- AHY apresiasi inisiatif Presiden Prabowo gelar diskusi strategis bersama tokoh bangsa.
- Pertemuan tokoh bangsa di Istana bahas mitigasi risiko ekonomi dan pangan.
- Presiden Prabowo dengarkan masukan para mantan pemimpin negara hadapi tantangan global.
Suara.com - Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif Presiden Prabowo Subianto yang menggelar silaturahmi dan diskusi bersama jajaran tokoh bangsa di Istana Merdeka, Selasa (3/3/2026).
Bagi AHY, yang kini menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, berdialog dengan Presiden merupakan agenda rutin. Namun, ia menilai pertemuan tersebut sangat istimewa karena mempertemukan para mantan presiden, mantan wakil presiden, mantan menteri luar negeri, hingga pimpinan partai politik dalam satu forum.
"Pertemuan kemarin spesial karena menghadirkan Presiden ke-6 SBY dan Presiden ke-7 Jokowi, serta tokoh-tokoh nasional lainnya dan ketua umum partai politik yang mewakili konstituen luas," ujar AHY dalam acara buka puasa bersama Partai Demokrat di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu (4/3/2026).
AHY menilai diskusi yang berlangsung selama 3,5 jam tersebut menjadi wadah efektif bagi para tokoh untuk mendengarkan langsung penjelasan kepala negara, sekaligus memberikan masukan strategis bagi pemerintahan.
"Bapak Presiden mendengarkan dengan saksama banyak masukan yang penting dan relevan. Saya yakin hal ini akan memperkaya perspektif beliau dalam merumuskan kebijakan strategis bagi bangsa," tambahnya.
Lebih lanjut, AHY memaknai pertemuan tersebut sebagai bentuk ikhtiar serius pemerintah dalam menghadapi dinamika tantangan domestik maupun global. Melalui ruang diskusi ini, Presiden Prabowo berupaya memastikan posisi serta kebijakan luar negeri dan dalam negeri dipahami secara mendalam oleh para tokoh bangsa.
Dalam kesempatan tersebut, AHY secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo melalui Menteri Luar Negeri, Sugiono, yang turut hadir dalam acara buka puasa tersebut. AHY juga mengungkapkan bahwa salah satu bahasan utama dalam pertemuan di Istana adalah antisipasi terhadap berbagai kemungkinan terburuk akibat krisis global.
"Diskusi tersebut secara serius membahas skenario terburuk (*worst-case scenario*) serta dampak strategisnya terhadap Indonesia. Kita harus bersiap memitigasi segala risiko, terutama di sektor ekonomi, ketahanan energi, dan kedaulatan pangan," pungkas AHY.
Baca Juga: Nyai Hj. Hindun Susilowati, Sosok Pengasuh Ponpes Al Muayyad Solo Wafat
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- Bedak Sekaligus Foundation Namanya Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Ringan di Wajah
- Sudah 4 Bulan Ditahan, Bupati Pati Sudewo Sampaikan Pesan Rindu dari Rutan KPK
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Ketua Golkar Malra Nus Kei Tewas Ditikam, Polisi Tangkap 2 Terduga Pelaku
-
Uya Kuya Polisikan Akun Threads Soal Hoaks 750 Dapur MBG, Ini Detail Laporannya
-
10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
-
KPK Bongkar Motif Korupsi Kepala Daerah: Bukan Cuma Biaya Politik, Ada yang Demi THR Pribadi
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup, Ini Penjelasan Kemlu SOal Nasib 2 Kapal Tanker Pertamina
-
Viral Makanan Tak Layak Prajurit Marinir, Menteri Perang AS Ngamuk Serang Media
-
Seram! Ilmuwan Penting AS Menghilang Satu per Satu, Gedung Putih Desak FBI Usut Tuntas
-
Ketua Golkar Maluku Tenggara Tewas Ditikam di Bandara Karel Sadsuitubun
-
2 Tanker Pertamina Belum Bisa Bergerak, IRGC Perketat Selat Hormuz
-
Kala Jusuf Kalla Diserang Isu Menista Agama dan Ijazah Jokowi