Suara.com - Seorang perempuan Afrika Selatan bernama Lindie Botes baru saja menjalani operasi. Tapi, saat sadar, dia mengalami keanehan. Dia lancar berbahasa Korea.
Botes, mengaku pernah belajar di Korea selama sembilan tahun. Tapi, dia tidak pernah bisa berbicara bahasa Korea, semasa belajar di negara tersebut.
"Saya tidak bisa menjelaskan bagaimana hal itu terjadi," kata Botes.
Dikutip dari viral4real, ahli otak dr Pankaj Sah mencoba menjelaskan fenomena yang dialami Botes.
"Otak memiliki banyak jaringan. Ada jaringan otak yang memerintakan untuk berbicara, bernapas, dan berpikir. Bentuk jaringan otak, seperti jaringan pada sirkuit elektronik," kata dr Sah.
"Yang terjadi pada Botes adalah ketika bagian otak mempertahankan bahasa Korea, ketika dia usai menjalankan anestesi. Apalagi dia juga pernah tinggal di Korea, dan mendengar warga di sana berbicara," dia melanjutkan.
Yang jelas, video Botes berbicara Korea usai anestesi langsung menjadi viral, baik di Afsel maupun Korea.
Kasus seperti Botes bukan yang pertama di dunia. Pada 2010, perempuan Kroasia tiba-tiba lancar berbahasa Jerman saat bangun tidur.
Pada 2013, seorang mantan militer Amerika juga tiba-tiba mahir berbicara bahasa Swedia, juga setelah bangun tidur.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Sepatu Lari Diadora Diskon 50 Persen di Sports Station, Harga Jadi Rp200 Ribuan
- 5 Cushion Matte untuk Menutupi Bekas Jerawat dan Noda Hitam, Harga Terjangkau
Pilihan
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
Terkini
-
Misteri Kematian Dokter Internship dr. Myta, Kemenkes Didesak Lakukan Investigasi Menyeluruh
-
Hubungan Memanas, Militer Iran Klaim Miliki Bukti AS Siapkan Konflik Baru
-
Arief Pramuhanto Disebut Korban Kriminalisasi Terberat, Pengacara: Tak Ada Aliran Dana
-
Skandal Chromebook, Prof Suparji: Langkah JPU Tuntut Penjara Ibrahim Arief Tepat
-
Sentil 'Akal-akalan' Aplikator, Driver Ojol: Potongan Terasa 30 Persen, Berharap pada Perpres Baru
-
May Day 2026, Menaker Yassierli Tegaskan Negara Komitmen Lindungi Pekerja hingga ke Tengah Laut
-
Tak Ditemui Pemerintah karena Demo di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Bubarkan Diri Janji Balik Lagi
-
Tak Puas Sampaikan Aspirasi di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Sempat Bakar Ban Coba Terobos Barikade
-
Momentum Hardiknas, BEM SI Demo di Patung Kuda Sampaikan 10 Tuntutan, Ini Isinya
-
Megawati Ingatkan Republik Milik Bersama, Tolak Alasan Biaya Mahal untuk Ubah Sistem Pemilu