Suara.com - Politikus maupun birokrat Indonesia tampaknya harus banyak belajar dari Menteri Dalam Negeri Prancis Bruno Le Roux. Sebab, dirinya berani mengundurkan diri setelah ketahuan pernah mempekerjakan kedua putrinya saat masih menjadi anggota parlemen periode 2009-2016.
Le Roux, seperti dilansir AFP, (Selasa (21/3/2017), menegaskan tidak ada satu pun ketentuan hukum yang dilanggar saat dirinya memberi pekerjaan kepada kedua putrinya setiap musim panas selama periode dirinya menjadi legislator.
Namun, sejumlah pihak menuding Le Roux memberi pekerjaan kepada kedua putrinya yang ketika itu ternyata tengah terikat dalam kegiatan lain.
”Saya tegaskan, tidak ada satu pun peraturan hukum yang dilanggar dalam kasus itu. Tapi, agar roda pemerintahan tidak terganggu investigasi atas kontrak kerja saat itu, saya memutuskan mengundurkan diri,” tutur Le Roux.
Skandal tersebut bermula ketika anggota Partai Sosialis Prancis ini menjadi bintang tamu dalam acara televisi Quotidien, Senin (20/3). Saat itu, presenter mengonfirmasi kebenaran kabar dirinya memberi pekerjaan kepada kedua putrinya pada liburan musim panas selama menjadi anggota parlemen.
Sang wartawan mengungkapkan, kedua putri Le Roux diberi pekerjaan saat masih berusia 15 dan 16 tahun untuk 24 kontrak yang total bayarannya mencapai 50 ribu Euro atau stara Rp 790 juta.
Memberi pekerjaan kepada anggota keluarga merupakan praktik lazim bagi anggota parlemen atau birokrat di Prancis, dan tidak melanggar hukum.
Namun, persoalannya, Le Roux memberi kedua putrinya pekerjaan saat keduanya terikat program magang dan kursus.
Baca Juga: Djarot Temui Gus Sholah Sore Ini, Bahas Nama Masjid Raya
Presiden Francois Hollande mengungkapkan, menerima keputusan Le Roux dan langsung menetapkan Menteri Perdagangan Matthias Fekl sebagai pengganti sementara.
Masih menurut AFP, masalah serupa juga menimpa calon presiden dari partai politik kanan-tengah, Francois Fillon.
Fillon diduga membayar sang istri, Penelope, sebagai asisten ketika masih menjadi anggota parlemen. Meski dibayar memakai uang negara, Penelope diduga tak pernah melakukan pekerjaannya.
Selain itu, Penelope juga diduga menggaji kedua anaknya, Marie dan Charles, sebagai penasehat hukum keluarga meski keduanya belum tersertifikasi sebagai pengacara publik.
Gara-gara skandal itu, pesentase popularitas Fillon yang sempat menjadi capres unggulan langsung merosot tajam. Kekinian, Fillon kalah populer dan memunyai persentase elektabilitas lebih rendah dari capres partai kanan-jauh (neo-fasis) Marie Le Pen.
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
Pilihan
-
Kabar Duka, Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno Meninggal Dunia di RSPAD Pagi Ini
-
Terungkap! Begini Cara CIA Melacak dan Mengetahui Posisi Ayatollah Ali Khamenei
-
Iran Klaim Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln Pakai 4 Rudal, 3 Tentara AS Tewas
-
BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel
-
Iran Kibarkan Bendera Merah di Masjid Jamkaran Usai Kematian Khamenei, Simbol Janji Balas Dendam
Terkini
-
Kabar Duka, Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno Meninggal Dunia di RSPAD Pagi Ini
-
Kapolri: Stabilitas Keamanan Kunci Jaga Ekonomi di Tengah Konflik ASIsrael dan Iran!
-
Gubernur NTB Koordinasi dengan Dubes Timur Tengah Pastikan Keselamatan Warga
-
Profil Ayatollah Alireza Arafi, Pemimpin Tertinggi Iran Pengganti Ali Khamenei
-
Kembangkan Kasus Narkoba AKBP Didik, Bareskrim Tangkap Kurir Jaringan Ko Erwin di Riau
-
Kembangkan Kasus Narkoba AKBP Didik, Bareskrim Tangkap Kurir Jaringan Ko Erwin di Riau
-
Terungkap! Begini Cara CIA Melacak dan Mengetahui Posisi Ayatollah Ali Khamenei
-
Iran Klaim Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln Pakai 4 Rudal, 3 Tentara AS Tewas
-
Sejarah Bendera Merah di Masjid Jamkaran: Dari Balas Dendam Soleimani hingga Khamenei
-
Ayatollah Ali Khamenei Gugur, Ahlulbait Indonesia Gelar Doa 7 Hari: Perlawanan Tak Padam