Lurah Petojo Utara Amadeo [suara.com/Dian Rosmala]
Dua hari terakhir, nama Kelurahan Petojo Utara, Jakarta Pusat, menjadi sorotan. Ihwal dari pengaduan warga bernama Sinta kepada Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tentang sulitnya membuat sertifikat tanah yang telah dia tinggali selama berpuluh-puluh tahun.
Mendengar pengaduan tersebut, Ahok naik pitam. Dia sampai mengeluarkan kata-kata keras yang intinya oknum kelurahan harus diperiksa dan jika terbukti bermasalah harus dipecat serta dipidana.
Ditemui wartawan Suara.com di kantor Kelurahan Petojo, Jalan Pembangunan, Jumat (5/5/2017), Lurah Amadeo mengatakan tidak ingat wajah warga bernama Sinta. Dia baru melihatnya lewat media online.
"Saya sudah lihat di berita online wajah yang melaporkan, saya nggak ingat apa pernah bertemu beliau. Saudari Sinta itu," kata Amadeo kepada Suara.com, saat ditemui di kantor kelurahan.
Setelah muncul pemberitaan Amadeo langsung meminta penjelasan kepada semua perangkat kelurahan.
"Menurut keterangan staf kelurahan ya belum ada satupun yang merasa pernah bertemu ibu Sinta itu," ujar Amadeo.
Kemudian, Amadeo menghubungi Sinta melalui telepon untuk menanyakan seputar permasalahannya.
"Ketemu sama siapa, dia udah lupa juga. Tapi katanya bapak-bapak. Terus gimana ciri-cirinya? Dia lupa juga. Kapannya lupa ketemu siapa juga lupa," tutur Amadeo.
Amadeo mengatakan mayoritas perangkat kelurahan yang menjabat sejak tahun 2016, masih ada sampai sekarang. Kecuali satu orang bernama Rosyid. Rosyid sudah meninggal dunia.
"Namanya bapak Rosyid. Meninggal 23 Desember 2016. Jadi untuk pak Rosyid saya nggak bisa tanya karena sudah tiada. Kecuali yang lain," kata Amadeo.
Amadeo mengatakan Rosyid merupakan petugas yang sudah bekerja cukup lama di Kelurahan Petojo. Menurut Amadeo, Rosyid mengetahui urusan seputar pertanahan.
"Bapak yang meninggal itu ya memang sudah lama di sini. Lebih banyak tahu soal pertanahan karena dia sudah lama banget disini. Sekitar 20 tahun. Tapi kita nggak bisa memastikan juga," kata Amadeo.
Mendengar pengaduan tersebut, Ahok naik pitam. Dia sampai mengeluarkan kata-kata keras yang intinya oknum kelurahan harus diperiksa dan jika terbukti bermasalah harus dipecat serta dipidana.
Ditemui wartawan Suara.com di kantor Kelurahan Petojo, Jalan Pembangunan, Jumat (5/5/2017), Lurah Amadeo mengatakan tidak ingat wajah warga bernama Sinta. Dia baru melihatnya lewat media online.
"Saya sudah lihat di berita online wajah yang melaporkan, saya nggak ingat apa pernah bertemu beliau. Saudari Sinta itu," kata Amadeo kepada Suara.com, saat ditemui di kantor kelurahan.
Setelah muncul pemberitaan Amadeo langsung meminta penjelasan kepada semua perangkat kelurahan.
"Menurut keterangan staf kelurahan ya belum ada satupun yang merasa pernah bertemu ibu Sinta itu," ujar Amadeo.
Kemudian, Amadeo menghubungi Sinta melalui telepon untuk menanyakan seputar permasalahannya.
"Ketemu sama siapa, dia udah lupa juga. Tapi katanya bapak-bapak. Terus gimana ciri-cirinya? Dia lupa juga. Kapannya lupa ketemu siapa juga lupa," tutur Amadeo.
Amadeo mengatakan mayoritas perangkat kelurahan yang menjabat sejak tahun 2016, masih ada sampai sekarang. Kecuali satu orang bernama Rosyid. Rosyid sudah meninggal dunia.
"Namanya bapak Rosyid. Meninggal 23 Desember 2016. Jadi untuk pak Rosyid saya nggak bisa tanya karena sudah tiada. Kecuali yang lain," kata Amadeo.
Amadeo mengatakan Rosyid merupakan petugas yang sudah bekerja cukup lama di Kelurahan Petojo. Menurut Amadeo, Rosyid mengetahui urusan seputar pertanahan.
"Bapak yang meninggal itu ya memang sudah lama di sini. Lebih banyak tahu soal pertanahan karena dia sudah lama banget disini. Sekitar 20 tahun. Tapi kita nggak bisa memastikan juga," kata Amadeo.
