Suara.com - Peristiwa dokter anestesi Stefanus Taofik meninggal dunia di tengah tugas jaga di Rumah Sakit Pondok Indah, Bintaro, Tangerang, Banten, menyedot perhatian publik. Stefanus meninggal diduga karena kelelahan karena menjalani piket Lebaran secara marathon, kabarnya sampai 2 x 24 jam.
Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia Adib Khumaidi menjadikan peristiwa tersebut sebagai sebuah catatan penting tentang pengaturan beban kerja tenaga kedokteran.
"Perlu ditindaklanjuti mengenai pengaturan beban kerja dokter. Baik itu dokter umum, dokter UGD terutama, atau dokter yang diperlukan tiap saat," kata Adib kepada Suara.com, Rabu (28/6/2017).
Adib mengatakan peraturan mengenai pengaturan beban kerja memang sudah diatur dalam Undang-Undang tentang Ketenagakerjaan. Tetapi, kata dia, bidang kedokteran berbeda dengan profesi pekerjaan yang lain sehingga aturannya pun tentu harus khusus.
"Dokter itu profesi yang beda. Itu harus ada aturan khusus," kata Adib.
Adib mengungkapkan, dulu, IDI sudah pernah mengusulkan tentang sistem kerja tenaga kedokteran dengan pertimbangan-pertimbangan matang.
"Pernah usulkan jam kerja menangani pasien setiap hari maksimal 35 pasien. Kalau lebih bisa misdiagnosis karena faktor kelelahan. Hal seperti ini harus ada pengaturan yang jelas," kata dia.
Adib berharap pemerintah melalui Kementerian Kesehatan dapat menyikapi problematika tersebut.
"Menyikapi bersama-sama dengan kita untuk membuat sebuah regulasi, pengaturan, beban kerja dokter," katanya.
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
Terkini
-
Pendidikan Tak Boleh Terputus Bencana, Rektor IPB Pastikan Mahasiswa Korban Banjir Bisa Bebas UKT
-
42 Ribu Rumah Hilang, Bupati Aceh Tamiang Minta BLT hingga Bantuan Pangan ke Presiden Prabowo
-
Tanggul Belum Diperbaiki, Kampung Raja Aceh Tamiang Kembali Terendam Banjir
-
Prabowo Setujui Satgas Kuala! Anggarkan Rp60 Triliun untuk Keruk Sungai dari Laut
-
Tawuran Awali Tahun Baru di Jakarta, Pengamat Sebut Solusi Pemprov DKI Hanya Sentuh Permukaan
-
Tiket Museum Nasional Naik Drastis, Pengamat: Edukasi Jangan Dijadikan Bisnis!
-
Timbunan Sampah Malam Tahun Baru Jogja Capai 30 Ton, Didominasi Alas Plastik dan Gelas Minuman
-
Nasib Pedagang BKT: Tolak Setoran Preman, Babak Belur Dihajar 'Eksekutor'
-
Ragunan 'Meledak' di Tahun Baru, Pengunjung Tembus 113 Ribu Orang Sehari
-
KUHP Baru Berlaku Besok, YLBHI Minta Perppu Diterbitkan Sampai Aturan Turunan Lengkap