Suara.com - Krisis hubungan diplomatik regional di kawasan Timur Tengah menyebabkan maskapai milik Abu Dhabi, Etihad Airways menghentikan sementara penerbangan ke Doha.
Sebelumnya Uni Emirat Arab, Arab Saudi dan Bahrain memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar. Sebab Qatar dituduh mendukung gerakan radikal sejumlah kelompok, termasuk ISIS dan Al Qaeda.
Etihad mulai berhenti terbang ke Qatar, Selasa (6/6/2017) besok. Abu Dhabi juga akan memotong semua hubungan udara, darat dan laut dengan Qatar dalam waktu 24 jam.
Sebelumnya, Kerajaan Arab Saudi memutuskan memutus hubungan dengan negara bagian Qatar. Ini menyusul ketegangan hubungan negara Saudi dengan Doga di kawasan teluk.
Sebelumnya Bahrain lebih dulu memutuskan hubungan, lalu diikuti Saudi. Keputusan itu terkonformasi lewat Saudi Press Agency, Senin (5/6/2017).
Pemutusan hubungan itu disusul dengan kebijakan menutup akses pebatasan Qatar ke Saudi dan Bahrain. Termasuk akses darat. Warga Qatar tidak bebas ke Saudi saat ini.
"Warga Qatar diberi waktu 14 hari untuk meninggalkan Arab Saudi setelah memutuskan hubungan," kutip pernyataan Saudi lewat alarabiya Senin siang. (AFP)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Harga Minyak Dunia Anjlok 6 Persen Usai Ketegangan AS-Iran di Selat Hormuz Mereda
-
Studi Ungkap Gunung Berapi yang Tidur Ribuan Tahun Ternyata Bisa Tetap Aktif: Mengapa?
-
Menaker: Sertifikasi Kompetensi Jadi Bukti Formal Penting Bagi Lulusan Magang
-
6 Fakta di Balik Bebasnya Piche Kota Indonesian Idol dari Tahanan Kasus Dugaan Pemerkosaan
-
Wabah Hantavirus di Kapal MV Hondius Memaksa Spanyol Ambil Tindakan Darurat Evakuasi Penumpang
-
Muatan Penumpang Disorot! Bus ALS Maut yang Tewaskan 16 Orang Angkut Tabung Gas hinga Sepeda Motor
-
Tragedi Bus ALS vs Truk Tangki di Sumsel: 16 Jenazah Tiba di RS Bhayangkara, Mayoritas Luka Bakar!
-
Komandan Elite Hizbullah Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel di Beirut Selatan
-
Viral Kuitansi Laundry Gubernur Kaltim Rp20,9 Juta Seminggu: Nyuci Dalaman Aja Seharga Cicilan Motor
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Terancam Hak Angket, DPR: Kepala Daerah Harus Sensitif Isu Publik