Suara.com - Ombudsman Republik Indonesia (ORI) mengungkapkan 10 temuan maladministrasi dalam pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) berdasarkan pemantauan yang dilakukan di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.
"Tim kami menemukan 10 maladministrasi terjadi pada pelaksanaan USBN, baik yang diatur dalam Prosedural Operasional Standar USBN ataupun yang tidak," kata Komisioner ORI Ahmad Suaidi di Jakarta, Selasa (4/4/2017).
ORI menilai Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tidak melakukan pengawasan dengan ketat dilihat dari pembuatan, penggandaan dan pendistribusian soal yang dilakukan oleh pihak pemerintah daerah tanpa pengawasan ketat dari Kemendikbud sebagai pembuat kebijakan USBN.
Selain itu juga tidak adanya koordinasi dengan pihak Polri dalam proses pengamanan pencetakan dan pendistribusian soal yang menimbulkan terjadinya kebocoran kunci jawaban.
Berdasarkan pemantauan, kata Suaidi, pendistribusian soal USBN dari Dinas Pendidikan Provinsi ke rayon daerah dan sekolah hanya dikawal oleh satu orang polisi.
Temuan lainnya ialah pengawas ujian yang tidak menggunakan sistem silang dari sekolah lain. "Ini mengakibatkan independensi pengawas diragukan," kata dia.
Selanjutnya tidak adanya uji kompetensi khusus dalam perekrutan anggota Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) yang berwenang dalam perumusan 75 persen soal USBN. Sedangkan 25 persen soal lainnya dibuat oleh Kemendikbud.
Temuan kelima ialah beberapa sekolah tidak memiliki pakta integritas pengawas untuk menjamin kerahasiaan pelaksanaan ujian. Temuan keenam disebutkan adanya pungutan kepada peserta ujian sebesar Rp25.000 untuk memperoleh kunci jawaban.
Koordinator Tim Tujuh Bidang Pendidikan ORI Rully Amirulloh menyebutkan sekolah sudah mendapatkan keping cakram digital (CD) berisi soal USBN sejak H-5 dan H-4 pelaksanaan ujian yang kemudian disebarkan kepada siswa, atau guru yang bersangkutan membuat kunci jawaban dan dijual seharga Rp25.000 per siswa.
Baca Juga: Sehari Jelang Ujian Nasional, Mendikbud Serukan untuk Jujur
Temuan berikutnya juga didapati bahwa peserta ujian menerima kunci jawaban dari guru yang diberikan langsung sesaat sebelum pelaksanaan USBN dimulai. Berikutnya ditemukan juga sekolah yang menyelenggarakan USBN berbasis komputer dengan menyarankan peserta ujian untuk membawa laptop pribadi karena fasilitas sekolah yang belum memadai sehingga bisa menimbulkan ketidakpastian dalam pelaksanaan ujian.
ORI juga menemukan pengawas yang tidak menciptakan kondisi ujian tidak kondusif seperti keluar masuk ruangan, membawa alat komunikasi elektronik ke dalam ruang ujian, dan meninggalkan ruangan ujian hingga 15 menit lamanya.
Selain pengawas, ORI juga menemukan ada peserta ujian yang membawa alat komunikasi dan elektronik ke dalam ruang ujian. Tim ORI melakukan pemantauan di lebih dari 20 sekolah tingkat SMA/SMK/MA di wilayah Jabodetabek pada pelaksanaan USBN tanggal 20-23 Maret 2017. Data didapat bukan melalui riset kuantitatif melainkan metode sampling yang diambil secara acak, dan beberapa sekolah sudah direncanakan untuk dikunjungi sebelumnya. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- 5 Rekomendasi Lipstik Anti Luntur Saat Dipakai Makan Gorengan
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Iduladha 1447 H, Kemensos Salurkan 295 Ekor Hewan Kurban ke Berbagai Wilayah Indonesia
-
Bukan Cuma Pagar Canggih, Gang Haji Jeni Kini Punya 'Smart Geprek' Pengubah Sampah Jadi Cuan
-
Gedung Putih Bangun Arena Baku Pukul untuk Rayakan HUT ke-250 AS dan Ulang Tahun Trump
-
Alarm Bahaya! Ratusan Siswa di 26 Provinsi Terpapar Radikalisme Lewat Medsos dan Game Online
-
Ketua MUI Soal Sapi Kurban Prabowo Pakai APBN: Sah Secara Syar'i
-
DPR Murka! Skandal Riset Palsu WNI di Denmark Hancurkan Marwah Akademisi RI
-
Sapi Kurban Pak Suardi 'Ngambek' Saat Mau Dipotong, Damkar DKI Sampai Turun Tangan
-
Tipu-Tipu 'Paranormal Sakti' di Duren Sawit, Motor Korban Raib Usai Ritual Paku
-
Vila dan Homestay Wajib Punya NIB Mulai 1 Agustus, yang Ilegal Bakal Dicoret dari Aplikasi
-
Militer AS Bom Kapal Diduga Bermuatan Narkotika di Samudera Pasifik: 1 Tewas 2 Selamat