Suara.com - Di abad ke-19, ciri khas ke-Islaman Kota Marawi Filipina persis seperti di Indonesia. Islam di sana berbaur dengan budaya lokal.
Di Indonesia, ciri tersebut dinamakan 'Islam Nusantara'. Bahkan ulama di Marawi banyak mengutip pemikiran toleransi Syekh Abdul Rauf Singkel di Aceh.
Hanya saja setelah penjajahan kolonial yang dilakukan barat 'gerogori' nilai-nilai dasar Islam bertoleran terhadap budaya setempat. Lambat laun, kelompok radikal pun mudah masuk ke sana.
Hal itu diceritakan Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah, Oman Fathurahman kepada suara.com awal pekan ini. Oman adalah peneliti manuskrip Islam Nusantara pertama di Indonesia. Ratusan manuskrip Islam kuno sudah dia baca. Dokumen itu menceritakan masa lalu Islam di Indonesia.
Gerombolan Maute yang terdiri dari teroris-teroris lintasnegara, mencoba membangun kekhalifahan ISIS di Marawi. Kota tersebut, ingin direbut dan dijadikan basis ISIS di wilayah Asia Tenggara.
Sementara itu ada 17 WNI lainnya yang berada di Filipina untuk kegiatan berdakwah dan tidak terlibat jaringan terorisme. Ketujuh belas WNI tersebut kini berada di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Davao menunggu dipulangkan ke Tanah Air.
Peristiwa radikalisme masuk ke Marawi, menurut Oman, harus dijadikan pelajaran di Indonesia. Oman mengingatkan karakter Islam Nusantara di Indonesia harus dipertahankan sebagai penguat toleransi antar umat.
"Setelah abad ke-19, ada kolonialisme di Marawi. Dan di sana muslim minoritas. Saat itu menggrogoti akar-akar Islam Nusantara-nya. Setelah itu yang lebih kuat salafisme. Sehingga saya tidak telalu heran wilayah itu menjadi yang menjadi salah satu wilayah yang diproyeksikan menjadi basis pendidikan ISIS di Asia Tenggara. Karena akar Islam Nusantara di sana rapuh.
Saya ingin mengingatkan Indonesia, bukan tidak mungkin itu terjadi di sini kalau kita tidak menjaga karakter keberagaman Islam Nusantara," kata Oman.
Cerita Oman lengkapnya akan dipublish di rubrik wawancara khusus edisi Ramadan suara.com, Senin (12/6/2017) pekan depan.
Baca Juga: Cegah Teroris Marawi ke Tanah Air, Ini yang Dilakukan BNPT
(Pebriansyah Ariefana/Jane Anthrani/Dendi Afriyan)
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Lautan Manusia di PRJ! Kembang Api Hiasi Langit Jakarta Sambut HUT ke-499
-
Selat Hormuz Ditutup Iran, Kesepakatan Damai dengan AS Kian Sulit Gegara Ulah Israel
-
Wamenpar Wanti-wanti Pelaku Wisata Dieng: Utamakan Keselamatan di Tengah Lonjakan Turis!
-
Malam Ini Dijemput dari RS Polri! Roy Suryo dan dr Tifa Kembali Masuk Sel Tahanan
-
SPMB Jakarta 2026 Paling Siap, Jabar Masih Dihantui Masalah Sistem dan Transparansi!
-
Sukseskan Program Presiden, Mendagri Tinjau Program BSPS di Jayapura
-
Roy Suryo dan dr Tifa Sakit Usai Ditangkap Kasus Ijazah Jokowi, Gibran: Semoga Segera Sembuh!
-
Bantah Cuma Galak ke Ojol, Dishub DKI: Mobil Pribadi Parkir Liar Banyak Kami Derek!
-
Tanpa APBD! Pramono Anung Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jamin Patung Sudirman Tak Digeser
-
Buntut Kasus Sulis, Dishub DKI Janji Siapkan Parkir Khusus Ojol di Mal