Suara.com - Tak hanya menggelar aksi di depan Balai Kota, ratusan massa pendukung Basuki Tjahaja Purnama juga melakukan aksi pengumpulan KTP di depan Balai Kota, Jakarta, Kamis (11/5/2017) .
Pengumpulan KTP sebagai bentuk dukungan jaminan penahanan Ahok ditangguhkan.
"Kumpulkan KTP-nya. Tidak harus KTP Jakarta, KTP luar Jakarta juga bisa, yang penting WNI," ujar Natalia dari relawan KE2JA4BADJA di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (11/5/2017).
Hal yang sama dikatakan Budiman dari relawan KE2JA4BADJA. Budiman menuturkan tak menargetkan pengumpulan KTP sebagai jaminan Ahok dibebaskan. Namun ia berharap, dengan pengumpulan KTP Ahok segera dibebaskan.
"Ini pengumpulan sebanyak-banyaknya, sampai Pak Ahok bebas," kata Budiman
Para relawan terus mendata masyarakat yang hendak mengumpulkan KTP di Balai Kota. Hingga pukul 10.22, KTP telah terkumpul 200 lebih.
Diketahui, sejak Ahok dijatuhkan vonis pidana 2 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Selasa (9/5/2017), massa pendukung Ahok melakukan berbagai aksi simpatik dan pengumpulan KTP.
Setelah sempat dibawa ke Rumah Tahapan Cipinang usai putusan hakim, Ahok dipindahkan penahanannya di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.
Baca Juga: Pendukung Ahok Menginap di Depan Mako Brimob
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Haris Rusly Moti: Anomali Gerakan Sosial Saat Ini Justru Anti-Rakyat dan Adopsi Narasi Neoliberal
-
Wali Kota San Miguel Amatitlan Tewas Ditembak di Rumahnya Sendiri
-
Klaim Mobilnya Dipasang Alat Pelacak, Tiyo Ardianto Dikuliti Netizen: Beasiswa KIP, Mobil Fortuner?
-
Curanmor di Perumahan Bekasi Terungkap, Polisi Sita NMax dan Korek Api Berbentuk Pistol
-
Pati Viral Lagi! Anak Bakar Rumah Ortu Gara-gara Tak Diberi Uang Merantau
-
Boni Hargens: Tak Perlu Buat UU Baru, Kompolnas Telah Diperkuat UU Polri Hasil Revisi
-
Kesal Tak Diberi Uang, Pria di Pati Diduga Bakar Rumah Orang Tuanya Sendiri
-
Sopir Truk Penabrak Tokoh Pramuka Herman Resmi Jadi Tersangka, Ini Pengakuannya
-
Disemprot Doktor Ekonomi, Kritik Rieke 'Oneng' Soal Anggaran KemenHAM Dinilai Asal Bunyi
-
Hanya Kirim PDF Tanpa Balasan, Polres Jakpus Jelaskan Soal Aksi BEM UI Tak Ajukan Izin Resmi