- Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, menyoroti jawaban menteri yang direspons melalui media sosial.
- Saleh menekankan bahwa forum rapat kerja adalah tempat sah untuk mendebat kebijakan pariwisata secara transparan.
- Rapat memutuskan Menteri Pariwisata diberi waktu fleksibel menyelesaikan evaluasi kinerja tahun 2025 terlebih dahulu.
Suara.com - Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, memberikan catatan terkait mekanisme jawaban yang disampaikan Menteri Pariwisata Widyanti Putri Wardhana atas pertanyaan-pertanyaan anggota dewan.
Hal tersebut disampaikan Saleh dalam Rapat Kerja (Raker) terkait Evaluasi Kinerja Program 2025 dan Pendalaman Program Kerja 2026 di Komplek Parlemen, Senayan, Rabu (4/2/2026).
Saleh menyoroti adanya sejumlah pertanyaan dari rapat sebelumnya pada 21 Januari 2026 yang belum tuntas dijawab secara resmi di dalam forum, namun justru direspons melalui media sosial.
"Kalau kita mau melanjutkan yang pertama yang 2025 karena masih ada beberapa pertanyaan yang belum terjawab walaupun sudah dicicil melalui medsos, saya lihat. Ya kan, ada yang dicicil lewat medsos padahal sebetulnya jawaban itu di sini mestinya, bukan di medsos. Karena di sini boleh berdebat, ya kan. Tapi sudah baguslah saya lihat, wah semangat Ibu kita ya kan," ujar Saleh dalam pembukaan rapat.
Saleh menegaskan, bahwa forum rapat kerja adalah tempat yang sah secara konstitusional untuk melakukan pendalaman dan perdebatan mengenai kebijakan pariwisata, sehingga transparansi jawaban di dalam ruang rapat menjadi sangat penting.
Untuk itu, Saleh menawarkan skema pembagian waktu rapat agar evaluasi tahun 2025 diselesaikan terlebih dahulu sebelum melangkah ke program kerja tahun 2026.
"Bapak, Ibu, Saudara, karena itu saya tawarkan untuk menjawab yang kemarin itu bisa kita kasih waktu Bu Menteri sekitar 20 sampai 30 menit. Cukup enggak? Yang kemarin Ibu, evaluasi Bu tahun 2025. Jadi saya tawarkan 20-30 menit karena ada beberapa pertanyaan tadi ada beberapa teman nanya di belakang, pertanyaan saya ini belum nih Pak Ketua," jelasnya.
Menanggapi tawaran tersebut, Anggota Komisi VII DPR RI, Putra Nababan, menyatakan kesepakatannya.
Namun, ia menyarankan agar durasi waktu tidak dipatok secara kaku agar seluruh pertanyaan anggota yang masih menggantung dapat terjawab secara tuntas.
Baca Juga: Prabowo Mau Tata Ulang Kota, DPR: Perlu Tangan Besi Lawan Cengkeraman Pengusaha
"Izin Pak Ketua, terkait dengan skema yang Pak Ketua tawarkan tadi, saya setuju. Hanya saja mungkin batasan waktunya Pak Ketua, karena kemarin saya ingat yang 2025 itu banyak sekali pertanyaan dan pendalaman. Jadi mungkin seselesainya dari menjawab pendalaman dari para anggota," usul Putra Nababan.
Mendengar masukan tersebut, Saleh Partaonan Daulay akhirnya memutuskan untuk memberikan fleksibilitas waktu bagi Menteri Pariwisata hingga pendalaman evaluasi 2025 dianggap selesai oleh seluruh anggota.
"Jadi waktunya tidak mesti 20-30 menit, tapi kalau sudah dianggap cukup menjawab, tidak ada lagi yang mendalami, cukup, nanti masuk ke 2026. Gitu ya? Kita ketok ulang lagi (tok)," pungkas Saleh sembari mengetuk palu tanda kesepakatan dimulainya agenda rapat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
Obsesi Epstein Bangun 'Pabrik Bayi' dengan Menghamili Banyak Perempuan
-
5 HP Baterai Jumbo untuk Driver Ojol agar Narik Seharian, Harga mulai dari Rp2 Jutaan
-
Bom Molotov Meledak di SMPN 3 Sungai Raya, Polisi Ungkap Terduga Pelaku Siswa Kelas IX
-
KPK Benarkan Lakukan OTT di Jakarta Hari Ini, Siapa Targetnya?
-
Resmi! Indonesia Masuk Daftar Kandidat Tuan Rumah Piala Asia 2031
Terkini
-
Lama Sekolah di Luar Negeri, Stella Christie Belajar Membaca Perbedaan Sistem Pendidikan Global
-
Obsesi Epstein Bangun 'Pabrik Bayi' dengan Menghamili Banyak Perempuan
-
Ralat Pernyataan, Kodam IV/Diponegoro Minta Maaf dan Akui Pria yang Foto dengan Anies Anggota Intel
-
Jokowi Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode, Herman: Demokrat Masih Fokus Sukseskan Program Presiden
-
Kuasa Hukum Sibuk, Habib Bahar Batal Diperiksa Kasus Penganiayaan Anggota Banser
-
PKB Mau Prabowo Dua Periode tapi Dukungan untuk Kursi Wapres Masih Rahasia
-
Jawab Kritik DPR, Menpar Widiyanti Jelaskan Soal Ratusan Penghargaan Pariwisata
-
Lempar Bom ke Sekolah, Siswa SMP di Kubu Raya Ternyata Terpapar TCC dan Jadi Korban Perundungan
-
Galon Air Minum Tampak Buram dan Kusam? Waspadai Risiko BPA Semakin Tinggi
-
Wamensos Agus Jabo Dorong Peran Aktif Pemda Perbarui Data DTSEN