Suara.com - Atlet-atlet pemusatan pelatihan nasional (pelatnas) PB Wushu Indonesia tetap mempertahankan kualitas latihan fisik dan teknik meskipun sejumlah atlet menjalani ibadah puasa.
"Para atlet sekarang masuk tahapan latihan kekuatan pada latihan fisik. Latihan ini untuk menunjang kemampuan teknik mereka saat bertanding," kata pelatih fisik Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) Kelana Sukma di sela-sela latihan di Gedung PP-ITKON Kemenpora, Jakarta, Rabu (31/5/2017).
Kelana mengatakan, volume latihan fisik atlet-atlet pelatnas wushu memang disesuaikan dengan kondisi atlet yang menjalani ibadah puasa pada bulan Ramadan 1438 H meskipun jadwal latihan tidak berubah.
"Kami mencari bentuk-bentuk latihan yang menunjang latihan teknik mereka. Hanya saja, kami menurunkan durasi latihan. Latihan ini lebih bertujuan menjaga kondisi para atlet," kata Kelana yang menemai para atlet wushu nomor taulo (seni).
Namun, Kelana mengaku akan tetap mengizinkan para atlet yang tidak sanggup berlatih pada sesi sore karena masih menjalani ibadah puasa.
Sementara itu, atlet pelatnas wushu Ahmad Hulaefi mengatakan, latihan fisik selama Ramadan fokus pada penguatan tenaga dan daya tahan tubuh dengan jadwal sama dengan latihan fisik, yaitu empat kali dalam sepekan.
"Saya sudah terbiasa latihan pada bulan Ramadan. Saya menjaga untuk tidak banyak tidur karena justru badan akan makin lemas," kata atlet berusia 28 tahun itu.
Atlet asal DKI Jakarta itu mengungkapkan, dirinya tidak mengonsumsi suplemen makanan dalam bentuk obat-obatan untuk menjaga kondisi fisik selama berlatih pada bulan Ramadan.
"Saya lebih banyak mengonsumsi makanan berprotein dan makanan berserat. Saya juga sering minum madu. Akan tetapi jika saya merasa tidak kuat berlatih, saya minta izin kepada pelatih dan dia mengizinkan saya," katanya.
Baca Juga: Masih Nyeri, Rossi Gagal Turun di MotoGP Italia?
Ahmad Hualefi akan turun pada dua nomor taulo, yaitu nomor pedang-toya serta nomor tangan kosong pada SEA Games 2017 yang akan berlangsung di Malaysia pada bulan Agustus.
"Pesaing terberat pada nomor yang akan saya ikuti adalah atlet-atlet Vietnam. Atlet-atlet Malaysia lebih banyak junior," kata Hulaefi tentang persaingannya dalam SEA Games ke-29 itu. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan