Suara.com - Setelah sempat ditolak, pemerintah negara bagian Georgia di Amerika Serikat akhirnya memutuskan untuk mengizinkan sepasang orang tua di daerah itu memberi nama anak mereka "Allah".
Pemerintah Georgia, pada 14 April lalu mengeluarkan sertifikat kelahiran atas nama ZalyKha Graceful Lorraina Allah kepada seorang bocah perempuan berusia 2 tahun setelah digugat oleh American Civil Liberties Union (ACLU), sebuah organisasi nirlaba yang memperjuangkan hak asasi warga sipil di AS.
ACLU mengatakan keputusan pemerintah Georgia yang pada akhir Maret lalu menolak mengeluarkan sertifikat bagi putri pasangan Elizabeth Handy dan Bilal Asim Walk itu telah melanggar hak atas kebebasan berekspresi.
Handy dan Walk sendiri sebelumnya telah menamai dua kakak ZalyKha, yang masing-masing berusia 3 dan 17 tahun dengan nama "Allah". Nama itu sebelumnya tidak dipermasalahkan oleh kantor urusan catatan sipil Georgia.
"Ini merupakan sebuah pembelaan penting atas hak orang tua. Tidak seorang pun yang ingin hidup di tempat di mana pemerintah bisa mendikte apa yang boleh dan tak boleh digunakan untuk menamai anak kita sendiri," kata Sean J Young, direktur hukum ACLU Georgia seperti dilansir Reuters pekan lalu.
Adapun ACLU, yang mengajukan gugatan atas keberatan pemerintah Georgia pada Maret kemarin, sudah mencabut tuntutannya.
Tetapi keputusan Handy dan Walk untuk memberi nama putri mereka itu diprotes oleh organisasi umat Islam Amerika Serikat. Nihad Awad, direktur nasional Council on American-Islamic Relation, mengatakan bahwa menamai manusia dengan kata "Allah" sangat tidak sensitif secara kultural.
"Kita tidak boleh menggunakan nama Allah. Itu sangat tidak layak," kata Awad.
Adapun pasangan Handy dan Asim, yang menetap di Atlanta, menolak untuk mengomentari putusan tersebut.
Berita Terkait
-
Anne Hathaway Ucapkan Insya Allah Saat Bahas Sekuel The Devil Wears Prada 2
-
Mengajar dengan Ketulusan, Teladan di Buku Moga Bunda Disayang Allah
-
Mengunjungi Jabal Uhud: Tempat Singa Allah Beristirahat Abadi
-
Donald Trump Ancam Iran Jadi Neraka Dunia: Segala Puji Bagi Allah SWT
-
Ngaku 'Allah Kedua' dan Ancaman Hamil Gaib, Dukun Cabul di Magetan Diringkus Polisi
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Bantah Isu Bansos Dipotong, Gus Ipul: Itu Narasi Menyesatkan dan Potensi Penipuan!
-
Donald Trump Klaim Terima Usulan Baru dari Iran usai Batalkan Misi Perundingan ke Pakistan
-
Donald Trump Batalkan Keberangkatan Utusan ke Pakistan, Negosiasi Iran AS Kembali Buntu
-
Motif Konyol 'Prank' Damkar Semarang Terungkap: Kesal Debitur Susah Ditagih Utang Rp2 Juta!
-
WHO Sebut Butuh Rp172 Triliun untuk Pulihkan Sistem Kesehatan Gaza dalam 5 Tahun
-
Kekerasan Anak di Little Aresha, Pengurus Hingga Pemilik Terancam Hukuman Berat
-
Bidik Top 50 Kota Global, Jakarta Resmi Jalin Kerja Sama Sister City dengan Jeju Korsel
-
SPAI Desak Pemerintah: Hapus Perbudakan Modern, Akui Pengemudi Ojol Sebagai Pekerja Formal!
-
Bukan Intervensi! Eks Penyidik: Usul KPK Capres Wajib Kader Partai Bentuk Kontribusi Pemikiran
-
Setelah 21 Tahun, Akankah Transjakarta Akhiri Era Tiket Murah Rp 3.500?