News / Nasional
Rabu, 04 Februari 2026 | 16:47 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (4/2/2026). (Suara.com/Novian Ardiansyah)
Baca 10 detik
  • Menko PMK Muhaimin Iskandar meminta pejabat pusat dan daerah lebih peka terhadap kesulitan masyarakat.
  • Permintaan ini muncul pasca tragedi seorang siswa SD di NTT yang mengakhiri hidupnya karena masalah ekonomi.
  • Pejabat diminta merespons cepat setiap pengaduan masyarakat mengenai kebutuhan dasar seperti alat tulis dan ekonomi.

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, meminta seluruh pejabat terkait, baik di tingkat pusat maupun daerah, agar lebih peka terhadap kondisi masyarakat.

Permintaan tersebut disampaikan menyusul adanya tragedi seorang siswa sekolah dasar yang mengakhiri hidup di Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Jadi, saya sudah minta kepada seluruh jajaran, baik pemerintah pusat maupun daerah, dan juga kepada masyarakat, untuk betul-betul terbuka terhadap keadaannya. Apabila memang membutuhkan bantuan alat tulis, bantuan apa pun, itu harus segera ditangkap dan disampaikan," kata Imin di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (4/2/2026).

"Jangan sampai beban-beban ekonomi tidak tersampaikan kepada para pejabat ataupun tokoh masyarakat," sambungnya.

Imin menegaskan agar kematian serupa yang dialami siswa SD di NTT tidak terulang kembali di kemudian hari. Ia meminta masyarakat untuk segera mengadukan kepada pemerintah apabila menghadapi permasalahan, termasuk kondisi ekonomi.

"Karena kasusnya sepele yang kemudian sangat mengharukan itu, tidak boleh terjadi lagi. Jadi kepada masyarakat, kalau ada masalah soal ekonomi, soal utang, soal apa saja, soal alat tulis, pendidikan terutama, sampaikan kepada kita. Kita akan bertindak cepat," kata Imin.

Saat ini, Imin mengaku pihaknya terus melakukan penelusuran terkait tragedi di NTT tersebut.

"Iya kita lagi terus telusuri sehingga yang paling penting aparat pemerintahan betul-betul responsif dan terbuka untuk tidak boleh lagi ada yang tersumbat," kata Imin.

Sementara itu, ketika ditanya mengenai pemicu siswa tersebut mengakhiri hidup, apakah karena tidak mampu membeli buku dan pulpen, Imin mengaku belum mengetahui secara rinci.

Baca Juga: PKB Mau Prabowo Dua Periode tapi Dukungan untuk Kursi Wapres Masih Rahasia

"Saya belum tahu info-infonya," kata Imin.

Ia berharap ada pendalaman oleh pejabat-pejabat terkait di daerah, mulai dari tingkat RT hingga kepala desa, atas peristiwa kematian siswa tersebut.

"Iya kita berharap begitu. Itu Pemda akan bertindak cepat," kata Imin.

Load More