Suara.com - Pesawat AirAsia harus kembali ke Australia setelah terbang beberapa saat, Minggu (25/6/2017). Pesawat mengalami gangguan.
Sedianya pesawat itu harus ke Malaysia. Namun dalam penerbangan, pesawat bergetar. Salah satu penumpang mengatakan pesawat bergetar seperti mesin cuci.
Airbus A330 dari Perth ke Kuala Lumpur itu mengalami masalah sekitar 90 menit perjalanan. Pesawat itu mendarat dengan selamat.
"Pilot tersebut mengidentifikasi masalah teknis, sehingga harus berbalik dan kembali," kata juru bicara Bandara Perth kepada AFP.
Maskapai penerbangan Malaysia bertarif rendah itu sudah pertama kalinya menyebabkan ketakutan dalam penerbangan dari Australia. Sebelumnya, China Eastern melakukan pendaratan darurat di Sydney setelah sebuah lubang besar muncul di salah satu badan mesinnya.
Desember 2014 lalu, AirAsia bernomor penerbangan QZ8501 jatuh dalam cuaca buruk di Indonesia. (AFP)
Berita Terkait
-
Ini Penjelasan Airnav soal 'Go Around' Pesawat Garuda GA 425
-
Sriwijaya Air Tergelincir, Bandara Rendani Manokwari Ditutup
-
Sriwijaya Air Tergelincir, Polisi Pastikan Tak Ada Korban
-
Pesawat Sriwijaya Air Tergelincir di Bandara Rendani, Manokwari
-
Kena Turbulensi, Pesawat Air Asia Kecelakaan di Kuala Lumpur
Terpopuler
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- Baru! Viva Moisturizer Gel Hadir dengan Tekstur Ringan dan Harga Rp30 Ribuan
- 6 Tablet Murah dengan Kamera Jernih, Ideal untuk Rapat dan Kelas Online
- 5 HP Infinix Terbaru dengan Performa Tinggi di 2026, Cek Bocoran Spefikasinya
Pilihan
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
-
Cibinong Mencekam! Angin Kencang Hantam Stadion Pakansari Hingga Atap Rusak Parah
-
Detik-Detik Mengerikan! Pengunjung Nekat Bakar Toko Emas di Makassar
-
Lika-liku Reaktivasi PBI JK di Jogja, Antre dari Pagi hingga Tutup Lapak Jualan demi Obat Stroke
Terkini
-
Anggota MRP Tolak PSN di Merauke: Dinilai Ancam Ruang Hidup dan Hak Masyarakat Adat
-
Kemensos dan BPS Lakukan Groundcheck 11 Juta PBI-JKN yang Dinonaktifkan, Target Tuntas Dua Bulan
-
Bupati Buol Akui Terima Rp 160 Juta dan Tiket Konser BLACKPINK, KPK Siap Usut Tuntas!
-
KPK Dalami Hubungan Jabatan Mulyono di 12 Perusahaan dengan Kasus Restitusi Pajak
-
Saksi Ahli Berbalik Arah! Mohamad Sobary Dukung Roy Suryo Cs dalam Kasus Ijazah Palsu Jokowi
-
Gus Yaqut Praperadilan: Ini Tiga Alasan di Balik Gugatan Status Tersangka Korupsi Kuota Haji
-
Kampung Nelayan Merah Putih Diubah Jadi 'Mesin Ekonomi' Baru, Ini Rencananya
-
Jadi Saksi Ahli Dokter Tifa Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi, Din Syamsuddin Diperiksa Selama 4 Jam
-
Israel Resmi Gabung BoP, Pakar UGM Sebut Indonesia Terjebak Diplomasi 'Coba-Coba' Berisiko Tinggi
-
Polemik Adies Kadir Memanas: Apakah MKMK 'Mengambil Alih' Keputusan DPR?