Suara.com - Tiga lekaki yang diduga anggota geng motor yang meresahkan wilayah Jagakarsa, Jakarta Selatan, dibekuk polisi. Ketiganya merupakan bagian geng yang beberapa hari terakhir meresahkan warga, karena melakukan aksi brutal terhadap pengguna jalan.
Bibir seorang pria berbaju oranye khas bertuliskan “Tahanan Polisi Jagakarsa” tampak asyik berkomat-kamit membaca jampi-jampi.
Sembari menunduk lesu, ia seperti merapal mantra. Polisi yang melihat perilakunya itu langsung menghardik.
“Hei, ngapain kamu komat-kamit, komat-kamit! Kamu baca mantra ya? Sudahlah, gak bakal mempan mantra kamu itu kalau sudah di polres,” tukas Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan Ajun Komisaris Besar Budi Hermanto, Selasa (23/5).
“Saya bukan geng motor pak. Beneran, saya cuma jaga kampung,“ tutur lekaki yang berinisial PH (25) itu.
PH bersama kedua rekannya, WR (18) dan IM (26) ditangkap polisi di Jalan Raya Kelapa Muda, Jagakarsa, Sabtu (20/5) pekan lalu. Mereka dibekuk saat “berpatroli“ dengan membawa senjata tajam.
Tapi, PH dan kedua rekannya menepis tuduhan polisi. Mereka mengakui justru berpatroli untuk menjaga kampung dari ancaman serbuan geng motor.
"Saya bawa sajam (senjata tajam) untuk jaga kampung. Kami dapat informasi ada yang mau menyerbu,” tutur PH.
Baca Juga: Gara-gara Senggolan Motor, Sekretaris Lurah di Lampung Ditembak
Namun, polisi tak memercayai pengakuan PH. Sebab, PH dan rekan-rekannya secara berpawai memakai sepeda motor sembari membawa sajam di daerah kampung lain.
Budi mengatakan, kawanan geng motor PH kerap beraksi di Jagakarsa. Bahkan, mereka kerap menyampaikan tantangan kepada geng-geng motor di kawasan lain.
”Mereka punya nama geng motor Jepang, Amerika, atau apalah, macam-macam. Mereka menantang geng motor di Depok, Jakarta Timur, atau Bogor, sehingga ada ancaman penyerbuan. Karenanya, kami melakukan operasi di kawasan Jagakarsa,” terangnya.
Dalam operasi itu, kata Budi, PH tampak berpawai bersama anggota geng lainnya sambil mengacung-acungkan sajam serta bambu.
Ketika polisi menyergap, gerombolan itu lari tunggang-langgang. PH yang dituakan dalam geng itu berhasil dihentikan dan ditangkap.
Sementara IM dan WR ditangkap di pinggiran Jalan Raya Kelapa Muda, Jagakarsa. Mereka ditangkap karena menenteng celurit.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
Mensesneg Bocorkan Jadwal Pelantikan Hakim MK Baru Adies Kadir
-
PM Australia Anthony Albanese ke Jakarta Besok, Cek 8 Ruas Jalan yang Kena Rekayasa Lalin
-
BPJS PBI Dinonaktifkan Tanpa Pemberitahuan, Puluhan Pasien Cuci Darah Jadi Korban Ditolak RS
-
Bocah 10 Tahun di Ngada Bunuh Diri, Menteri PPPA Sentil Kerapuhan Sistem Perlindungan Anak Daerah
-
Istana Buka Suara soal Siswa SD Akhiri Hidup di NTT
-
Momen Langka di Abu Dhabi, Kala Prananda Prabowo Jadi Fotografer Dadakan Megawati
-
Haris Rusly Moti: Strategi Multi-alignment, Manuver Cerdas Prabowo untuk Palestina Merdeka
-
Anak Buah Terjaring OTT KPK, Menkeu Purbaya: Kenapa Terpukul? Ini Titik Masuk Perbaikan
-
Operasi Pekat Jaya Sepekan, Polda Metro Jaya Tangkap 105 Pelaku Tawuran, 56 Sajam Disita
-
Telak! Baru 7 Hari Dilantik Menkeu Purbaya, Kepala Kanwil Bea Cukai Sumbagsel Diciduk KPK