Suara.com - Pemerintah dan DPR sepakat menambah anggota KPU dan Bawaslu Pusat dalam rapat panitia kerja (Panja) RUU Penyelenggaraan Pemilu di kantor parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (5/6/2017) kemarin.
Terkait hal itu, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengaku penambahan anggota KPU dan Bawaslu tersebut atas usulan mayoritas fraksi di DPR. Alasannya lembaga penyelenggara Pemilu tersebut butuh tenaga lebih lantaran Pemilu 2019 nanti dilakukan secara serentak, yakni Pileg dan Pilpres.
"Isu krusial, pertama bahwa alasan semua fraksi di Pansus, ini adalah pemilu serentak pertama yaitu Pileg dan Pilpres. Tetapi juga antisipasi untuk Pemilu pada 2024, yakni Pillada, Pileg dan Pilpres (serentak)," kata Tjahjo ditemui di Kompleks Kepresidenan Jakarta, Selasa (6/6/).
Berdasarkan evaluasi, Komisi II DPR saja sempat kesulitan untuk bertemu dengan para anggota KPU. Hal ini lantaran sangat banyak pekerjaan yang harus diselesaikan, sementara jumlah anggota terbatas.
"Pengalaman yang sudah dievaluasi, Komisi II DPR pada saat hanya untuk bertemu dengan komisioner sangat sulit sekali. Tujuh (komisioner) dibagi tugas di seluruh Indonesia, dari situ kemarin muncul opsi dan disepakati ditambah, yaitu tujuh menjadi sembilan di Bawaslu, sembilan jadi 11 di KPU dengan catatan KPUD-nya dikurangi," terang dia.
Dia mencontohkan, seperti KPUD Pulau Seribu yang beranggotakan lima orang dikurangi menjadi dua orang. Tercatat dalam rapat Panja kemarin di DPR, fraksi yang setuju dengan penambahan anggota KPU dan Bawaslu pusat adalah PDI Perjuangan, Golkar, Nasdem, PKB, dan Demokrat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat