Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan, Kamis (25/5/2017), pembocoran rahasia "yang sangat mengganggu" kepada media massa AS soal pengeboman bunuh diri Manchester akan diselidiki.
Pernyataan itu dikeluarkan Trump setelah kepolisian Inggris yang berang berhenti berbagi informasi dengan institusi berwajid dari AS.
Perdana Menteri Inggris Theresa May sebelumnya mengatakan bahwa ia akan menyampaikan kepada Trump bahwa kerahasiaan informasi intelijen yang saling dibagikan antara kedua negara harus dijaga.
"Dugaan kebocoran yang datang dari badan-badan pemerintah adalah hal yang sangat mengganggu," kata Trump dalam pernyataan yang dikeluarkan setelah ia tiba di Brussel untuk menghadiri pertemuan puncak negara-negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), yang juga dihadiri PM May.
"Saya meminta Departemen Kehakiman (AS, red) dan lembaga-lembaga terkait lainnya untuk melakukan peninjauan penuh terhadap masalah ini, dan jika pantas, pelaku (pembocoran) harus diadili berdasarkan hukum yang berlaku." Salman Abedi, seorang pria berusia 22 tahun dan lahir di Inggris dari orang tua asal Libya, meledakkan diri pada Senin malam di stadion tertutup Manchester Arena setelah pertunjukan digelar oleh penyanyi AS Ariana Grande, yang sebagian besar pemujanya adalah kalangan anak-anak dan remaja.
Pengeboman itu menewaskan 22 orang, dari murid perempuan berusia delapan tahun hingga orang tua yang datang untuk menjemput anak-anak mereka.
Status resmi ancaman telah dinaikkan ke tingkat "kritis", yang berarti serangan berikutnya bisa segera terjadi.
Dengan tingkat status tersebut, pasukan tentara telah dikerahkan untuk membantu polisi sementara para petugas bersenjata memeriksa kereta-kereta untuk pertama kalinya di Inggris.
Baca Juga: Gugur Bunga di Kp. Melayu, Dont Look Back in Anger di Manchester
Kepolisian, yang meyakini bahwa Abedi merupakan bagian dari suatu jaringan, telah menahan delapan orang terkait serangan.
"Saya ingin meyakinkan masyarakat bahwa penahanan yang kami lakukan adalah hal yang sangat penting, dan pemeriksaan awal telah menunjukkan hal-hal yang kami yakini sangat penting bagi penyelidikan," kata kepala kepolisian Manchester Ian Hopkins.
Seorang sumber yang mengetahui proses penyelidikan mengatakan kepada Reuters bahwa Abedi kemungkinan merakit sendiri bomnya atau dengan bantuan seorang kaki tangan. Informasi itu berbeda dengan perkiraan sebelumnya bahwa perakit bom kemungkinan buron.
"Pencarian masih dipusatkan pada para kaki tangan dan jaringan, tapi mungkin saja ia merakit bomnya sendiri," kata sumber itu.
Dalam tiga hari terakhir, sejumlah keterangan rinci penting dari penyelidikan, termasuk nama pengebom, pertama kali muncul di media AS. Kenyataan itu membuat berang kepolisian Inggris, yang mengkhawatirkan bahwa kebocoran informasi seperti itu bisa berisiko mengganggu proses penyelidikan yang sedang mereka jalankan.
Keputusan untuk menghentikan informasi kepolisian dengan badan-badan Amerika Serikat merupakan langkah luar biasa yang diambil Inggris.
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
Terima Penghargaan KWP Award 2026, Rizki Faisal: Jarak Geografis Tak Boleh Halangi Hak Hukum Warga
-
Jakarta Waspada Ledakan Kasus ISPA, Gubernur Pramono: El Nino Mengancam hingga September!
-
Dukung Iran, Organisasi Houthi Siap Blokir Jalur Minyak Laut Merah
-
Apa Itu OSD HMT ITB? Mengenal Tradisi Musik Mahasiswa Tambang yang Sarat Lirik Mesum
-
Golkar Desak RUU Pemilu Segera Dibahas Jika Ingin Ada Perubahan: Akhir Tahun Tahapan Dimulai!
-
Analis Beberkan Dampak Mengerikan Bagi Asia Jika Iran Tutup Laut Merah
-
Kata Nelayan Ciliwung Soal Ikan Sapu-sapu: Jadi Hama Sekaligus Bahan Baku Cilok
-
Mendadak! Warga China Berbondong Mempelajari Sejarah Iran, Lho Ada apa?
-
Manuver Diam-diam Jepang demi Selat Hormuz, Hubungi Iran Minta Hal Ini
-
Jangan Diam! Siulan dan Chat Mesum Bisa Dipidana, Begini Cara Lapor Kekerasan Seksual Verbal