- Gus Ipul ajak masyarakat mutakhirkan data ekonomi melalui aplikasi Cek Bansos.
- Pemerintah buka jalur formal dan partisipatif untuk pemutakhiran data bantuan sosial.
- Data akurat dan real-time jamin bantuan sosial pemerintah lebih tepat sasaran.
Suara.com - Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), menegaskan bahwa masyarakat kini dapat berpartisipasi aktif dalam pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Keterlibatan publik ini dapat dilakukan melalui berbagai kanal, termasuk aplikasi Cek Bansos.
Gus Ipul menjelaskan bahwa akurasi data merupakan kunci utama agar bantuan sosial dan program pemberdayaan pemerintah dapat menjangkau pihak yang benar-benar membutuhkan.
“Saya berharap dengan data yang semakin akurat dan *real-time*, bantuan tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga mampu memberdayakan masyarakat secara berkelanjutan,” ujar Gus Ipul dalam sosialisasi DTSEN di Bekasi, Kamis (5/3/2026).
Pembaruan DTSEN ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025. Kebijakan tersebut mengamanatkan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah untuk mendukung Badan Pusat Statistik (BPS) dalam melakukan pembaruan data sosial ekonomi secara nasional.
Pemerintah menyediakan dua mekanisme utama bagi warga yang ingin mengusulkan pembaruan data:
1. **Jalur Formal:** Masyarakat dapat berkoordinasi dengan pengurus RT atau RW untuk mengajukan pembaruan kepada operator Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial *Next Generation* (SIKS-NG) di tingkat desa atau kelurahan. Usulan ini kemudian akan dibahas dalam musyawarah desa, diverifikasi di lapangan oleh pendamping PKH, dan disahkan oleh kepala daerah.
2. **Jalur Partisipatif:** Warga dapat langsung mengusulkan data melalui aplikasi Cek Bansos, melapor kepada pendamping PKH, atau menghubungi *Command Center* di nomor 021-171 serta layanan WhatsApp di 08877-171-171.
Seluruh usulan dari kedua jalur tersebut akan divalidasi oleh BPS untuk diperingkat ulang setiap tiga bulan sekali. Hal ini dilakukan guna menjaga kualitas basis data nasional yang mencakup 289.060.513 data individu hingga Januari 2026.
Sebagai informasi, DTSEN merupakan hasil integrasi dari tiga basis data besar, yakni Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek), Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), serta Data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE). Data tersebut dikelompokkan ke dalam 10 desil kesejahteraan, yang menjadi acuan pemerintah dalam menetapkan prioritas bantuan sosial dan program pemberdayaan masyarakat.
Baca Juga: Luput dari Pengawasan, Praktik Tak Manusiawi di Panti Disabilitas Mental Dilaporkan ke Mensos
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Belajar STEM Sejak Dini Bantu Anak Jadi Lebih Kreatif dan Percaya Diri
-
Cara Memilih Shade Bedak Sesuai Warna Kulit agar Hasil Makeup Tampak Natural
-
PSIM Yogyakarta Datangkan Mantan Bek Timnas Ceko, Ondrej Rudzan
-
RUU Perampasan Aset Belum Rampung, Pemerintah Tunggu DPR
-
5 Posisi Meja Kerja Menurut Feng Shui agar Fokus Meningkat dan Rezeki Lancar
-
Pembukaan Akses Secara Paksa, Kubu PB XIV Purboyo Tegas akan Lawan Usai dapat Ancaman dan Intimidasi
-
Perkuat Sistem Tanggap Darurat Perusahaan, PT Semen Gresik Gelar Sertifikasi Pemadam Kebakaran
-
Misi Sulit Kiandra Ramadhipa Rebut Puncak Klasemen Moto3 Junior di Prancis
-
Mengerikan! Bus Suporter Argentina Dihujani Tembakan, Satu Orang Terluka
-
Kasus Dugaan Intimidasi dr. Icha Naik Penyidikan, Empat Terlapor Mulai Didalami