Suara.com - Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Masinton Pasaribu mengatakan tidak ada kerenggangan hubungan antara Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla setelah pilkada Jakarta periode 2017-2022.
"Nggak ada masalah kok. Bagus-bagus saja. Mereka kan saling berbagi tugas, berbagi tugas," kata Masinton di DPR, Jakarta, Kamis (18/5/2017).
Masinton menyebut isu hubungan Jokowi dan Jusuf Kalla mengalami keretakan hanyalah pandangan dari kalangan yang ingin memanas-manasi.
"Yang bilang ramai, kan di luar, itu kan di luar yang ngompor-ngopori. Mereka berdua mah akur-akur saja sampai sekarang," tuturnya.
Sekretaris Jenderal Pro Joko Widodo (Projo), Guntur Siregar, juga membantah rumor panas yang menyebutkan hubungan Jokowi dan Jusuf Kalla semakin renggang, terutama setelah pilkada Jakarta.
"Itu hanya ada yang manas-manasin. Nggak ada (kerenggangan). Nggak mungkin. Itu tidak benar," kata Guntur kepada Suara.com, Rabu (17/5/2017).
Isu tersebut muncul di tengah gejolak massa dan politik pasca kekalahan pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat yang diusung PDI Perjuangan, Hanura, Nasdem, dan Golkar atas rival, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, yang diusung Gerindra dan PKS.
Menurut Guntur menghembuskan isu adanya keretakan hubungan Presiden dan Wakil Presiden sangat membahayakan negara.
"Ini belum move on aja. Ada yang manas-manasin. Sekarang, Ahok kalah apa hubungan dengan hubungan Jusuf Kalla dengan Pak Jokowi? Sudahlah, kita ini mau membangun demokrasi ke depan," kata Guntur.
Baca Juga: Jokowi Lantik 5 Dubes RI, Salah Satunya untuk India
Guntur berpesan kepada pendukung Ahok untuk menerima hasil pilkada Jakarta dan menatap ke depan. Apalagi, kata Guntur, Jokowi juga sudah berpesan sejak awal agar masyarakat menghormati hasil pilkada dan berlapang dada menerima siapapun yang keluar sebagai pemenang pilkada.
"Terimalah. Lapang dadalah. Pak jokowi, sudah bilang, kita harus terima. Harus menerima. Ke depan, kita bangun demokrasi yang benar. Menang kalah itu biasa dalam pertarungan. Jangan ngompori," kata Guntur.
Berita Terkait
-
Kader PSI Kalsel Desak Jokowi Segera Dilantik Jadi Ketua Dewan Pembina, Begini Respons Kaesang
-
Hakim Kabulkan Sebagian Praperadilan Roy Suryo, Penangkapan Dinyatakan Tak Sah
-
Gerindra Santai Hadapi Safari Politik Jokowi, Pilih Fokus Kawal Program Prabowo
-
Momen Saling Hormat Prabowo-Jokowi Jadi Sorotan, Gerindra Beri Penjelasan Ini!
-
Di Balik Viral Jokowi Injak Kepala Kerbau di Lampung: Tradisi Adat atau Simbol Politik?
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Kemasan Rokok Seragam Berisiko Tabrak UU Merek, Wamenkum: Jangan Over Regulation!
-
Sebut Polri Paling Korup, Burhanuddin Muhtadi Bongkar Kelemahan Survei IndexMundi
-
Jalan Cinta Amblas Nyaris 90 Derajat, DKI Bongkar Pemicunya: Tanggul Kali Sunter Retak!
-
Isi Amplop Menhut Raja Juli Masih Misteri, KPK Duga Suap Hutan Kuansing Pakai Dolar Singapura
-
Jokowi Mau Jadikan Jateng 'Kandang Gajah', Gerindra: Bagus, Kompetisi Politik Makin Sehat!
-
Bupati Kuansing Diduga Kumpulkan Duit dari 914 Anggota KUD untuk Suap Pelepasan Hutan
-
Aksi Bersih-bersih atau Cari Aman, Kenapa Menhut Raja Juli Baru Lapor Amplop Usai OTT KPK?
-
Eks Pimpinan KPK Sebut Menhut Raja Juli Akal-akali Balikin Amplop: Tetap Suap, Bisa Jadi Tersangka
-
Kader PSI Kalsel Desak Jokowi Segera Dilantik Jadi Ketua Dewan Pembina, Begini Respons Kaesang
-
Duet 'Indonesia Emas 2045' dan 'India Maju 2047', PM Narendra Modi: Kita Mitra Alami