Suara.com - Meningkatnya jumlah kunjungan warga di beberapa titik lokasi wisata, menjadi perhatian khusus pihak Kepolisian Republik Indonesia.
Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Suntana bahkan meminta warga untuk selalu waspada bukan hanya pada ancaman minor tetapi juga ancaman besar seperti aksi terorisme.
"Saya jelaskan beberapa kali, semua tempat bisa menjadi potensi (ancaman teroris). Untuk itu mohon kepada masyarakat, waspada di lingkungan masing-masing, di tempat kegiatan masing-masing. Waspadai kemungkinan ancaman teroris," terangnya ketika melakukan inspeksi ke kawasan wisata Ancol, Selasa malam (28/6/2017).
Brigjen Suntana juga mengimbau masyarakat yang tengah berwisata untuk tetap dalam keadaan aman, nyaman dan selalu memperhatikan barang bawaan. "Tidak meninggalkan barang bawaan yang dalam pengawasan lalu bagi yang membawa anak kecil anak, dijaga jangan sampai kehilangan," imbuhnya.
Rencananya, Operasi Ramadniya 2017 akan berakhir sekitar 4 atau 6 Juli nanti. Meski begitu, Suntana tidak menampik jika kemungkinan Operasi Ramadniya akan diperpanjang hingga tangga 10 Juli 2017, bertepatan dengan libur sekolah terakhir.
"Kasus yang muncul saat ini masih kebanyakan anak hilang, anak yang terlepas dari orangtua. Ada kecopetan tapi bisa kita amankan. Alhamdulillah tidak ada kejadian yang sangat menonjol," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- Harga Beda Tipis: Mending Yamaha Gear Ultima, FreeGo atau X-Ride untuk Rumah Tangga?
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
Komitmen ESG Meningkat, Mengapa Data Logistik Masih Jadi Tantangan di Lapangan?
-
KPK Ingatkan Tunjangan Hakim Ad Hoc Harus Beriringan dengan Perbaikan Sistem Peradilan
-
AI Diklaim Bisa Jadi Solusi Mitigasi Banjir Rob dan Krisis Air Bersih, Gimana Caranya?
-
Indonesian Proposal Jadi Fokus Pertemuan Indonesia dan United Kingdom Intellectual Property Office
-
Idul Adha 2026 Tanggal Berapa? Penetapan Versi Muhammadiyah dan Pemerintah Diprediksi Sama
-
33 Tahun Kasus Marsinah Stagnan, Aktivis: Keadilan Tidak Bisa Digantikan Seremoni Gelar Pahlawan!
-
Daftar Harga Kambing Kurban 2026 Terbaru Mulai Rp1 Jutaan, Cek Rekomendasinya di Sini!
-
Krisis Pengawas, DIY Hanya Miliki 24 Penilik untuk Ribuan PAUD Non-Formal
-
50 Santriwati Dicabuli, Komnas HAM Desak Polisi Jerat Kiai di Pati Pakai UU TPKS
-
Kader PSI Bro Ron Jadi Korban Pemukulan, Ahmad Ali: Siapapun Pelakunya Harus Bertanggung Jawab