Suara.com - Jenggot merupakan salah satu bagian wajah lelaki yang kerap disengaja tumbuh. Namun, hal ini akan menjadi salah satu bentuk pelanggaran di Cina.
Perintah memberlakukan pembatasan larangan jenggot panjang untuk di wilayah barat Xinjiang. Larangan ini dimaksudkan sebagai kampanye pemerintah melawan ektremisme Islam.
Tidak hanya jenggot panjang. Pemerintah setempat juga melarang warganya mengenakan cadar di tempat umum dan menonton siaran televisi pemerintah.
Xinjiang sendiri merupakan wilayah Uighur, sebuah kelompok tradisional Muslim, yang mengatakan mereka mengalami diskriminasi. Beberapa tahun terakhir, telah terjadi bentrokan berdarah di wilayah tersebut.
Pemerintah Cina menyalahkan kekerasan pada militan Islam dan separatis. Tapi kelompok hak asasi mengatakan kerusuhan itu lebih merupakan reaksi terhadap kebijakan represif dan berpendapat bahwa langkah-langkah baru mungkin berakhir mendorong beberapa orang Uighur ke ekstremisme.
Sebetulnya, pembatasan ini sudah berlaku di Xinjiang, mereka menjadi hukum sanksi pada akhir pekan ini. Dikutip BBC dari Reuter, undang-undang baru juga melarang beberapa hal lain seperti tidak membiarkan anak-anak menghadiri sekolah-sekolah negeri, tidak boleh menjalankan keluarga berencana, menikah hanya menggunakan prosedur agama.
Selain itu, ada aturan yang menyatakan bahwa pekerja di ruang publik, seperti stasiun dan bandara, sekarang diperlukan untuk melarang orang-orang yang sepenuhnya menutupi tubuh mereka, termasuk jilbab pada wajah mereka. Jika ingin masuk, mereka harus lapor ke polisi.
Pelarangan ini telah disetujui anggota parlemen Xinjiang dan diterbitkan di website berita resmi pemerintah daerah. Pihak berwenang Cina sebelumnya telah melakukan tindakan lain, termasuk pembatasan pemberian paspor untuk orang Uighur.
Uighur sendiri merupakan etnis Muslim Turki, sekitar 45 persen dari populasi Xinjiang, dimana 40 persen adalah Han Cina.
Baca Juga: Penjelasan Zakir Naik tentang Surat Al Maidah Ayat 51
Cina didirikan kembali kontrol pada tahun 1949 setelah menghancurkan negara berumur pendek dari Turkestan Timur. Sejak itu, telah ada imigrasi besar-besaran dari China Han. Pada dasarnya kaum Uighur takut bahwa budaya tradisional mereka akan terkikis.
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
-
Obsesi Epstein Bangun 'Pabrik Bayi' dengan Menghamili Banyak Perempuan
-
5 HP Baterai Jumbo untuk Driver Ojol agar Narik Seharian, Harga mulai dari Rp2 Jutaan
-
Bom Molotov Meledak di SMPN 3 Sungai Raya, Polisi Ungkap Terduga Pelaku Siswa Kelas IX
-
KPK Benarkan Lakukan OTT di Jakarta Hari Ini, Siapa Targetnya?
Terkini
-
Kendalikan Banjir, Pramono Anung dan Andra Soni Sepakat Bangun Waduk Polor
-
Prabowo Undang Eks Menlu dan Wamenlu ke Istana, Bahas Geopolitik dan BoP
-
Siswa SD Akhiri Hidup: Menko PM Minta Pejabat Peka, Masyarakat Lapor Bila Sulit Ekonomi
-
Lama Sekolah di Luar Negeri, Stella Christie Belajar Membaca Perbedaan Sistem Pendidikan Global
-
Ketua Komisi VII DPR Sentil Menpar Gara-Gara Jawaban Rapat Disampaikan Via Medsos
-
Obsesi Epstein Bangun 'Pabrik Bayi' dengan Menghamili Banyak Perempuan
-
Ralat Pernyataan, Kodam IV/Diponegoro Minta Maaf dan Akui Pria yang Foto dengan Anies Anggota Intel
-
Jokowi Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode, Herman: Demokrat Masih Fokus Sukseskan Program Presiden
-
Kuasa Hukum Sibuk, Habib Bahar Batal Diperiksa Kasus Penganiayaan Anggota Banser
-
PKB Mau Prabowo Dua Periode tapi Dukungan untuk Kursi Wapres Masih Rahasia