Ketua Badan Pengawas Pemilu DKI Jakarta Mimah Susanti mengaku masih mendiskusikan niatan melaporkan dugaan tindakan intimidasi pendukung pasangan nomor urut dua, Basuki Tjahaja Purnana (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat ke Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Sentra Gakkumdu).
"Nanti kami diskusikan," kata Mimah di Kantor Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta, Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Rabu (29/3/2017).
Dugaan intimidasi itu terjadi ketika Pengawas Pemilu Jakarta Utara menertibkan alat peraga kampanye di kawasan Warakas, Jakarta Utara, Minggu (26/3/2017). Petugas Panwaslu diteriakan kata-kata senonoh oleh salah seorang pendukung pasangan Ahok-Djarot.
Menurutnya, belum adanya rencana pelaporan karena pihaknya masih mendalami apakah dugaan tindakan intimidasi itu termasuk dalam unsur tindak pidana umum atau bukan.
"Kalau tidak mengarah kepada tindak pidana pemilu, ya tentu saja nanti kami pertimbangkan apakah bisa dilaporkan sebagai dugaan tindak pidana umum," katanya.
Mimah juga belum mengetahui laporan dari petugas di lapangan yang ketika itu diduga mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan saat mencopot alat peraga kampanye. Pihaknya juga akan meminta bukti-bukti tambahan perihal adanya dugaan tindakan intimidasi dari pendukung pasangan Ahok-Djarot.
"Nanti kami akan bahas, akan cek videonya, karena kalau cuma foto belum bisa membuktikan. Kami mau mendengarkan apa sih sebenarnya yang diucapkan," kata dia.
Baca Juga: 1.230 Spanduk Provokatif Pilgub DKI Telah Dicopot
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
Dinilai Terlalu Provokatif, Mabes Polri Didesak Usut Dugaan Makar dari Pernyataan Saiful Mujani
-
27 Psikiater Analisis Kondisi Mental Donald Trump, Apa Hasilnya?
-
KontraS Ragukan Motif Dendam Pribadi dalam Kasus Andrie Yunus, Soroti Dugaan Putus Rantai Komando
-
Ironi Ketua Ombudsman Hery Susanto: Jadi Tersangka Kejagung, Padahal Baru Seminggu Dilantik Prabowo
-
Skandal Suaka LGBT, Warga Pakistan dan Bangladesh Ngaku Gay Demi Jadi Warga Negara Inggris
-
Studi Ungkap Cukai RI Gagal Bikin Rokok Mahal
-
Terungkap! Begini Modus Ketua Ombudsman 'Atur' Kebijakan Demi Muluskan Bisnis Tambang PT TSHI
-
13 Ribu SPPG Sudah Bersertifikat, yang Bandel Terancam Disetop Sementara
-
Serangan Drone Rusia di Odesa dan Kyiv Tewaskan 12 Warga Sipil, Termasuk Anak Kecil
-
Tanggul Jakarta Digerogoti Ikan Sapu-Sapu, Pramono Gelar Operasi Besar-besaran Besok