Suara.com - Badan Pengawas Pemilu DKI Jakarta tengah memproses kasus dugaan politik uang lewat acara bagi-bagi sembako kepada warga Kebon Pala, Kelurahan Jatinegara, Jakarta Timur, yang diduga dilakukan sejumlah pendukung Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat, di antaranya vokalis grup musik Nidji, Giring Ganesha. Pelapor kasus tersebut yaitu pengacara yang tergabung dalam Advokat Cinta Tanah Air yang dipimpin oleh Kris Ibnu T. Wahyudi.
Semalam, kata Kris, Bawaslu DKI Jakarta sudah meminta keterangan beberapa warga Kebon Pala. "Semalam kami dampingi beberapa warga Kebon Pala yang diperiksa Bawaslu sampai sekitar jam 22.00 WIB," kata Ibnu kepada Suara.com, Rabu (15/3/2017).
Setelah memeriksa saksi warga, kata Kris, tentu bawaslu juga akan memeriksa Giring.
"Nanti kan pasti artis itu dipanggil oleh bawaslu untuk dimintai keterangan," kata Kris.
Kris mengungkapkan warga sudah mengakui menerima sembako yang diserahkan oleh tim yang memakai baju kotak-kota khas pendukung Ahok-Djarot.
"Terima sembako. lalu sudah sembako diserahkan ke bawaslu untuk barang bukti," kata Kris.
Kris mengatakan ACTA akan menunggu kesimpulan dari hasil pemeriksaan yang dilakukan Bawaslu. ACTA berharap jika terbukti pelanggaran, kasus tersebut diproses secara hukum.
"Tinggal kami tunggu, bola di tangan bawaslu. Kalau selesai pemeriksaan, lalu kesimpulan, apakah ada pelanggaran, tentu dilaporkan ke kepolisian. Kalau nggak nanti juga akan diberikan surat pemberitahuan bahwa perkara ini tidak dilanjutkan," kata Kris.
Beberapa waktu yang lalu, Giring telah dimintai keterangan oleh bawaslu.
"Jadi saya ditanya pernah lihat ini (sambil tunjukin isi sembako). Terus saya jawab baru lihat sekali, saya datang menemani ibu saya dan tak tahu di dalam sembako itu isinya apa," kata Giring, Selasa (14/3/2017).
Giring kemudian menceritakan peristiwa yang kemudian dia dilaporkan ke bawaslu. Giring mengatakan acara tersebut merupakan bhakti sosial. Dia mengatakan ketika itu tidak mengenakan kemeja khas pendukung Ahok. Giring memakai baju hitam.
Lebih jauh, Giring mengatakan bawaslu tak melarang acara bhakti sosial, asalkan tak ada unsur kampanye.
"Bawaslu membolehkan bagi-bagi sembako, asal tujuannya kemanusiaan. Tapi nggak boleh ada embel-embel uang. Apalagi embel-embel kampanye," katanya.
Berita Terkait
-
Dedi Mulyadi Akui Marketnya Makin Luas Gara-Gara Sering Ngonten, Mau Nyapres?
-
Jatuh Bangun Nasib Ridwan Kamil: Gagal di Jakarta, Kini Terseret Isu Korupsi dan Perselingkuhan
-
Tim RIDO Laporkan KPU ke DKPP dan Minta Pemungutan Suara Ulang, Anies: No Comment!
-
Pilkada DKI: El Rumi Pilih Dharma-Kun, Soroti Masalah Kabel Listrik
-
Cak Lontong 'Ronda' Amankan Suara Pramono-Rano di Masa Tenang Pilkada
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 30 Kode Redeem FF 25 Maret 2026: Klaim Bundle Panther Gratis dan Skin M14 Sultan Tanpa Top Up
- 5 Rekomendasi HP Samsung Terbaru Murah dengan Spek Gahar, Mulai Rp1 Jutaan
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Stasiun Jakarta Masih Diserbu Penumpang Arus Balik, Tembus 52 Ribu Penumpang Hari Ini
-
Antisipasi Macet Monas, KAI Alihkan Naik Kereta dari Gambir ke Jatinegara Hari Ini
-
Tekan BBM Lewat WFH ASN? DPRD Jakarta Peringatkan Risiko ke Layanan Publik
-
Hemat BBM, Kemenimipas Terapkan WFH hingga Pangkas Perjalanan Dinas Mulai April 2026
-
Kejagung Bidik Tersangka Pejabat di Kasus Korupsi Tambang Ilegal PT AKT
-
Suhu Bumi Naik 75 Persen, Pakar UGM Ungkap Dampak Cuaca Ekstrem hingga Krisis Pangan
-
Tambang Ilegal Bertahun-tahun Terbongkar ! Kejagung Tetapkan Bos PT AKT Tersangka Korupsi Batu Bara
-
Periode Akhir Arus Balik Lebaran, Pemudik Diimbau Gunakan Rest Area Alternatif
-
Sempat Ditutup karena Kelapa Utuh, SPPG Seri Kuala Lobam Kembali Beroperasi
-
Ketegangan di Selat Hormuz, Mengapa Indonesia Terlempar dari Daftar Jalur Hijau Militer Iran?