Suara.com - Kementerian Kesehatan RI bermitra dengan TNI melalui kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), memiliki fokus utama pada kegiatan pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan.
"Kesehatan adalah utama dan merupakan ujung tombak karena dengan kesehatan, kita bisa berpendidikan, kita bisa sejahtera", tutur Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek, Sp.M(K), seperti pada keterangan resmi yang diterima Suara.com.
Adapun kegiatan TMMD yang dapat dilakukan antara lain berupa bakti fisik dan non fisik. Kegiatan bakti fisik, antara lain melalui pemeriksaan kesehatan dan pengobatan massal; sanitasi, kesehatan lingkungan, taman obat keluarga, pembangunan atau rehabilitasi sarana prasarana kesehatan dan unit kesehatan berbasis masyarakat (UKBM) di Desa sasaran.
Sementara itu, kegiatan bakti non fisik, antara lain berupa sosialisasi gerakan masyarakat hidup sehat (GERMAS), penyuluhan dan pemberdayaan masyarakat dalam program kesehatan ibu dan anak, gizi, penyakit tidak menular, penyakit menular, kesehatan lingkungan, dan Keluarga Berencana
Dalam sambutannya, Menkes menyatakan bahwa Program Indonesia Sehat sebagai arah pembangunan kesehatan tahun 2015-2019 memiliki tiga pilar utama utama yaitu Paradigma Sehat, Penguatan Pelayanan Kesehatan, dan Jaminan Kesehatan Nasional. Secara khusus, penerapan paradigma sehat difokuskan pada upaya promotif dan preventif sebagai landasan pembangunan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat dengan melibatkan lintas sektor.
"Dibutuhkan perubahan mindset masyarakat untuk berperilaku hidup yang sehat", tambah Menkes.
Kolaborasi melalui kegiatan TMMD ini sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 1 tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), sebuah gerakan nasional dalam rangka penguatan paradigma pembangunan kesehatan yang mengedepankan upaya promotif dan preventif, tanpa mengesampingkan upaya kuratif rehabilitatif, dengan melibatkan seluruh komponen bangsa dalam memasyarakatkan paradigma sehat.
GERMAS tidak hanya dilaksanakan oleh sektor kesehatan, namun perlu dukungan dan pelibatan seluruh komponen bangsa dari berbagai lintas sektor yang melaksanakan secara bersama-sama, terencana dan terus menerus.
Menurut Menkes, GERMAS perlu digaungkan sebagai salah satu perwujudan dari revolusi mental. Dalam sambutannya, Menkes juga menyoroti permasalahan sanitasi dan air, pentingnya gizi untuk generasi, serta banyaknya kasus penyakit tidak menular (PTM) yang menyebabkan beban pembiayaan kesehatan yang besar. Pada kesempatan tersebut, Menkes menekankan pentingnya kerja sama dalam menyehatkan masyarakat Indonesia.
Baca Juga: Cegah Malaria, Kemenkes Imbau Masyarakat Gunakan Ini saat Tidur
"Kemenkes tidak akan mungkin mampu menghadapi banyaknya permasalahan kesehatan sendirian, perlu bantuan dan kerja sama banyak pihak untuk menyelesaikan permasalahan", imbuh Menkes.
TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) sendiri merupakan salah satu gerakan pemberdayaan masyarakat khususnya untuk masyarakat tertinggal atau terpencil sebagai wujud Operasi Bakti TNI. Kegiatan TMMD ke-99 tahun 2017 dilaksanakan pada tanggal 4 Juli hingga 2 Agustus 2017 di 58 Kabupaten atau Kota, yang terdiri dari 60 kecamatan atau 92 Desa.
Salah satu contoh kegiatan yang diusung dalam TMMD tahun 2017 yaitu Gerakan Masyarakat Membangun Satu Juta Jamban untuk Keluarga Indonesia yang disingkat “GEMA SANG JUARA”. Hal ini sejalan dengan program pemerintah bahwa pada tahun 2019 tidak ada lagi Masyarakat Indonesia yang Buang Air Besar sembarangan.
"Hal ini dilatarbelakangi kondisi sanitasi masyarakat Indonesia sebanyak lebih kurang 32 juta rumah tangga di Indonesia masih belum mempunyai jamban yang sehat," tambah KSAD Jenderal Mulyono.
Berita Terkait
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Diversifikasi Kearifan Lokal Desa Citengah dalam Pengembangan Desain Batik
-
Bisakah Sea Farming Berbasis Adat Menyelamatkan Ekonomi Nelayan Pesisir?
-
Indonesia Hadapi Tiga Krisis Lingkungan: Apa Dampaknya dan Apa yang Bisa Dilakukan?
-
Cerita Rocky Gerung Bantu Prabowo 'Serang Balik' Jokowi lewat Buku Francis Fukuyama
-
PDIP Soroti Prajurit TNI di Bawah Kendali BOP: Beresiko Tinggi Secara Politik Maupun Militer
-
Bamsoet Kenalkan Buku Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung, Ungkap Sikap Ekonomi-Politik
-
Gerindra Imbau Para Pengusaha dan Taipan Bertaubat: Umur Gak Ada yang Tahu
-
Bukan Sekadar Hujan Biasa! Ini Alasan Ilmiah BMKG Prediksi Curah Hujan Ekstrem Pekan Depan
-
Dialog dengan Wakil Presiden RI dan Kementerian Pariwisata, InJourney Paparkan Usulan Strategis
-
Bamsoet Sebut Prabowo Ogah Punya Lawan, Singgung Tom Lembong dan Hasto Kristiyanto