Suara.com - Presiden Joko Widodo membahas tiga hal pokok dalam sidang paripurna kabinet hari ini di Istana Negara, Jakarta, Rabu (15/3/2017).
Yang dibahas berkaitan kebijakan pemerataan ekonomi, kapasitas fiskal dan pagu anggaran indikatif RAPBN 2018, serta kemudahan berbisnis atau easy of doing bussiness 2018.
"Selain itu juga hal-hal yang berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi 2017 dan 2018, hambatan dan tantangan apa juga kita sampaikan," kata Jokowi.
Yang pertama, terang Jokowi, mengenai pemerataan ekonomi yang berkeadilan dengan percepatan sertifikasi lahan. Dalam hal ini, mantan Gubernur DKI Jakarta ini meminta Kementerian Agraria dan Badan Pertanahan Nasional, dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Hutan dalam mematangkan kecepatan setifikasi lahan.
"Kemudian format kebijakan pembagian lahan, ini sering kita sampaikan mengenai redistribusi aset, dan juga reforma agraria sehingga menjadi jelas, secepatnya bisa kita lakukan di lapangan secara besar-besaran. Karena kemarin yang sudah dimulai di lapangan itu sangat disambut baik oleh masyarakat, tapi kalau ini tidak secepatnya digarap secara besar-besaran, ini akan kelamaan masyarakat menunggu," ujar dia.
Terkait pemerataan ekonomi, Jokowi menyebut pentingnya pendampingan masyarakat setelah diberi lahan. Jokowi meminta ada pendampingan dari BUMN seperti PTPN (perusahaan perkebunan), BRI. Hal ini bisa dilakukan dengan cepat, sehingga masyarakat akan mendapatkan manfaat yang sangat baik.
"Ini juga bisa dikaitkan dengan BUMDES (Badan Usaha Milik Desa). Kemendes bisa sambung dengan ini mengenai redistribusi aset dan reforma agraria," terang dia.
Kedua mengenai kemudahan berbisnis. Jokowi menginginkan peringkat kemudahan berbisnis Indonesia naik ke posisi 40 akhir tahun ini. Saat ini Indonesia masih berada di posisi ke-91.
"Target kita adalah peringkat 40, agar Indonesia dikenal sebagai negara yang di depan dalam kemudahan berusaha. Untuk itu target penurunan prosedur memulai usaha menjadi tujuh hari dan lima prosedur dapat segera direalisasikan," kata dia.
Ketiga yaitu soal kapasitas fiskal dan pagu indikatif RAPBN 2018. Dalam hal ini Jokowi minta kepada seluruh menteri untuk menyusun rencana kebutuhan anggaran yang akan diajukan melalui RAPBN 2018 secara realistis dan kredibel. RAPBN 2018 harus mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia antara 5,4 persen hingga 6,1 persen.
"Untuk itu saya kira semua kementerian harus kerja keras dan lakukan langkah konkret, jangan bekerja rutinitas, monoton, linier, bussiness as usual. Ini harus ditekankan pada jajaran di bawah kita agar langkah konkret itu ada," ujar Jokowi.
Selain itu, berkaitan anggaran penerimaan negara yang akan dimuat di RAPBN 2018, Jokowi meminta adanya peningkatan rasio perpajakan terhadap PDB menjadi 11 persen dan mendorong investasi swasta dan BUMN. Maka itu peran pengeluaran modal atau capital expenditure BUMN harus benar-benar ditingkatkan.
"Sehingga setiap program betul-betul mendorong produktivitas serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan investasi. Dan untuk investasi, karena kapasitas fiskal kita yang terbatas, sekali lagi investasi tidak bisa hanya tergantung pada investasi pemerintah. Sumber-sumber investasi di tahun 2017 apalagi nanti pada 2018 sebagian besar harus berasal dari swasta seperti yang sudah sering saya sampaikan. 70-80 persen itu berasal dari swasta atau BUMN," tandas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Usai Dicek FBI, Don Ritto Berikut Tumpukan Emas dan Dolar Dilimpahkan ke Kejagung Besok!
-
Resmi! Iran Siap Angkat Senjata Melawan Amerika Serikat
-
DBS Indonesia Ramal IHSG Tembus 8.000, Rupiah Bisa Menguat ke Level Rp17.600
-
Hyunsuk CIX Gabung Study Group 2, Bakal Jadi Musuh Utama Hwang Minhyun
-
Hilang 3 Hari, Eks Sales Rokok di Nganjuk Ditemukan Terkubur Tak Wajar di Pekarangan Rumah
-
3 Zodiak Paling Dibenci karena Sifatnya yang Nyebelin, Ada Favoritmu?
-
Modernisasi Pelabuhan Dorong Efisiensi Distribusi Pupuk Nasional
-
Efek AS Blokir Selat Hormuz Sudah Terasa, Tanker Minyak Menuju Iran Lumpuh
-
Bedak Apa yang Cocok untuk Kulit Berminyak di Indonesia? Ini 5 Produk Lokal yang Murah
-
Gelegar Ledakan di Malam Sunyi: Toko Sembako di Mojoagung Ludes Terbakar, Satu Korban Terluka