKD karena pak Pasek inikan dewan, jadi kami melaporkan juga ke sana supaya ada teguran secara etika dalam berkomunikasi kepada rakyat. Kami kan rakyat, beliau perwakilan dari rakyat harusnya memberikan contoh yang baik," katanya.
Komentar
Berita Terkait
-
Cerita Inspiratif: Desa Hanura Lampung Tumbuh Lewat Sinergi Alam dan Warga
-
KPK Akan Usut Dugaan Gratifikasi Jet Pribadi Menag dari Ketum Hanura
-
Politikus Partai Hanura Pemilik Tempat Karaoke Plus Prostitusi Ditahan
-
Buka Bersama Partai Hanura dengan Kepala Daerah, Gubernur Aceh Beberkan Cerita Saat Retret
-
Kampanye Akbar Pramono-Rano Tanpa Bendera PDI Perjuangan dan Hanura, Ada Apa?
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis