Wakil Ketua DPD Nono Sampono bersama A. M. Fatwa, Dailami Firdaus, dan Abdul Azis Kafia [DPD]
Wakil Ketua DPD Nono Sampono mengutuk keras aksi bom bunuh diri di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur. Ia meminta pemerintah mengusut tuntas kasus tersebut.
Nono Sampono bersama dengan tiga anggota DPD dari Provinsi DKI Jakarta, A. M. Fatwa, Dailami Firdaus, dan Abdul Azis Kafia serta Sekretaris Jenderal DPD Sudarsono Hardjosoekarto datang menjenguk dua korban bom bernama Tasdik Saputro dan Susi Fitriyani yang masih terbaring lemah di ruang perawatan RS. Budhi Asih, Cawang, beberapa waktu yang lalu.
Nono berharap teror bom bunuh diri dapat diusut tuntas karena bukan lagi kriminal biasa, melainkan arahnya sudah jelas yaitu negara.
Pasukan antiteror TNI disarankan terlibat dalam menangani kasus-kasus terorisme di Indonesia.
“Teror ini pasti ada dalang di belakangnya, bukan hanya pelaku yang cuma kita tuju, tapi harus diselidiki juga apakah ada jaringan di belakangnya. Perlu kerja keras dan koordinasi yang intens antara Polri, TNI, BIN dan BNPT dalam menanggulangi sejak dini potensi terjadinya terorisme dan serangan-serangan kelompok," ujarnya.
Selain mengutuk keras tindakan tersebut, dia juga berharap pemerintah beserta DPR segera merivisi UU Anti Terorisme agar pencegahan dini serta tindakan aparat berwajib dapat bekerja maksimal.
“Revisi UU terorisme sedang dilakukan, saya harap UU tersebut kelak bisa mengatur secara komprehensif dan menjangkau tindakan represif serta preventif," kata dia.
Untuk meminimalisir paham radikalisme, menurut Nono, harus ditelusuri juga apa landasannya, sehingga bisa dicegah dikemudian hari.
"Tindakan terorisme itu banyak faktornya apakah karena ekonomi, ideologis dan politis, nah dari sini harus diperhatikan apa landasannya sehingga bisa dipahami dan dicegah," katanya.
Nono Sampono tidak habis pikir dengan aksi bom bunuh diri.
"Saya sangat mengutuk pelaku bom di kampung melayu, apa pun motifnya, ini merupakan musuh kita bersama, karena beberapa oknum jangan sampai menggeneralisasi kepada kelompok dan golongan tertentu," kata dia.
Sudarsono berharap agar masyarakat tetap waspada terhadap lingkungan sekitar.
"Saya harap masyarakat bisa juga memantau kejadian di sekitarnya, jika ada kegiatan yang mencurigakan terutama dari orang asing, maka wajib diantisipasi dengan melaporkannya kepada pihak kepolisian," kata dia.
Tag
Komentar
Terpopuler
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- 8 Rekomendasi Moisturizer Terbaik untuk Mencerahkan Wajah Jelang Lebaran
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Siapa Istri Zendhy Kusuma? Ini Profil Evi Santi Rahayu yang Polisikan Owner Bibi Kelinci
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Mantan Pj Gubernur Sulsel Tersangka Korupsi Bibit Nanas
-
Trump Cetak Sejarah di AS: Presiden Pertama yang Berperang Tanpa Didukung Warganya
-
IHSG Keok 3,27 Persen Terimbas Konflik Iran-AS, Bos BEI: Kita Sudah Kuat!
-
Harga Minyak Mulai Turun Usai Beredar Kabar G7 Lepas Cadangan 400 Juta Barel
-
Rusia Kasih Data Aset Militer AS ke Iran untuk Dihancurkan, Termasuk Lokasi Kapal dan Jet Tempur
Terkini
-
Viral! Penumpang Muslim Ditangkap Tim Taktis AS Bersenjata Lengkap Gara-Gara Timer Salat
-
Situasi Terkini Iran Jelang Baiat untuk Pemimpin Baru Ayatollah Mojtaba Khamenei
-
5 Fakta Mojtaba Khamenei: Jebolan Perang Iran-Irak, Nikahi Anak Politisi Senior Iran
-
Bawa Ayam Saat Jalan-jalan Bisa Bikin Stres Anda Berkurang, Profesor Ini Sudah Membuktikan
-
Duduk Perkara Kasus Bibi Kelinci: dari Nabilah O'Brien jadi Tersangka Hingga Berakhir Damai
-
Sempat Live Bareng Bigmo Saat Penetapan Tersangka, Ini Kata Wali Kota Solo
-
Aneh tapi Nyata! Tren di Jepang, Meditasi di Dalam Peti Mati Demi Kesehatan Mental
-
Kisah Punch, Bayi Monyet Viral Kini Mulai Punya Teman di Kebun Binatang Jepang
-
Cara Iran Acungkan 'Jari Tengah' ke Trump: Pilih Mojtaba Khamenei Jadi Ayatollah
-
Kejaksaan Agung Panggil 9 Saksi Kasus Korupsi Ekspor POME, Siapa Saja?