- FSPI mengapresiasi respons cepat Puspom TNI dalam menangani kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus.
- Tindakan tegas pengamanan oknum anggota TNI memperkuat marwah institusi serta mencegah narasi liar berkembang di publik.
- FSPI mendukung penuh proses hukum serta berharap TNI mengawal kasus ini secara profesional, transparan, dan berkeadilan.
Suara.com - Forum Silaturahmi Pemuda Islam (FSPI) mengapresiasi langkah cepat Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam menangani kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus.
Respons sigap melalui Pusat Polisi Militer TNI (Puspom TNI) dinilai mencerminkan profesionalitas serta komitmen menjaga disiplin internal dan kepercayaan publik.
Koordinator FSPI, Zuhelmi Tanjung, menyebut pengamanan sejumlah oknum anggota oleh aparat militer menunjukkan mekanisme pengawasan internal berjalan efektif.
Ia menegaskan bahwa ketegasan terhadap pelanggaran justru memperkuat marwah institusi.
“Langkah cepat ini patut diapresiasi. Ketegasan terhadap oknum memperlihatkan bahwa TNI berkomitmen menjaga marwah institusi dan tidak memberi ruang bagi pelanggaran,” ujarnya.
FSPI menilai, dalam kasus sensitif yang berpotensi memicu spekulasi publik, kecepatan disertai keterbukaan menjadi faktor penting menjaga stabilitas sosial.
Menurutnya, respons sejak awal mampu mencegah berkembangnya narasi liar yang tidak berdasar.
“Dengan bergerak cepat sejak awal, TNI mampu meredam berkembangnya narasi liar yang tidak berdasar,” kata Zuhelmi.
Meski mengapresiasi langkah tegas, FSPI tetap menyampaikan keprihatinan atas peristiwa penyiraman yang menyebabkan korban mengalami luka serius.
Baca Juga: DPR Dorong Anggota TNI Pelaku Teror Andrie Yunus Diadili di Peradilan Umum Pakai KUHAP Baru
Namun, penanganan yang cepat dinilai menjadi bagian penting agar kasus tidak melebar menjadi polemik nasional.
“Kami tentu prihatin atas kejadian ini. Namun yang juga penting adalah bagaimana institusi merespons secara cepat dan transparan. Dalam hal ini TNI telah menunjukkan langkah yang tepat,” tambahnya.
FSPI juga meyakini pimpinan TNI akan mengawal proses hukum secara profesional, transparan, dan berkeadilan.
Mereka berharap seluruh pihak yang terlibat dapat diungkap, baik pelaku langsung maupun pihak lain yang memiliki peran dalam peristiwa tersebut.
“Justru dengan bersikap terbuka dan tegas, TNI menunjukkan kekuatan institusionalnya. Ini penting untuk memastikan kepercayaan rakyat tetap terjaga,” tegas Zuhelmi.
Dalam konteks lebih luas, FSPI mengingatkan bahwa hubungan antara TNI dan rakyat merupakan fondasi utama dalam menjaga kedaulatan negara.
Berita Terkait
-
DPR Dorong Anggota TNI Pelaku Teror Andrie Yunus Diadili di Peradilan Umum Pakai KUHAP Baru
-
Berhasil Bongkar Identitas Pelaku Teror Air Keras Andrie Yunus, Polda Metro: Ini Hasil Scientific
-
Kasus Air Keras Andrie Yunus: Polisi Periksa 15 Saksi, Pelaku Diduga Bisa Lebih dari 4 Orang
-
Empat Prajurit Terlibat, DPR Minta Dalang Utama Kasus Andrie Yunus Diungkap
-
Koalisi Sipil Tolak Peradilan Militer, Desak Usut Aktor Intelektual Kasus Andrie Yunus
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Sepatu Lari Diadora Diskon 50 Persen di Sports Station, Harga Jadi Rp200 Ribuan
- 5 Cushion Matte untuk Menutupi Bekas Jerawat dan Noda Hitam, Harga Terjangkau
Pilihan
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
Terkini
-
AS Teken Kontrak Rahasia dengan 7 Raksasa AI, Era Perang Tanpa Manusia Dimulai?
-
Kiai Ponpes di Pati Diduga Lecehkan 50 Santri: Modus Doktrin Agama, Terancam Dikebiri
-
Misteri Kematian Dokter Internship dr. Myta, Kemenkes Didesak Lakukan Investigasi Menyeluruh
-
Hubungan Memanas, Militer Iran Klaim Miliki Bukti AS Siapkan Konflik Baru
-
Arief Pramuhanto Disebut Korban Kriminalisasi Terberat, Pengacara: Tak Ada Aliran Dana
-
Skandal Chromebook, Prof Suparji: Langkah JPU Tuntut Penjara Ibrahim Arief Tepat
-
Sentil 'Akal-akalan' Aplikator, Driver Ojol: Potongan Terasa 30 Persen, Berharap pada Perpres Baru
-
May Day 2026, Menaker Yassierli Tegaskan Negara Komitmen Lindungi Pekerja hingga ke Tengah Laut
-
Tak Ditemui Pemerintah karena Demo di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Bubarkan Diri Janji Balik Lagi
-
Tak Puas Sampaikan Aspirasi di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Sempat Bakar Ban Coba Terobos Barikade