Suara.com - Kepala Desa Kalirejo, Yogyakarta, Lana kaget banyak warga yang menghubungi ponselnya pertengahan Maret kemarin. Dia mendapatkan laporan, desa yang dia pimpin tertimbun longsor.
Kabar itu ditanyakan oleh warganya yang ada di luar desa. Lana pun bingung, dia yang ada di lokasi yang dikabarkan tertimbun longsor, melihat desanya baik-baik saja. Terlebih, polisi dan tentara langsung ‘mengepung’ dia.
“Awalnya saya dapat informasi itu sekitar Jumat sore (17 Maret2016), warga tidak panik sekali. Tapi yang diperantauan panik. Mereka khawatir rumahnya tertimbun longsor,” kata Lana saat berbincang dengan suara.com, Rabu (29/3/2017).
Isi pesan itu tersebar di grup WhatsApp dan media sosial. Isinya telah terjadi longsor di pedukuhan Sengir, Kulonprogo pukul 18.15 WIB yang diakibatkan intensitas tinggi di Dusun Sengir, Kelurahan Kalirejo, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulonprogo.
Masih dalam pesan itu disebutkan longsor itu mengakibatkan 76 rumah rusak, 9 orang meninggal, 32 orang luka, 39 orang hilang, dan 247 orang mengungsi.
Lana mencari tahu, si penyebar kabar bencana di desanya itu. Sebab dalam pesan yang tersebar 17 Maret itu dinilai keterlaluan. Kabar bencana yang disebar terbilang parah, sebab di desanya hanya ada 84 rumah.
Begitu ditelusuri, yang menyebari informasi itu adalah Sukirdja. Sukirdja adalah seorang guru SMP 1 Kokap. Sukirdja dikenal di desa itu karena seorang guru yang aktif bergaul dengan warga.
“Jumat tengah malam, Pak Kirdja datang ke rumah saya dan meminta maaf,” kata dia.
Jejak Sukirdja mengirimkan pesan itu membekas di pesan WhatsApp masing-masing di telepon pintar warga. Bahkan isu longsor sudah tersebar ke pesan singkat (SMS).
Baca Juga: Analisa Anies-Sandi Munculnya Banyak Hoax
Begitu tahu si penyebar hoax adalah Sukirdja, warga pun geram. Dia kesal lantaran informasi itu sudah membuat panik.
“Warga minta ke saya, agar Sukirdja minta maaf,” ceritanya.
Awal pekan lalu, Lana pun berunding dengan warga dan polisi di desanya. Mereka sepakat dilakukan ‘sidang rakyat’ untuk Sukirdja, Jumat (24/3/2017).
Hari sidang tiba, Balai Dusun Sengir dipenuhi oleh warga Kalirejo. Sukirdja datang sidang itu mengenakan batik merah.
Dalam sidang yang dilakukan sederhana dan duduk di lantai, Sukirdja membacakan permohonan maaf dalam beberapa lembar kertas. Sukirdja janji akan mengkonfirmasi informasi sebelum dia sebar. Selain itu Sukirdja juga akan memohon maaf di media massa.
“Dia juga dihukum bangun fasilitas penerangan di kawasan yang dia bilang longsor,” kata dia.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
Pilihan
-
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
Terkini
-
Dino Patti Djalal Duga Agresi Militer AS ke Iran Upaya Pengalihan Isu Epstein Files
-
Ali Khamenei Gugur, Anwar Abbas Sebut Donald Trump Bandit Terbesar Abad Ini
-
Hamas Berduka atas Gugurnya Ali Khamenei, Kutuk Agresi Militer AS-Israel ke Iran
-
Bulan Ramadan 1447 H, PLN Hadirkan Promo Tambah Daya Melalui PLN Mobile
-
Anwar Abbas Dorong Rusia dan China Bersatu Bela Iran Hadapi Agresi AS-Israel
-
Menhub Minta Maskapai Rute Timur Tengah Tingkatkan Kewaspadaan Imbas Konflik AS-Israel dan Iran
-
Dubes Iran Sebut Agresi AS-Israel Sebagai Bagian Sejarah Panjang Intervensi Washington
-
Dubes Iran Minta Pemerintah RI Kutuk Serangan AS-Israel ke Teheran
-
Berbeda dengan Venezuela, Dino Patti Djalal Menilai Serangan AS-Israel Picu Konflik Berkepanjangan
-
Situasi Timur Tengah Memanas, Pemerintah Imbau Jemaah Tunda Keberangkatan Umrah