Suara.com - Teror bom yang kembali mengguncang ibu kota Jakarta mengundang keprihatinan sejumlah kalangan. Salah satunya Wali Kota Bandung Ridwan Kamil.
Melalui akun Twitter, Kang Emil--sapaan akrabnya--mewakili masyarakat Bandung, menyampaikan simpati atas tragedi yang terjadi di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (24/5/2017) malam.
"Turut berduka cita untuk Jakarta. Simpati dan doa untuk warga Jakarta dari kami pemerintah dan warga Kota Bandung. #IndonesiaTidakTakut," cuit Kang Emil.
Sejak menulis cuitan ini pada, Kamis (25/5/2017) pagi, postingan tersebut telah di-retweet lebih dari 200 dan 250 like dari netizen.
Ragam komentar pun mewarnai postingan ini. Banyak yang berharap motif peledakan ini bisa segera terungkap.
"Stop analisa penyebab bom Kampung Melayu. Kita tunggu Polisi menyelesaikannya," tulis pemilik akun @EndryraH, membalas cuitan Kang Emil.
"Semoga cepet terungkap motif dan dalang peledakan bom kampung melayu," tulis netizen lainnya.
Ada pula netizen yang mengaitkan kejadian ini dengan kemunculan ormas radikal di Tanah Air. Sebagaimana dituliskan akun @hudattamini.
"..... Itulah klo kita memelihara harimau, pasti setiap saat menerkam... Segera bubarkan ormas radikal dan kita waspada... Itu solusinya," tulisnya.
Baca Juga: Bom Kampung Melayu, Ketua DPD Imbau Masyarakat Tetap Tenang
Sementara itu, menurut Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto, insiden bom yang terjadi sekitar pukul 21.00 WIB, menewaskan lima orang. Tiga diantaranya adalah anggota Polri.
"Hasil olah TKP kembali harus saya sampaikan, ternyata 3 anggota Polri yang gugur. 2 orang pelaku dinyatakan gugur juga, kemudian 5 anggota Polri luka-luka dan 5 anggota sipil luka-luka," kata Setyo di TKP, Rabu (25/5/2017) dini hari.
Setyo juga memastikan jumlah pelaku yaitu dua orang, keduanya laki-laki. Namun belum bisa diidentifikasi kedua pelaku tersebut.
"Setelah olah TKP, ternyata memang ditemukan ada 2 pelaku, sementara identitas masih belum," ujar Setyo.
Setyo juga belum bisa mengumumkan identitas 3 anggota Polri yang meninggal dunia.
"Kita selalu memastikan identitas seseorang pakai scientific identification baik melalui post morthem. Kemudian kami cek sidik jari atau sidik gigi," kata Setyo.
Berita Terkait
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
Terkini
-
Diduga Intimidasi Dokter hingga Meninggal, Legislator PKB Terancam Sanksi Berat
-
Fakta-fakta Kematian 5 SPPI Calon Manajer Koperasi saat Jalani Latihan Militer
-
Awas Kena Derek! Dishub DKI Mulai Rutin Razia Parkir Liar di Senopati dan Gunawarman Tiap Weekend
-
Aktivasi di CFD FX Sudirman, Mozy Ajak Masyarakat Kenali Layanan Perjalanan Digital
-
Ironi Ganja Medis, Saat KUHP Baru 'Keok' Lawan UU Narkotika yang Usang
-
HBL Mantiri Ajak Purnawirawan TNI AD Terus Kompak Jaga Soliditas dan Perkuat Persatuan
-
Ketua BPP PPAD HBL Mantiri: Purnawirawan Harus Jadi Perekat Persatuan Bangsa
-
Gubernur Jakarta Siapkan Jalur Bawah Tanah di Bundaran HI Buat Penjalan Kaki
-
Janji Pramono Anung di HUT ke-499 Jakarta: Banjir Masih Ada, Tapi Tidak Akan Separah Dulu
-
Pramono Ungkap Biang Kerok Kemacetan Jakarta, 8 Juta Orang Keluar-Masuk Setiap Hari