- Presiden Prabowo tulis surat duka cita resmi untuk Presiden Iran Masoud Pezeshkian.
- Menlu Sugiono serahkan surat belasungkawa Prabowo atas wafatnya Ayatollah Ali Khamenei.
- Indonesia desak deeskalasi konflik Timur Tengah demi menjaga kedaulatan tiap negara.
Suara.com - Surat duka cita atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang diserahkan oleh Menteri Luar Negeri Sugiono, ternyata ditulis langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Hal tersebut dikonfirmasi oleh Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, melalui unggahan resmi di akun Instagram Sekretariat Kabinet, Rabu (4/3/2026).
Teddy menjelaskan bahwa surat tersebut ditulis menjelang prosesi pemakaman Ali Khamenei yang dijadwalkan berlangsung di Mashhad, kota suci sekaligus kota terbesar kedua di Iran.
"Presiden Prabowo Subianto menulis surat duka cita atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang gugur akibat serangan militer pada awal Maret 2026," ujar Teddy.
Surat resmi tersebut ditujukan kepada Presiden Iran, Masoud Pezeshkian. Dokumen belasungkawa itu diserahkan langsung oleh Menlu Sugiono kepada Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, di Jakarta.
Penyerahan surat ini merupakan sikap resmi Pemerintah Indonesia merespons wafatnya tokoh tertinggi Iran tersebut pasca-agresi militer Amerika Serikat (AS) dan Israel. Menlu Sugiono menjelaskan bahwa pemilihan surat sebagai media komunikasi dilakukan demi menjaga aspek formalitas diplomatik.
"Penyampaian rasa duka bisa dilakukan melalui media apa saja, namun melalui surat tentu terasa lebih resmi," ujar Sugiono usai menghadiri acara buka puasa bersama Partai Demokrat di Hotel Fairmont, Jakarta.
Terkait situasi keamanan di Timur Tengah, Sugiono menegaskan posisi Indonesia yang mendorong adanya deeskalasi konflik guna mencegah dampak yang lebih buruk.
"Kami menginginkan situasi mereda. Kami menyesalkan kegagalan perundingan yang memicu peningkatan eskalasi militer ini," tuturnya.
Indonesia juga menekankan kembali pentingnya penghormatan terhadap prinsip kedaulatan dan integritas wilayah setiap negara. Sugiono memperingatkan bahwa konflik berkepanjangan berisiko menyeret lebih banyak negara ke dalam pusaran perang.
Baca Juga: Tak Sekadar Silaturahmi: AHY Sebut Pertemuan Prabowo Bareng Mantan Presiden Punya Misi Khusus
"Risiko terburuk adalah eskalasi yang lebih besar dan melibatkan lebih banyak pihak secara global. Itulah yang harus kita hindari," pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan
-
Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap
-
Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta
-
Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda
-
Presiden Prabowo Subianto Sindir Wartawan Saat Bahas Tentang Kampanye Besar di Pidatonya
-
Hari Anak Nasional, Saatnya Perluas Ruang Belajar dan Kolaborasi untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak
-
Honda ADV160 Ternyata Sanggup Tenggak Etanol 85 Persen, Harga Jauh Lebih Murah
-
Kulit Bersih Tanpa Rasa Kering dan Tertarik, Ini Pentingnya Memilih Cleansing Balm yang Gentle
-
Baru IPO, Emiten RANS Sudah Gonjang-ganjing! Satu Direktur Pilih Mundur