Suara.com - Anggota Komisi IX DPR Nihayatul Wafiroh mengatakan, Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) tidak hanya untuk melindungi perempuan dan anak-anak, karena laki-laki juga bisa menjadi korban kekerasan seksual.
"Ada juga laki-laki yang bisa mengalami perkosaan. Misalnya melalui sodomi," kata Nihayatul dalam sebuah diskusi di Jakarta, Kamis (16/3/2017).
Karena itu, sebagai salah satu pengusul RUU PKS, Nihayatul meminta semua pihak untuk melihat RUU tersebut secara komprehensif.
Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu berharap, DPR segera menyelesaikan pembahasan RUU PKS dan mengesahkannya sebagai RUU inisiatif DPR.
“RUU tersebut masuk ke dalam prioritas Program Legislasi Nasional 2016. Prosesnya cukup panjang untuk bisa masuk prolegnas (program legislasi nasional). Saat ini sedang diharmonisasi di Badan Legislasi dan tinggal satu langkah lagi dibawa ke paripurna DPR untuk disahkan menjadi RUU inisiatif DPR," tuturnya.
Nihayatul mengatakan, RUU tersebut penting karena mencakup kategorisasi kekerasan seksual, hak korban dan keluarga korban serta tindakan terhadap pelaku.
"Selama ini Kitab Undang-Undang Hukum Pidana hanya memasukkan perkosaan dan pencabulan sebagai kekerasan seksual. Padahal, masih banyak kategori kekerasan seksual lainnya," katanya.
Nihayatul menjadi salah satu narasumber dalam Diskusi Panel "Urgensitas Pembentukan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual" yang diadakan Indonesian Feminist Lawyers Club (IFLC).
Baca Juga: Gamawan Fauzi di Sidang e-KTP
Selain Nihayatul, narasumber lain adalah Happy Farida Djarot, istri Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat; Wakil Ketua Umum Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Hendrik Jehaman, Wakil Ketua DPD GKR Hemas dan Komisioner Komisi Nasional Antikekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) Irawati Harsono . (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Epstein Gigih Dekati Vladimir Putin Selama Satu Dekade, Tawarkan Informasi 'Rahasia AS'
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
Terkini
-
Prakiraan Cuaca Jakarta Rabu: BMKG Ingatkan Potensi Hujan Petir di Jakarta Barat
-
Mensos Gus Ipul Tekankan Penguatan Data untuk Lindungi Keluarga Rentan
-
Epstein Gigih Dekati Vladimir Putin Selama Satu Dekade, Tawarkan Informasi 'Rahasia AS'
-
Prabowo Dijadwalkan Bertemu Donald Trump di AS, Bahas Tarif Impor dan Board of Peace
-
Kemensos - BGN Matangkan Program MBG Lansia dan Disabilitas
-
Panduan Lengkap Daftar Akun SNPMB 2026 dan Jadwal Cetak Kartu SNBP 2026
-
Bukan Musuh, Pemred Suara.com Ajak Jurnalis Sulsel Taklukkan Algoritma Lewat Workshop AI
-
Sekjen PBNU Ungkap Alasan Prabowo Gabung Board of Peace: Demi Cegah Korban Lebih Banyak di Gaza
-
Hadiri Majelis Persaudaraan Manusia di Abu Dhabi, Megawati Duduk Bersebelahan dengan Ramos Horta
-
Tiket Kereta Lebaran 2026 Telah Terjual Lebih Dari 380 Ribu, Purwokerto Jadi Tujuan Paling Laris