Suara.com - Kepolisian Daerah Bali mengerahkan sekitar 5.600 personel untuk mengamankan rangkaian Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1939.
Kepala Polda Bali Inspektur Jenderal Pol Petrus Golose mengatakan polisi juga dibantu sekitar 22 ribu pecalang di seluruh Bali untuk mengamankan rangkaian Nyepi mulai saat ritual "Melasti" atau penyucian sarana upacara ke pantai atau sumber mata air hingga sehari usai Nyepi atau "Ngembak Geni", 23-29 Maret 2017.
Kegiatan pengamanan itu di antaranya saat Melasti pada 23 dan 25 Maret 2017, ritual penyucian alam semesta atau "Tawur Agung", "pengerupukan" atau saat pawai "ogoh-ogoh" atau boneka raksasa menyeramkan" yang berlangsung pada Senin (27/3), Nyepi pada Selasa (28/3) dan Ngembak Geni pada Rabu (29/3).
Polda Bali menyebutkan sebanyak 7.079 ogoh-ogoh di seluruh Bali akan diarak pada saat Pengerupukan sehingga memerlukan pengamanan dari petugas kepolisian dan pecalang serta instansi terkait lainnya.
Petrus Golose meminta masyarakat untuk turut serta menjaga keamanan wilayah menjelang tahun baru umat Hindu tersebut mengingat Nyepi merupakan hari suci dan disakralkan.
"Saya perintahkan Binmas, Babinkamtibmas dan intelijen kerja sama dengan desa adat untuk melakukan pendekatan lunak sehingga tidak ada gesekan," katanya.
Pada saat Nyepi, umat Hindu menjalankan "Catur Berata Penyepian" atau empat pantangan yakni "Amati Karya" atau tidak bekerja, "Amati Lelungaan" atau tidak bepergian, "Amati Lelanguan" atau tidak bersenang-senang dan "Amati Geni" atau tidak menyalakan api termasuk listrik dan cahaya.
Saat Nyepi, hanya ada beberapa instansi yang buka terbatas di antaranya rumah sakit, kantor kepolisian dan dinas kebakaran dengan tanpa penerangan di luar gedung.
Sehari setelah Nyepi disebut "Ngembak Geni" umat Hindu melaksanakan "Dharma Shanti" dengan bersilahturahmi dengan keluarga dan kerabat.
Baca Juga: Liburan Mewah di Karma Kandara dan Karma Reef saat Nyepi
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan