Suara.com - Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) resmi dimasukkan dalam daftar organisasi teroris global oleh Amerika Serikat.
Dalam laman resmi Kementerian Luar Negeri AS, Selasa (13/6/2017), MMI dinyatakan sebagai Specially Designated Global Terrorist (SDGT) atau gerombolan teroris khusus.
Pemerintah Negeri Pakde Sam itu menyebut MMI bertanggungjawab atas sejumlah serangan teror di Indonesia yang terkait langsung dengan Al Qaeda dan Front Al Nusra.
“Rakyat AS dilarang berhubungan dengan siapa pun yang menjadi anggota MMI. Selain itu, seluruh aset serta properti MMI yang berada di daerah yuridiksi AS sudah dibekukan,” demikian pernyataan resmi Kemenlu AS.
MMI ditetapkan sebagai SDGT berdasarkan Pasal 1 huruf b Perintah Eksekutif Nomor 13224. Pasal itu memuat kebijakan daftar hitam bagi setiap warga asing yang dianggap membahayakan keamanan nasional dan kebijakan luar negeri AS karena aksi teroristik.
Dalam pernyataannya, AS menilai MMI sudah menjadi organisasi teroris yang berbasis di Indonesia sejak didirikan oleh Abu Bakar Ba’asyir pada tahun 2000.
Abu Bakar Ba’asyir sendiri sudah masuk daftar teroris global di AS, beserta organisasi klandestinnya, Jamaah Islamiah.
“MMI memang tak mengakui ISIS sebagai pemimpinnya. Tapi mereka berbaiat kepada Al Qaeda dan Front Al Nusra,” demikian pernyataan Kemenlu AS.
Selain MMI, Kemenlu juga resmi memasukkan nama Marwan Ibrahim Hussayn Tah al Azawi, pentolan ISIS, dalam SDGT.
Baca Juga: Novel Ungkap Curiga ke TIME, Pimpinan DPR Minta Polisi Transparan
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Peneliti Ungkap Hubungan Penyusutan Danau Turkana dengan Aktivitas Gempa Bumi
-
JPPI Kritik Keras SE Mendikdasmen, Guru Honorer Terancam Tersingkir dari Sekolah Negeri
-
Jadi Peternak Kambing tapi Berizin Direktur, WNA Myanmar Terancam Deportasi dari Yogyakarta
-
8 Fakta Kecelakaan Maut Bus ALS vs Truk BBM di Muratara, 16 Orang Tewas Terbakar
-
6 Fakta Kebakaran Rumah di Tanjung Barat yang Tewaskan Anggota BPK Haerul Saleh
-
Dapat Salam dari Gus Yaqut yang Ditahan KPK, Begini Respons Mensos Gus Ipul
-
DPR Dukung Usulan Blacklist Pelaku Politik Uang di Revisi UU Pemilu
-
Viral! Akun Ini 'Ramal' Kemunculan Hantavirus di 2026 pada Juni 2022, Kok Bisa?
-
Persija Mengungsi ke Samarinda saat Lawan Persib, Milad GRIB Jaya di Senayan Dihadiri 20 Ribu Orang
-
Jaga Wilayah Kelola Adat, UNDP Gandeng GEF-SGP Buka Proposal Hibah ICCA-GSI Phase 2