Suara.com - Bentrokan antara ormas Pemuda Pancasila dan Barisan Banteng Raya Pajajaran (BBRP) di Jalan Raya Cibadak-Cikidang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat diduga dipicu oleh perusakan atribut.
"Kami masih mendalami penyebab bentrokan antara ormas PP dan BBRP tersebut. Namun dari penyelidikan kericuhan ini disebabkan adanya perusakan atribut," kata Kapolres Sukabumi AKBP M Ngajib di Sukabumi, Minggu.
Kejadian ini berawal pada Sabtu (8/4) sekitar pukul 20.00 WIB. Bendera ormas BBRP di Posko Paparti Cikidang, Kecamatan Cikidang diturunkan dan disobek orang tidak dikenal diduga anggota PP.
Orang tidak dikenal itu juga mengancam akan membakar Posko BBRP.
Diduga tidak terima dengan ulah oknum tersebut, sekitar pukul 22.00 WIB terjadi penurunan bendera PP di Perumahan Paparti Kampung Anggayuda RT 04/12.
Melihat atributnya diturunkan, pengurus PP Ranting Pamuruyan mendatangi tempat tersebut dan melihat ada dua anggota BBRP di lokasi.
Ternyata kasus tersebut berbuntut panjang. Pada Minggu pukul 09.00 WIB terjadi pemukulan terhadap anggota PP bernama Sofyan Permana ketika melintas di Jalan Raya Cikidang.
Diduga tidak terima ada rekannya yang dipukul, tanpa dikomando ratusan anggota PP melakukan penyerangan. Kedua anggota ormas tersebut saling serang dengan menggunakan senjata tajam, kayu, dan batu.
Kasus ini diperparah dengan adanya penghadangan terhadap perwakilan BBRP yang akan melakukan mediasi dengan pihak PP sehingga bentrokan pun terus melebar hingga Minggu sore.
Akibat bentrokan tersebut suasana di lokasi mencekam karena dari kedua belah pihak mempersenjatai diri dengan senjata tajam dan benda keras lainnya.
Bentrokan berhasil diredam setelah puluhan anggota kepolisian dan TNI membuat sekat sehingga antaranggota ormas tidak saling berhadapan langsung.
"Saat ini kondisi keamanan sudah kondusif dan dari kedua massa ormas sudah mulai membubarkan diri. Tapi untuk antisipasi hal yang tidak diinginkan personel kami yang dibantu aparat TNI tetap disiagakan," kata Ngajib.
Ngajib mengatakan saat ini pihaknya tengah memediasi pemimpin kedua ormas tersebut untuk mendamaikan kasus ini agar tidak terus meluas dan anggota PP dan BBRP juga diimbau untuk menahan diri. (Antara)
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
- 4 Zodiak Paling Beruntung pada 27 Juni 2026, Siap-siap Jadi Magnet Uang
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
Pilihan
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
Terkini
-
Open House Sekolah Rakyat Palembang: Gus Ipul Minta Penjangkauan Siswa Dilakukan Secara Jujur
-
Berat Badan 120 Kg dan Gejala Stroke, Razman Nasution Ditempatkan di Blok E Lapas Cipinang
-
Janji Prabowo Terbuka Terima Usulan: Jangankan Profesor, Dari Anak Desa Pun Saya Tindaklanjuti
-
183 Warga Pinggir Rel Senen Direlokasi, KAI Ratakan Puluhan Bangunan Liar
-
Ditanya Bro Ron Masih Kuat atau Tidak di Lampung, Jawaban Singkat Jokowi Bikin Heran
-
Prabowo Tambah Anggaran Riset Jadi Rp4 Triliun
-
Penampakan Bangunan Hancur di Bahrain dan Kuwait Usai Dihajar Rudal Iran
-
Fakta Terkuak! Cawe-cawe George Soros di Pemilu: Keluarkan Rp1,6 T Untuk Partai Ini
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Mengapa Anak-Anak di Pesisir Menjadi Kelompok yang Paling Menanggung Dampak Krisis Iklim?