Suara.com - Abu Bakr al-Baghdadi, pemimpin kelompok ISIS, dilaporkan telah tewas dalam serangan udara di Suriah, Sabtu 11 Juni waktu setempat. Kabar itu beredar menurut laporan yang tidak terverifikasi di media pemerintah Suriah.
Artileri berat dijatuhkan di benteng ISIS Raqqa sepanjang hari, dengan rekaman online yang di-posting kantor berita ISIS, Amaq, mengungkapkan kerusakan akibat peristiwa tersebut.
Mereka yang berhasil membawa kepala Baghdadi akan mendapat hadiah USD20 juta karena khotbahnya yang penuh kebencian mengilhami serangan bunuh diri di seluruh Eropa. Sementara itu, laporan sebelumnya tentang kematian al-Baghdadi telah beredar, namun ternyata tidak benar.
Bukti terbaru yang digali untuk sebuah film dokumenter menunjukkan, Abu Bakr al-Baghdadi lolos dari penangkapan di Irak hanya beberapa menit di tahun 2013, sebelum melepaskan pasukan jihadisnya di dunia.
Pasukan Irak mengklaim, lelaki yang tewas dalam serangan udara di dekat perbatasan Irak dengan Suriah itu adalah wakil al-Baghdadi, Ayad al-Jumaili. Jumaili, seorang perwira intelijen di bawah Saddam Hussein, digambarkan dalam sebuah laporan TV Irak sebagai "pejabat negara kedua" dan "menteri perang" negara Islam.
Saat pasukan Irak mengepung bekas markas mantan al-Baghdadi di Mosul, kekhalifahan yang dia nyatakan di masjid utama kota pada tahun 2014 hancur berantakan.
Film tersebut, Abu Bakr al-Baghdadi: In The Footsteps Of The Most Wanted Man In The World, mengemukakan tentang kekuatan lelaki berusia 45 tahun itu mungkin telah mengakhiri teror teror IS lebih awal.
Pembuat dokumenter Maroko Sofia Amara menjelaskan bagaimana pasukan elit dari Falcon Brigade Irak tidak dapat menangkapnya hanya dalam hitungan menit. Ini juga memungkinkan ISIS mengilhami serangkaian kekejaman teroris berdarah lainnya.
Sejak khotbah dari mimbar di Masjid Agung Mosul al-Nuri pada bulan Juli 2014 difilmkan, al-Baghdadi belum pernah terlihat di depan umum. Dan meski menjadi target beberapa pengeboman, analis yakin dia tetap bertahan.
Dia dilaporkan terluka parah saat melakukan serangan udara di distrik yang sama pada bulan Maret 2015. Seperti banyaknya cerita seputar al-Baghdadi, yang sebenarnya merupakan misteri. Dalam film tersebut, Amara mengklaim bahwa dia juga bersembunyi di dekat perbatasan Irak-Syria.
Dia menghabiskan satu tahun menyusul jejak langkah pria yang sebelumnya disebut-sebut oleh para pendukungnya sebagai Emir Pertama Negara Islam Irak dan Levant. (Mirror)
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
Pemimpin Fatah Marwan Barghouti Disiksa di Penjara Israel, Dipukuli hingga Diserang Anjing
-
Fakta Baru Kasus Begal Damkar di Gambir: 3 dari 5 Pelaku Ternyata Penjahat Kambuhan!
-
Catat! Ini Jadwal Lengkap Keberangkatan Haji Indonesia 2026
-
Atasi Sampah Cilincing, Pemprov DKI Bakal 'Sulap' Limbah Kerang Jadi Material WC
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
Baleg DPR Sepakati Perubahan Prolegnas 2026, Ada Lima RUU Baru Masuk Ini Daftarnya!
-
22 Tahun Nasib PRT Dipingpong, RUU PPRT Kini Terkatung-katung di Tangan Pemerintah
-
Sopir Ambulans Kena Order Fiktif Debt Collector, Berujung Disuruh Tagih Utang
-
BNI Lepas Timnas ke Thomas & Uber Cup 2026, Tegaskan Komitmen Jaga Tradisi Juara
-
KSPI Boikot May Day di Monas, Tagih Janji Presiden soal RUU PPRT