Suara.com - Wakil penasihat keamanan negara Presiden Donald Trump, K.T. McFarland, diminta mundur dari jabatannya setelah baru menjabat selama tiga bulan. Ia kini ditawari jabatan duta besar Amerika Serikat untuk Singapura, kata pejabat negara adidaya itu pada Minggu (9/4/2017).
McFarland semula merupakan wakil dari Letnan Jenderal Michael Flynn. Namun, baru tiga pekan menjabat, Flynn dipecat lantaran dinilai salah memandu wakil presiden AS dalam percakapannya dengan duta besar Rusia terkait dugaan campur tangan negara tersebut dalam Pilpres AS tahun lalu.
Kini, Trump telah menunjuk letnan jenderal HR McMaster, menggantikan posisi Flynn sebagai penasihat kemanan.
Sebagai informasi, McFarland, 65 tahun, adalah mantan pengulas keamanan negara untuk Fox News dan salah satu pembantu Trump setelah ia terpilih menjadi presiden pada 8 November.
Berita ini muncul sepekan sesudah Trump mencopot ahli strategi utamanya, Steve Bannon, dari jabatan di Dewan Keamanan Negara atas desakan McMaster. (BBC)
Berita Terkait
-
Hitung Mundur Piala Dunia 2026: 550 Juta Penonton untuk Satu Pertandingan?
-
Profil Timnas Amerika Serikat: Tuan Rumah Piala Dunia yang Siap Jawab Ekspektasi Publik
-
Potret Suram Okupansi Hotel Amerika Serikat Jelang Piala Dunia 2026
-
Strategi Amir Ghalenoei, Boyong Timnas Iran Lebih Awal ke Amerika Serikat Sebelum Kick-Off
-
Donald Trump: Ayolah Iran, Kibarkan Bendera Putih
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Cari Keadilan! Keluarga Korban Kekerasan TNI Serahkan Kesimpulan Gugatan UU Peradilan Militer ke MK
-
Orang Dekat Bobby Nasution Diperiksa KPK dalam Kasus Dugaan Suap Proyek PUPR Sumut
-
Kemendagri Perluas Pemanfaatan IKD, Ratusan Ribu Warga Akses Layanan Tanpa Fotokopi KTP
-
Berapa Harga Tiket Kapal Pesiar MV Hondius? Liburan Mewah Berujung Infeksi Hantavirus Mematikan
-
Membedah Pola Pikir Anggota BAIS TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus
-
Terdakwa Kasus Pemerasan K3 Klaim Dapat Surat Kaleng, Apa Isinya?
-
Kapolri Bakal Lakukan Revisi Perkap Hingga Perpol Usai Terbitnya Rekomendasi KPRP
-
Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Kalau Dipaksa ke Peradilan Umum Bisa Berujung Impunitas
-
3 Bos KoinWorks Dijebloskan ke Bui, Skandal Korupsi Kredit Rp 600 Miliar
-
Soal Ketimpangan Personel Polri, Kapolri: Ada yang Harus Dirampingkan dan Diperkuat