- Kremlin, melalui Juru Bicara Dmitry Peskov, membantah keras laporan mengenai bantuan teknologi drone dan satelit kepada Iran.
- Wall Street Journal sebelumnya melaporkan Rusia menyediakan data intelijen dan peningkatan teknologi militer untuk akurasi serangan Iran.
- Analis menilai taktik serangan drone Iran saat ini menunjukkan kesamaan signifikan dengan operasi militer yang dilakukan Rusia di Ukraina.
Suara.com - Kremlin membantah laporan media Amerika yang menyebut Rusia membantu Iran dengan teknologi drone dan citra satelit untuk menyerang posisi pasukan AS di Timur Tengah.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menegaskan laporan tersebut tidak benar.
“Laporan itu adalah fake news,” kata Peskov menanggapi berita Wall Street Journal yang menyebut Moskow memperluas kerja sama militer dengan Teheran.
Ia menolak tuduhan bahwa Rusia memberikan data intelijen atau teknologi militer untuk membantu Iran menargetkan pasukan Amerika.
Sebelumnya, Wall Street Journal melaporkan Rusia diduga membagikan citra satelit dan teknologi drone yang ditingkatkan untuk membantu Iran meningkatkan akurasi serangan.
Laporan itu mengutip sejumlah sumber yang mengetahui kerja sama intelijen antara kedua negara.
Menurut laporan tersebut, bantuan Rusia disebut mencakup peningkatan sistem navigasi, komunikasi, dan penargetan pada drone Iran.
Teknologi itu diklaim membantu Teheran dalam operasi militer terhadap target Amerika di kawasan Teluk.
Namun Kremlin menegaskan tuduhan tersebut tidak berdasar dan menilai laporan media Barat sering digunakan untuk menekan Rusia di tengah konflik global.
Baca Juga: Pemerintah Siapkan Tim Koordinasi Hadapi Investigasi Perjanjian Dagang RI-AS
Peskov tidak memberikan rincian lebih lanjut, tetapi menegaskan Moskow tidak terlibat dalam operasi militer Iran.
Sementara itu, menurut analis, serangan drone Iran kini lebih efektif dibandingkan konflik 12 hari sebelumnya, dengan fokus pada sistem radar dan pusat komando, mirip dengan taktik Rusia di Ukraina.
Nikol Grajefski, profesor Sciences Po Paris, menambahkan, “Serangan Iran di Teluk Persia sangat mengingatkan pada operasi Rusia.”
Samuel Charap dari RAND Corporation menilai, “Konflik ini memberi Rusia kesempatan merasakan sendiri dukungan intelijen yang diberikan AS kepada Ukraina, sekaligus menekan Washington secara strategis.”
Kontributor: M.Faqih
Berita Terkait
-
Pemerintah Siapkan Tim Koordinasi Hadapi Investigasi Perjanjian Dagang RI-AS
-
Here We Go! Rusia Disebut Bantu Iran Lacak Posisi Strategis Pasukan AS
-
Siapa Esmaeil Khatib, Ahli Fiqih Islam dan Menteri Intelijen Iran yang Dekat dengan Ali Khamenei
-
Singgung Nuklir, Iran: Selat Hormuz Ditutup Total Bagi AS dan Israel!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
Terpopuler
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- Liburan Lebaran ke Luar Negeri Kini Lebih Praktis Tanpa Perlu Repot Tukar Uang
Pilihan
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
-
Dipicu Korsleting Listrik, Kebakaran Kalideres Hanguskan 17 Bangunan
-
Bongkar Identitas dan Wajah Eksekutor Penyiram Air Keras Andrie Yunus, Polisi: Ini Bukan Hasil AI!
-
4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Motif Masih Didalami
Terkini
-
Beathor: Rismon Sianipar Kini 'Minta Dirangkul' dalam Polemik Ijazah Joko Widodo
-
Here We Go! Rusia Disebut Bantu Iran Lacak Posisi Strategis Pasukan AS
-
DPR Dorong Anggota TNI Pelaku Teror Andrie Yunus Diadili di Peradilan Umum Pakai KUHAP Baru
-
Berhasil Bongkar Identitas Pelaku Teror Air Keras Andrie Yunus, Polda Metro: Ini Hasil Scientific
-
Percepat Pencaplokan Tepi Barat Palestina, Cara Licik Israel Manfaatkan Perang di Teluk?
-
Menaker Melepas Mudik Gratis Pelaku Usaha Warmindo
-
Kasus Air Keras Andrie Yunus: Polisi Periksa 15 Saksi, Pelaku Diduga Bisa Lebih dari 4 Orang
-
Empat Prajurit Terlibat, DPR Minta Dalang Utama Kasus Andrie Yunus Diungkap
-
Update Arus Mudik H-3 Lebaran 2026: Tol Kalikangkung Tembus 3.000 Kendaraan per Jam
-
Kasus Kematian Nizam Syafei Naik Penyidikan, Kuasa Hukum: Harus Diusut Tanpa Tebang Pilih