Ahok marah
Ahok sampai memerintahkan staf untuk meminta Kepala Inspektorat Provinsi DKI Jakarta Zainal memeriksa oknum Kelurahan Petojo Utara.
"Hari ini panggil itu. Panggil, pecat, lapor polisi. Panggil inspektorat suruh periksa. Kalau terbukti pecat sebagai PNS bukan cuma sebagai lurah," ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta.
Ahok sangat geram karena menurutnya masih ada aparatur yang mempersulit administrasi pengurusan sertifikat tanah. Untuk membuat jera, Ahok bahkan sampai menginginkan tak hanya dipecat dari kelurahan, tetap juga dari PNS.
"Kalau sebagai lurah dia udah kaya, tenang dia. Pecat sebagai PNS mumpung saya di sini (masih menjabat gubernur). Kalau cuma pecat sebagai lurah seneng dia, nanti gubernur baru dia balik lagi kan, pecat sebagai PNS," kata Ahok.
Ahok juga meminta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan turun tangan dengan memeriksa pejabat-pejabat kelurahan yang memiliki rekening gendut.
"Kan kita periksa pasti ada tanah-tanah yang sudah dikasih rekomendasi, berarti orang pasti bayar. Periksa PPATK duitnya dimana. Lurah kalau tabungannya miliaran, pecat sebagai PNS," kata Ahok.
"Kalau pecat sebagai lurah ketawa-ketawa dia, balik lagi dia, bisa jadi sekda 10 tahun yang akan datang. Harus pecat sebagai PNS, udah nggak guna dia jadi PNS," Ahok menambahkan.
"Hari ini panggil itu. Panggil, pecat, lapor polisi. Panggil inspektorat suruh periksa. Kalau terbukti pecat sebagai PNS bukan cuma sebagai lurah," ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta.
Ahok sangat geram karena menurutnya masih ada aparatur yang mempersulit administrasi pengurusan sertifikat tanah. Untuk membuat jera, Ahok bahkan sampai menginginkan tak hanya dipecat dari kelurahan, tetap juga dari PNS.
"Kalau sebagai lurah dia udah kaya, tenang dia. Pecat sebagai PNS mumpung saya di sini (masih menjabat gubernur). Kalau cuma pecat sebagai lurah seneng dia, nanti gubernur baru dia balik lagi kan, pecat sebagai PNS," kata Ahok.
Ahok juga meminta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan turun tangan dengan memeriksa pejabat-pejabat kelurahan yang memiliki rekening gendut.
"Kan kita periksa pasti ada tanah-tanah yang sudah dikasih rekomendasi, berarti orang pasti bayar. Periksa PPATK duitnya dimana. Lurah kalau tabungannya miliaran, pecat sebagai PNS," kata Ahok.
"Kalau pecat sebagai lurah ketawa-ketawa dia, balik lagi dia, bisa jadi sekda 10 tahun yang akan datang. Harus pecat sebagai PNS, udah nggak guna dia jadi PNS," Ahok menambahkan.
Komentar
Berita Terkait
-
Ahok Adu Mulut dengan Pengacara Kasus LNG, Hakim Sampai Harus Turun Tangan
-
Ahok Ngamuk di Sidang Korupsi LNG Pertamina: Saya Paling Benci Korupsi, Akan Saya Sikat!
-
Ahok Jadi Saksi Sidang Kasus Korupsi LNG Pertamina Rp1,7 Triliun, Irit Bicara Saat Tiba di Tipikor
-
Kesaksian Ahok di Kasus Korupsi Pertamina Bikin Geger, Sentil Menteri BUMN
-
Pakar UGM Bongkar Akar Masalah BUMN: Titipan Politik Bikin Rugi dan Rawan Korupsi
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Jadi Tersangka, Pengemudi Pajero Sport Penabrak Pedagang Buah di Kalimalang Tak Ditahan
-
Donald Trump akan Bahas Taiwan dengan Xi Jinping di Beijing
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
UU Guru dan Dosen Digugat ke MK, 'Pahlawan Tanpa Tanda Jasa' Digaji di Bawah UMR
-
DPR Sebut Aspirasi Publik soal Reformasi Polri Sudah Terangkum di KUHAP Baru
-
Viral Wisatawan Jatuh dari Ayunan Tebing, Korban Sempat Teriak: Tali Tidak Kencang!
-
Pengendara Motor Tewas di Koridor 9 Slipi, Manajemen Transjakarta Pastikan Kecelakaan Tunggal
-
Mendagri Tegaskan Realisasi Program Perumahan Rakyat Akan Dorong Kemajuan Daerah
-
Hakim Siap Jemput Bola! Andrie Yunus Absen Sidang Demi Operasi Cangkok Kulit Akibat Air Keras
-
Misteri Hilangnya Pebisnis Berakhir Horor, Polisi Temukan Jasad dalam Perut Buaya Raksasa